Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Sauna di Malam hari


__ADS_3

Malam ini Kiara tertidur dengan nyenyak. Aldi menemaninya di kamar sejak mereka usai makan malam. Aldi sendiri heran betapa Kiara suka tidur dengan mudahnya akhir-akhir ini. Kiara juga semakin banyak makan. Aldi kembali ingat dengan makan malam mereka tadi.


"Aku senang sekali ketika liat kamu makan dengan lahap." Tiba-tiba Aldi berbicara dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Ini enak, Al. Serius deh. Kamu belum nyoba punya kamu kan?"


"Iya, pasti enak. Tapi aku lebih suka melihat kamu makan dengan lahap begini. Tidak percuma aku mempekerjakan chef baru untuk memasak hidangan makan malam ini. Aku lihat akhir-akhir ini kamu suka makanan yang pedas dan asam. Chef khusus Chinese Food ini tampaknya bisa bikin makanan yang cocok di lidah kamu. Aku senang, Ra. "


"Makasih ya, Al. Kamu tuh paling jago kalo urusan perhatian sama aku." Senyum Kiara mengembang, tapi dalam hati Kiara melanjutkan berbicara di hatinya, 'Tapi entah kenapa kamu nggak bisa paham ada sesuatu yang salah di antara hubungan kita. '


Aldi sendiri merasa makna perkataan Kiara ini terlalu dalam. Kiara tahu ada yang tidak beres. Tapi wanita ini tetap saja tampil ceria dan berusaha menerima apa pun yang Aldi berikan kepadanya meski masih memiliki tanda tanya akan sikap-sikap Aldi yang belum mampu dia jelaskan kepada Kiara. 'Belum saatnya, Ra. Beri aku waktu.'


Makan malam itu berakhir dengan penghabisan seluruh hidangan di meja makan. Sebagian besarjuga dihabiskan oleh Kiara. Chef yang baru mencatat menu mana saja yang cita rasanya paling disukai oleh nyonya muda mereka dan menjadikan itu referensi untuk menu makan tuan dan nyonya Wiji Sasongko berikutnya.


Usai makan malam, Aldi mengajak Kiara berjalan-jalan di dalam area taman bunga dan duduk-duduk menghirup udara yang bercampur harum bunga-bunga yang ada di sana.


Aldi dan Kiara sama-sama sibuk dengan pikirannya masing-masing. Kiara sangat bersyukur bersama dengan pria di sampingnya. Dia yang dibuang oleh mamanya ke panti asuhan dengan alasan yang masih tidak bisa Kiara terima, kini malah menikah dengan Aldi yang konglomerat.

__ADS_1


Dulu Kiara membayangkan hidup dengan Bima tapi tiba-tiba muncul seorang kakak seperti Bella yang menikah dengan Bima. Pernikahannya dengan ALdi dulunya hanya Kiara jalani sekedar sebagai istri yang baik, kini juga berubah menjadi pernikahan yang sebenarnya. Kiara telah menjadi istri seutuhnya bagi Aldi sejak mereka berbulan madu ke Singapura. Meski ntah kenapa Aldi tidak lagi bersedia menyentuh dirinya.


Pikiran terakhir Kiara ini akhirnya menyadarkan Kiara apa yang salah dengan hubungan mereka. Ya, jawabannya adalah itu. Aldi tidak lagi menyentuhnya sejak kembali dari Singapura. Kiara diculik ketika pulang dari Singapura. Lalu setelah penculikan itu, Aldi juga tidak lagi berminat untuk melakukannya dengan Kiara. Bahkan Aldi baru tidur di sisinya jika Kiara sudah tertidur lebih dahulu.


Kesimpulan di benaknya ini membuat dadanya sesak. Apa mungkin...


Tidak, Kiara tidak boleh menyimpulkan semuanya sendiri. Kiara harus mengkonfirmasi semuanya kepada Aldi.


"Al, apa aku sudah tidak menarik dan cantik di mata kamu?" Tiba-tiba Kiara menodong Aldi dengan suatu pertanyaan.


Aldi tidak menyangka Kiara akan menanyakan pertanyaan konyol yang sudah jelas jawabannya. "Apa itu masih perlu di jawab, sayang?"


"Kamu tuh selalu cantik dan menarik. Aku aja nggak bisa jauh dari kamu, kok." Aldi dan Kiara yang sama-sama berjalan mengelilingi taman bunga yang luas ini pun menghentikan langkahnya dan saling memandang.


"Okey, jadi aku masih menarik di mata kamu." Kiara mengulang dan menggaris bawahi pernyataan Aldi ini.


Mendengar kalimat kiara dan wajah seriusnya, Aldi punya firasat bahwa Kiara akan menanyakan hal itu. Aldi mempertimbangkan untuk melanjutkan perbincangan mereka ini atau tidak. Siapkah Aldi menjawab pertanyaan lanjutan Kiara mengenai hal ini?

__ADS_1


"Kamu tuh kenapa nggak percaya diri gini, sayang. Kamu liat kan aku ini lebih dari sekedar tampan. Apa menurut kamu aku bisa menyukai wanita yang nggak cantik dan menarik? Mana mungkin aku bisa bertahan dengan wanita yang nggak menarik jika aku menghabiskan 24 jam sehari bersamanya begini." Aldi menjelaskan panjang lebar. Berharap Kiara teralihkan dengan pertanyaan lanjutan yang terbentuk dalam benak kecilnya itu.


"Kayaknya malam udah mulai dingin, Ra. Kita balik ke rumah ya. Aku juga mau ngecek beberapa berkas dan running program yang hari ini baru dibuat oleh Teknisi WS TECH." Dengan ini Aldi menggiring Kiara kembali ke kamar mereka,


Kali ini Aldi tidak meninggalkan Kiara ke ruang kerja. Melainkan duduk di ranjang bersama Kiara dengan laptop di pangkuannya. Aldi berusaha fokus ke layar laptopnya tanpa peduli Kiara yang keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di tubuhnya.


Aldi juga berusaha memusatkan perhatiannya ke berkas di layar laptopnya ketika Kiara berganti dengan baju tidur yang tidak hanya minim bahan, tapi juga sedikit transparan. Dengan sekali lihat, kulit putih Kiara bisa Aldi bayangkan kehalusannya. Meski Kiara masih menutup bagian pentingnya dengan pakaian dalam, justru itu menambah rasa panas dalam diri Aldi. Kiara terlihat semakin menggoda dengan tampil seperti itu.


Karena merasa gerah, Aldi melepaskan kancing kemejanya hingga separuh atas tubuhnya terekspos dan menggulung lengan bajunya cukup tinggi. Kiara bisa melihat ekspresi tidak nyaman seolah gerah di wajah Aldi. Kiara tersenyum dan berbaring di sampingnya tanpa sepatah kata pun. Kiara pura-pura tidak tahu bahwa wajah Aldi sudah kepanasan seperti sedang sauna.


Cukup lama Aldi tersiksa selama Kiara masih belum tidur. Setiap kali Kiara bergerak dalam tidurnya, jagoan Aldi pasti ikut berontak. Untungnya Kiara cepat terlelap. Tidak sampai 10 menit berbaring, Kiara sudah pindah ke alam tidur. Dalam 10 menit sebelum tidur itu, Aldi tidak bisa berhenti melirik Kiara yang bergerak - gerak mencari posisi tidur yang nyaman. 10 menit yang lumayan menguras tenaga sekaligus menyiksanya.


Begitu Kiara dipastikan tidur, Aldi pun bergerak cepat menyelimutinya. Melihat sebagian besar kulit Kiara terekspos hanya akan menyiksa Aldi. Ingin rasanya Aldi meraih dan merasakan kelembutan Kiara, tapi Aldi harus menahan diri. Kiara belum tentu menginginkan hal seperti ini. Aldi belum bisa memastikan Kiara tidak akan trauma jika Aldi mengajaknya melakukan kontak fisik semacam itu.


Aldi tidak akan mengambil resiko memperburuk trauma Kiara hanya demi kepuasannya semata. Aldi akan menahan diri selama mungkin hingga yakin Kiara bersedia melakukannya tanpa ada bayang-bayang trauma lagi. Penculikan itu menyiksa batin Kiara begitu dalam. Tanpa Kiara sadari, Aldi sering menjumpai Kiara berteriak karena bermimpi buruk. Menyaksikan betapa tersiksa Kiara dalam mimpinya saja sudah sangat menyakiti Aldi. Apalagi kejadian yang sebenarnya Kiara alami. Tentu akan lebih menyakitkan dari pada mimpi yang ditinggalkan.


"Ra, malam ini mimpi yang indah ya. Aku jagain kamu sejak awal kamu belum tidur hingga besok pagi." Aldi pun mengecup Kening Kiara sebelum mendinginkan diri ke kamar mandi.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸


_DInda^^


__ADS_2