
Kiara telah menantikan saat berduaan dengan Aldi usai makan malam. Tapi Aldi tidak mengajaknya kembali ke kamar. Mereka berdua kini malah berada di taman dekat kolam renang yang ada di bagian belakang rumah.
Kiara merasa Aldi sengaja mengajaknya seperti ini hingga kantuk menyerangnya. Selalu seperti ini selama mereka tinggal di hotel seminggu kemarin.
"Al, kamu nggak capek? Selama perjalanan pulang kan kamu kerja terus. Nggak sempat tertidur kayak aku." Kiara berusaha memancing Aldi ke kamar.
"Belum ngantuk, sayang. Masih pengen menikmati waktu berdua sama kamu." Aldi menatap Kiara dengan mesra. Tatapan maut yang selalu menggetarkan hati Kiara.
"Di kamar juga bisa berdua." Kiara menggigit bibir bawahnya.
Aldi menatapnya lama. Tatapan Aldi cukup lama untuk membuat Kiara semakin salah tingkah dan malu. 'Kenapa Aldi diam saja saat aku mengajaknya berduaan di kamar?'
"Coba liat langit malam di atas, Ra. Indah banget kan malam ini." Aldi menunjuk ke langit yang malam ini bertaburan bintang.
Kiara mengikuti arah pandangan Aldi. "Ya, langit Jakarta kok bisa seindah ini."
"Aku ingin menikmati keindahan apapun yang ada ini bersama kamu."
"Al, kamu kerja terus-terusan. Sepanjang perjalanan ke Jakarta kamu kerja terus. Sampek rumah juga ngelanjutin kerja hingga makan malam. Selama nemenin aku di luar kota juga kamu selalu nyempetin kerja setiap aku jenguk kak Bella. Apa kamu nggak capek? "
"Capek." Sahut Aldi
Kiara diam menanti penjelasan Aldi.
"Karena aku sudah capek sama kerjaan seharian ini, makanya aku mau menghabiskan sisa malam ini sama kamu. Sebab lelah aku menjadi sirna ketika kita bersama."
Jawaban sang sangat gombal bagi Kiara. Tapi Kiara senang mendengar rayuan Aldi ini.
"Kamu besok sudah mulai mimpin BLUE CORP ya?"
"Hu umh. Besok akan ada banyak perubahan di sana."
"Kamu gantikan posisi Mike? Lalu Mike menjabat jadi apa?"
"Aku akan jadi atasannya Mike. Dia tetap menjabat sebagai CEO. Om Damien mengundurkan diri, jadi aku ngambil alih posisi dia."
"Waa... beneran? Mike keren dong jika jadi CEO tetap." Reaksi Kiara ini membuat Aldi tidak suka.
"Kok Mike yang keren. Aku kan atasannya dia. Seharusnya aku yang lebih keren dong." Aldi ngambek.
"Iya, kamu juga keren kok Al. Kan atasannya CEO." Kiara ketawa-tawa ketika menyebutkannya.
"Kok kamu jadi ngeledekin aku sih sayang." Aldi cemberut tapi juga senang melihat Kiara tertawa.
__ADS_1
"Nggak. Mana berani aku ngeledek atasannya CEO. Ntar aku nggak dibolehin kerja di sana dong." Ups. Kiara kelepasan ngomong.
Aldi juga berhenti bercanda dan memikirkan kalimat terakhir Kiara.
"Kamu mau kerja di BLUE CORP?" tanya Aldi.
"Aduh, aku kok bisa kelepasan omong sih." Kiara berbicara kepada dirinya sendiri. Tapi memang tidak berniat menutupinya lagi dari Aldi.
"Aku mau dengar kamu ceritakan rencana kamu, Ra." Kalimat Aldi kali ini terdengar tegas. Tidak ingin ada bantahan dari Kiara.
"Aku sebenarnya mau minta tolong Mike. Makanya tadi aku senang Mike masih menjabat sebagai CEO."
"Kamu mau diam-diam bekerja di sana tanpa sepengetahuan aku?" Aldi sekedar menebak. Tapi Kiara tidak menjawab.
Kediaman Kiara ini menjawab bahwa tebakan Aldi benar adanya.
"Ra, tolong jelasin rencana kamu. Aku akan berusaha mendukung kamu, apapun yang kamu ingin lakukan."
"Kamu ijinkan aku kerja di perusahaan?" Kiara bertanya dengan pelan.
"Boleh. Tapi aku yang menentukan kamu kerja di bagian apa."
"Oke. Tapi aku tidak ingin masuk kerja dengan identitas aku yang asli."
"Jika mereka tahu aku istri kamu, rekan kerja aku di sana akan memperlakukan aku dengan berbeda. Mereka akan waspada dengan nyonya bos. Pasti mereka akan tertekan bekerja bareng aku."
"Kamu pengen jadi pegawai biasa? Nggak mau jadi salah satu direktur yang bekerja tepat di bawah CEO?" Aldi semakin penasaran dengan Kiara.
"Tidak. Jangan berikan jabatan yang begitu tinggi. Aku hanya tidak ingin diam di rumah. Aku ingin bekerja di sisi kamu." Pernyataan Kiara kali ini mengingatkan Aldi akan obrolannya seminggu yang lalu. Aldi hanya bercanda mengenai hal ini. Tapi kenapa Kiara memikirkan hal ini lebih jauh.
"Kamu khawatir aku lebih memilih bekerja di rumah bersama kamu di sisiku ya, Ra." Aldi mencoba menguji teori ini. Ingin melihat reaksi Kiara.
Wajah Kiara tampak terkejut awalnya. Tapi kemudian jawaban Kiara mengiyakan pernyataan Aldi.
"Kamu selalu bisa menebak dengan benar, Al." Kiara salah tingkah.
Aldi merasa aneh. Kiara menyembunyikan alasannya yang sebenarnya. Tapi kenapa disembunyikan?
"Kenapa kamu nggak bilang sejak awal kalau memang ingin bekerja di kantor agar kita bisa semakin sering bertemu?" Aldi menatap Kiara dengan lembut.
Kiara semakin salah tingkah ditatap begitu. Kiara yakin sebentar lagi Aldi mendekatkan jarak mereka dan menyentuhnya. Kiara semakin berdebar hanya dengan membayangkannya saja.
"Aku akan mengatur tempat yang sesuai untuk kamu bekerja di BLUE CORP. Besok kita berangkat bekerja bersama, ya. Juga akan pulang bersama setiap hari." Aldi tersenyum kepada Kiara.
__ADS_1
Aldi akan memikirkan tempat yang sesuai bagi Kiara jika memang Kiara ingin bekerja. Meski Kiara tidak jujur mengenai alasannya yang sebenarnya, Aldi akan mengabulkan keinginan Kiara.
Tapi Kiara merasa konyol. Dia kira Aldi akan membelai pipinya atau sekedar menyentuh pipinya dengan telapak tangannya. Biasanya Aldi selalu melakukan itu ketika tatapannya berubah lembut. Tapi kali ini tidak.
Kiara berusaha menguasai diri agar perasaan konyolnya. Bagaimana jika Aldi sampai sadar bahwa barusan Kiara mengharap sentuhannya? Itu tidak boleh terjadi.
"Sekarang sudah malam. Kamu harus bersiap ke kantor bersamaku besok, kamu segera istirahat ya. Aku masih harus ke ruang kerja dulu. Aku perlu mengatur posisi yang pas untuk kamu besok."
Kiara tidak tahu bagaimana caranya membantah perintah Aldi untuk istirahat di kamar sendiri. Kiara tidak ingin tidur atau di kamar seorang diri. Tapi yang akan Aldi lakukan juga demi pekerjaannya besok.
Aldi melihat Kiara sedang berpikir tapi tidak mengiyakan perintah Aldi untuk beristirahat. Aldi merasa da beberapa hal yang ingin Kiara sampaikan. Tapi Kiaara juga enggan mengatakannya. Aldi jadi penasaran dengan apa yang sebenarnya ada dalam pikiran istrinya ini.
"Kamu belum mau tidur, Ra?" Tanya Aldi.
"Belum, Al. Aku belum ngantuk."
"Kalo gitu mau nemenin aku ke ruang kerja?" Tawar Aldi.
"Boleh?" Sahut Kiara senang.
"Tentu saja boleh."
"Kamu nggak akan terganggu?" Tanya Kiara memastikan.
"Memangnya kamu mau mengganggu aku?" Aldi malah bertanya balik.
"Tentu saja tidak. Mana mungkin aku berniat mengganggu pekerjaan kamu."
"Baguslah. Kalo gitu kita pindah ke ruang kerja saja ya." Aldi mengulurkan tangan kepada Kiara.
Keduanya berjalan ke ruang kerja Aldi dengan berpegangan tangan. Pelayan yang berada tidak jauh dari mereka untuk bersiaga melayani keperluan keduanya merasa keduanya adalah pasangan yang sangat manis.
"Bawakan cemilan dan teh ke ruang kerja ya, mbak." Pinta Kiara ketika melewati pelayan tersebut. Senyuman yang ramah tersungging di bibir Kiara. Membuat si pelayan dengan semangat melayani perintah majikannya.
Kiara sendiri senang ketika Aldi memegang tangannya seperti ini. Senyuman Kiara tak kunjung lepas dari wajahnya.
🌸🌸🌸🌸
Hai Readers
Malam indah Kiara yang kalian inginkan masih ditunda ya. Harap sabar, memang belum saatnya di chapter ini kok.
_Dinda^^
__ADS_1