
Kiara sadar bahwa dirinya kini memiliki kekuatan dan kekuasaan. Berkat pasangannya yang memiliki kuasa sekaligus harta. Aldi tidak hanya tampan, dia memiliki semua hal yang diinginkan oleh semua wanita. Harta yang bisa digunakan berfoya-foya semaunya juga tidak banyak didapat oleh wanita yang sudah menikah.
Kiara sadar bahwa bersama Aldi membuatnya tidak harus lagi hidup hemat. Menginginkan apapun tinggal bayar. Bahkan Kiara memiliki banyak pembantu dan pegawai yang bisa disuruh membelikan barang-barang atau makanan yang dia inginkan. Tapi hidup seperti ini akan terasa terlalu mudah bagi Kiara. Tidak ada kebutuhan rumah tangga yang perlu lagi dia pikirkan. Kiara bisa layu hanya dilayani setiap hari. Kiara menjadi tipe istri yang hanya bisa menghabiskan uang suami sepanjang hidupnya.
Tapi Kiara tidak menginginkan hidup seperti vas bunga cantik yang tidak bisa apa-apa. Kiara juga ingin berkarya. Kiara ingin kembali bekerja.
Oleh karena itu, Kiara memutuskan untuk kembali bekerja di perusahaan keluarga mereka saja. Jika Kiara memilih bekerja di WS TECH, sudah pasti Aldi tidak setuju. Sebab Aldi sekarang menangani BLUE CORP. Maka dari itu, pilihan Kiara saat ini hanya tersisa bekerja di Blue Corp saja.
Kiara juga tidak mau sampai ada salah paham dalam hubungannya dengan Aldi. Kiara harus tahu sendiri dengan jelas isi hati Aldi mengenai wanita yang menjadi mantan Aldi. Kiara tidak suka menebak-nebak dan tidak mau dipermainkan oleh wanita ini nantinya maupun oleh suaminya.
Kiara memilih memperkuat pertahanannya. Kemudian jika dia sudah merasa kuat, Kiara akan menyerang duluan sebagai Rara. Sejauh ini Kiara akan menikmati saat bersama sang suami dengan identitas yang tersembunyi ini. Memastikan bagaimana hati suaminya.
Akan tiba saatnya bagi Kiara untuk menggunakan identitas Rara untuk menyerang Verlita, jika wanita itu masih saja memiliki ambisi untuk mendekati suaminya.
Rapat berakhir. Rara menyelesaikan tugasnya dengan baik sebagai sekertaris. Aldi juga bersikap profesional dengan berfokus kepada isi rapat. Hanya sesekali Aldi menoleh ke samping kanannya untuk melihat catatan Rara di iPad. Meskipun sebenarnya bukan catatan Rara yang membuatnya menoleh, tapi Aldi hanya sekedar ingin menoleh dan melihat ke arah Rara.
Suasana hati Aldi begitu baik dengan keberadaan Rara di sekitarnya ketika bekerja.
Aldi terkenal suka emosi ketika rapat. Jangankan ketika rapat, Daniel paling paham bagaimana Aldi dengan mudahnya marah ketika membaca laporan atau dokumen yang tidak memenuhi kriterianya. Ada kesalahan ketik sedikit saja sudah bisa membuat Aldi melemparkan berkas yang begitu tebal. Bahkan kesalahan itu pernah berujung pemecatan karyawan di WS TECH.
__ADS_1
Akan tetapi hari ini emosi Aldi aman terkendali. Tidak sekalipun Aldi emosi hingga marah-marah kepada pegawainya. Rapat perdana Aldi di Blue Corp juga berjalan damai dan aman sentosa. Semua itu karena keberadaan Rara. Hanya saja tidak satu pun dari Aldi, Rara maupun pegawai lainnya yang sadar akan penyebab stabilnya emosi Aldi hari ini.
Usai rapat, Aldi meninggalkan ruang rapat terlebih dulu dengan Rara berada di kanannya dan Daniel di sebelah kiri.
Tapi ada yang menyusul mereka, Verlita berlari dari ruang rapat untuk mengejar Aldi yang hendak naik ke lantai paling atas dimana kantornya berada. Verlita berhasil mengejar ketika Aldi bersama Rara dan Daniel akan masuk ke lift.
"Sebentar, pak Aldi. Saya ingin melaporkan sesuatu. Bisakah saya mendapatkan kesempatan untuk berbicara sebentar dan menunjukkan laporan saya? Saya tidak bisa memberikan laporan ini ketika rapat tadi. Akan terlihat buruk jika banyak yang mengetahuinya." Verlita berbicara dengan memperhatikan dengan seksama ekspresi Aldi. Sekiranya Aldi berpikir akan menolak Verlita, maka dia menambahkan satu demi satu alasan yang akan mendukung kisah laporannya kepada Aldi.
"Saya butuh menjelaskan dengan singkat mengenai laporan ini. Saya bisa saja dipecat jika ketahuan menyebarkan isi laporan yang ada di tangan saya ini." Verlita masih saja menambah kisahnya, demi memperkuat alasannya kepada Aldi.
"Baiklah. Ikut ke ruangan ku." Jawab Aldi dengan singkat ketika memasuki lift.
"Ting..." Berselang sedikit, mereka tiba di hall depan lift. Lantai paling atas hanya ditempati oleh kantor Aldi saja.
Ada ruangan yang cukup luas di lantai paling atas yang menjadi ruangan kerja Aldi saat ini. Di kanan kirinya ada toilet dan juga ruang rapat yang tidak cukup luas untuk Aldi melakukan rapat singkat dengan Klien. Di depan ruangan Aldi yang cukup luas ada beberapa meja milik Daniel selaku asisten utama dan beberapa meja asisten yang lain.
Begitu di ruangan Aldi, Verlita memberikan laporan yang cukup tebal. Sejak tadi Verlita memegangi laporan itu. Kini Verlita tersenyum lebar melihat bagaimana Aldi dengan serius membaca isi laporannya. Rara sendiri sudah duduk di meja kerja barunya. Tidak lagi menemani Aldi di sampingnya seperti sebelum-sebelumnya.
Setiap gelagat Verlita tak lepas dari pengamatan Rara yang berada tak jauh dari keduany. Kali ini Rara hanya cukup akan mengawasi saja. Tapi lain kali tidak akan dengan mudahnya Verlita bisa menghadang dan bicara dengan Aldi sesuka hatinya begini.
__ADS_1
"Sejak kapan kamu mengumpulkan ini?" Aldi terdengar cukup tertarik dengan apa yang dia baca.
"Sejak aku tahu kamu akan mengambil alih Blue Corp. Aku yakin kamu akan membutuhkan hal ini. Aku mengumpulkan isinya dengan usaha yang lumayan menguras waktu dan pikiranku." Verlita tersenyum manis meski menunjukkan wajah lelahnya.
"Apa juga menyita waktu tidur malam kamu? Memberikan malam tanpa tidur kamu kepada pria-pria yang namanya tertulis di laporan ini?" Aldi sama sekali tidak peduli dengan cara Verlita bersusah payah mendapatkan informasi di tangannya ini. Aldi sendiri sudah tahu bagaimana sepak terjang Verlita dengan para pria ketika sudah ada tujuan yang ingin dia gapai.
"Al, apa maksud kamu dengan berbicara seperti itu kepada ku?" Verlita memasang wajah tak berdosa.
"Nggak apa-apa. Aku hanya penasaran dengan laporan tentang kamu yang selama ini aku terima. Oh, ya di sini jangan berani panggil namaku. Kamu bawahan saya, maka kamu harus panggil saya dengan lebih sopan." tatapan Aldi kepada Verlita memancarkan amarah yang tertahan.
🌸🌸🌸🌸
Hai Readers
jika Readers punya pasangan yang sepertinya masih menaruh rasa kepada mantan atau orang baru, kalian ambil sikap gimana?
Apa kalian mau berjuang seperti Rara? atau Let it flow?
_Dinda^^
__ADS_1