Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Sedikit Salah Paham


__ADS_3

"Al, apa dulu kamu sama Verlita juga seromantis ini?"


Pertanyaan Kiara tiba-tiba membuat Aldi seketika membeku. Aldi berusaha mengingat-ingat bagaimana hubungannya dengan Verlita dulunya. Aldi mencoba mencari adakah kenangan romantis di antara mereka yg seperti ini.


Tapi kediaman Aldi yang berusaha mencari kenangannya bersama Verlita malah disalah artikan oleh Kiara. Dia kira Aldi sedang bernostalgia akan masa lalunya. Dia kira Aldi sedang larut dalam kenangan manisnya bersama sang mantan.


Setelah merasa cukup lama menanti jawaban Aldi, Kiara tak tahan lagi. Kiara beranjak dari tempat duduknya dan melihat ke langit di hadapannya.


Ya, Aldi dan Kiara masih di dalam Cable Car di Sentosa Island. Keduanya baru menyelesaikan makan malam romantis mereka.


"Apa malam ini aku belum bersikap cukup romantis?" Aldi bertanya kepada sang istri sambil tetap duduk di kursi makannya.


"Malam ini sangat romantis. Hingga aku takut kamu sering melakukan keromantisan yang sama dengan orang yang pernah ada dalam hati kamu." Kiara pun masih menatap langit malam di kejauhan dari balik kaca kereta gantung. Tidak ada keinginan menoleh sedikit pun menatap Aldi. Apalagi keinginan untuk kembali duduk ke kursinya untuk melihat ekspresi dingin di wajahnya.


Tepat ketika mereka berdua saling diam dengan pikirannya masing-masing, terdengar suara pemberitahuan bahwa mereka telah tiba di stasiun kereta tujuan. Kiara pun meloncat keluar dari kereta gantung itu pertama kali tanpa peduli Aldi masih duduk termenung di dalam kereta atau pun tidak.


Ada rasa sesak kembali di dadanya. Kiara menyesal menyebutkan masa lalu Aldi kembali. Dia sudah tahu dengan jelas bahwa hal itu akan menyakitkan. Tapi dia malah dengan berani mengungkit-ungkit hal itu. Ada rasa amarah dan sesal dalam dirinya, tapi perasaan itu lebih kepada dirinya sendiri. Dia sendiri yang mempertanyakan hubungan dan perasaan Aldi terhadap Verlita.


Kiara terus saja berjalan semakin cepat. tidak peduli kemana dia menuju. Kiara tak peduli dengan sepatu ber-hak tinggi yang tidak cocok dipakai berjalan cukup jauh di jalanan yang membentang di hadapannya.


Ketika Kiara hendak jatuh, Aldi berhasil meraih salah satu tangan Kiara hingga dia tidak sampai terbentur ke tanah.


"Kiara. Berhenti memikirkan masa laluku!" Aldi membentak Kiara. Aldi tidak menyangka Kiara keluar lebih dahulu dari kereta gantung dan berlari meninggalkannya seorang diri tanpa tahu akan pergi kemana.


"Jangan berani-berani membentakku!" Teriak Kiara. Kiara melepaskan pagangan tangan Aldi terhadap pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Maaf." Sahut Aldi ketika melepaskan pegangannya kepada Kiara. Tapi kemudian Aldi meraih Kiara dan membawanya ke dalam pelukannya. Aldi memeluknya dengan erat.


"Sudah malam. Kita ke resort ya. Kita lanjutkan berbicara di sana. Di udara terbuka begini terlalu dingin buat kamu yang hanya mengenakan gaun tipis." Bisik Aldi sambil tetap memeluk Kiara.


Apa yang dikatakan oleh Aldi memang benar. Gaun yang dia kenakan tidak cocok untuk berada di luar ruangan yang dingin begini.


Aldi melihat bahwa Kiara mulai merasakan hawa dingin. Jas mahal yang Aldi keakan pun dilepas dan dipakaikan ke bahu Kiara. Hal itu membuat Kiara semakin tidak bisa membantah ajakan Aldi untuk beristirahat ke resort. Kehangatan kembali menyelimuti hati Kiara karena jas yang bertengger di bahunya saat ini.


🌸🌸🌸🌸


Kiara diam saja dalam perjalanan ke resort. Hingga masuk kamar pun Kiara hanya diam. Tak ada kalimat yang dia ucapkan. Kiara konsisten menatap langit malam yang bisa dia lihat dari balkon kamarnya. Jendela kamar ke arah balkon memiliki gorden yang terbuka. Langit tampak jelas dari kamar mereka.


'Mulai malam ini, setiap menatap langit akan membuatku selalu ingat indahnya langit Singapura yang seperti ini.' Kiara hanya membatin. Malas rasanya untuk mengatakan apapun kepada Aldi.


Kiara pun menoleh ke arah pria tampan di kamar ini. Suami yang telah merebut hatinya itu menatapnya. Menanti jawaban apapun yang akan keluar dari bibir Kiara.


Tapi Kiara hanya diam. Dia menatap koper yang ada di pojok kamar. Dekat dengan lemari pakaian. Kiara memilih mendekati koper untuk mengambil baju gantinya saja. Masih ada rasa enggan untuk bicara dengan Aldi. Kiara ingin ketenangan.


Aldi menanti Kiara bicara. Tidak berubah marah ataupun menuntut apapyn kepada Kiara. Aldi ingin mengamati lebih dalam bagaimana suasana hati istrinya dan apa sebenarnya yang memicu diamnya.


Sudah ada beberapa opsi mengenai alasan Kiara mendiamkannya. Tapi Aldi masih ingin tahu sedalam apa dirinya telah melukai hati istrinya. Kiara harus mengungkapkan amarahnya berikut semua pemikiran yang sudah dia pendam.


🌸🌸🌸🌸


Kiara merasa lumayan segar usai mandi. Pikirannya terasa tidak seberat tadi. Begitu pula dengan suasana hatinya. Tapi begitu keluar dari kamar mandi, kamarnya begitu sunyi. Kiara jadi bertanya-tanya, 'kemana kah Aldi? Apa mungkin dia sudah tidur?'

__ADS_1


Kiara pun mendekati ranjang, tapi ranjang itu masih rapi tak tersentuh. Aldi tidak ada di kamar tidur. Kiara pun memilih keluar melihat apa yang sedang Aldi lakukan.


Kiara mencari ke ruang keluarga dimana ada Televisi dan sofa. Lalu berlanjut ke dapur mini yang menjadi satu dengan meja makan. Aldi tak tampak di sana. Terakhir, Kiara pun keluar melalui pintu yang ada di ruang keluarga. Ada kolam renang cantik berukuran tidak terlalu besar. Kolam renang itu dirancang untuk digunakan oleh penghuni kamar resort yang Kiara dan Aldi tempati. Pengunjung umum resort lainnya tidak bisa berenang di situ.


Kiara memandang ke sekeliling kolam yang memiliki penerangan minimalis. Suasana di situ cenderung remang-remang. Kiara sampai memicingkan mata untuk mencari sosok Aldi.


Aldi menyadari Kiara mencarinya di sekeliling area kolam renang privat itu. Aldi yang tadinya berbaring diam di kursi malas kolam renang pun memilih bergerak, lalu berdiri dari tidurnya kemudian berjalan ke arah Kiara.


Kiara akhirnya melihat Aldi berjalan ke arahnya dengan mantap. Tatapan intens Aldi membuat hatinya berdebar.


'Apa mungkin Aldi akan marah karena aku dari tadi bersikap dingin?' Pikir Kiara .


Aldi masih berjalan dengan perlahan mendekati Kiara. Pikiran Kiara pun kembali berkelana, 'Jangan-jangan dia tidak sadar aku bersikap dingin dan marah kepadanya.'


Aldi sudah ingin meraih Kiara dan merengkuhnya ke dalam pelukannya. Tapi Aldi teringat dengan reaksi Kiara ketika tiba-tiba dia memeluknya usai turun dari kereta gantung. Pelukan bukanlah hal yang akan membuatnya lebih baik saat ini. Aldi pun berusaha memikirkan bagaimana caranya membuat Kiara menyelesaikan amarahnya.


🌸🌸🌸🌸


Hai, readers


Kira-kira apa yang akan Aldi lakukan ya? Bisakah Kiara menyelesaikan rasa cemburunya kepada Verlita?


Like, Komen, Vote dan Gift-nya ya biar aku tambah semangat nulis...


Big Love to You All.

__ADS_1


__ADS_2