Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Al, kenapa kamu begitu menyayangiku?


__ADS_3

Mike datang ke kamar rawat inap Kiara. Dia sempat melihat kemarahan Aldi ketika meninggalkan rumah sakit. Sekilas dia tahu sedang ada yang terjadi di antara Kiara dan Aldi. Mike merasa Kiara butuh dukungan dan teman di saat seperti ini. Sehingga Mike memutuskan menemani dan menunggu Kiara saja. Sambil menanti Aldi membaik dan kembali ke rumah sakit.


"Hai Kiara." Sapa Mike ketika memasuki ruang VIP tempat Kiara dirawat. Mike membawakan makanan. Sebelumnya dida memang sengaja keluar untuk membelikan makanan bagi  Kiara dan Aldi.


Kiara hanya diam melihat Mike datang. Ada banyak hal yang ingin Kiara tadinya tanyakan kepada Aldi. Tapi dia buru-buru marah dan meninggalkannya. Melihat Mike datang, Kiara ingin menanyakan semua hal itu kepada Mike. Tapi Kiara tidak tahu harus mulai bertanya dari mana.


"Aku tadi sedang keluar membeli makanan ketika kamu tersadar. Aku dapat kabar kamu sudah dipindahkan dari ICU ke sini. Gimana keadaan kamu?"


"Aku baik." Kiara berusaha mengeluarkan suara tapi ternyata ada rasa serak di tenggorokannya. Melihat hal itu, Mike berinisiatif mengambilkan minum untuk Kiara.


Kiara menerima segelas air putih yang diberikan oleh Mike. Meminumnya kemudian berterima kasih karena sudah dibantu.


"Boleh saya bertanya?" Kiara mulai menyusun pertanyaan di benaknya.


"Tentu, silahkan."


"Apa yang sudah terjadi sejak saya jatuh ke laut hingga saya sadar?"


Mendengar pertanyaan Kiara, Mike agak ragu untuk bercerita. Mike tidak tahu apa yang sudah membuat Aldi marah hingga meninggalkan Kiara sendiri di ruang ICU hingga pindah ke kamar ini. Melihat Aldi yang tidak sedikitpun beranjak dari dekat Kiara sebelumnya, rasanya aneh jika sekarang Aldi pergi.


"Aku baru datang ketika kalian sudah di rumah sakit ini. Jadi aku tidak tahu bagian mana yang ingin kamu ketahui. Apa terjadi masalah di antara kalian? Aku sempat melihat Aldi meninggalkan rumah sakit dengan wajah penuh amarah."


"Oh, jadi Aldi sudah pergi. Apa mungkin dia sudah pulang ke rumah? Atau kembali ke kantor karena pekerjaan?"

__ADS_1


"Mengenai hal itu, aku juga kurang tahu, Kiara. Tapi aku bisa mengecek pemberangkatan ke luar pulau ini jika kamu penasaran apakah Aldi pulang ke Jakarta atau tidak."


"Tidak usah. Saya hanya ingin tahu apa yang terjadi selama saya tidak sadarkan diri."


Mike menyadari Kiara menyebut dirinya dengan panggilan 'saya'. Kiara menjaga jarak dengan dirinya. Mike pikir hal itu masuk akal. Ini pertama kalinya mereka berdua bisa dibilang mengobrol. Pada dua kesempatan sebelumnya, Aldi yang berada di tengah mereka selalu melarang Mike berbicara banyak dengan Kiara karena rasa cemburunya. Ya, Mike kira Aldi sudah mulai cemburu kepada lelaki yang berada di sekitar Kiara sejak lama.


"Ketika aku datang, Aldi dalam keadaan yang sangat kacau. Aldi sama sekali tidak mau beranjak dari depan ruang ICU sama sekali. Aku sudah meminta dia pergi ganti baju atau makan. Tapi Aldi menolak beranjak sedikitpun. Aldi baru bergerak dari tempat duduknya ketika keesokan harinya diijinkan masuk untuk menjengukmu. Itupun Aldi hanya diberi waktu maksimal setengah jam dan hanya Aldi sendiri yang diperbolehkan masuk."


Kiara hanya menyimak penuturan Mike. Tidak ada keinginan menyela sama sekali. Kiara menanti Mike melanjutkan ceritanya.


"Usai dari ruang ICU melihat kamu, Aldi masih berwajah sama dinginnya dengan ketika sebelum masuk. Aku tebak kamu belum juga sadar. Aku juga udah maksa dia untuk makan dan istirahat. Tapi Aldi kembali hanya duduk di hadapan ruang ICU. Aldi sepertinya menanti jam besuk kamu berikutnya di sore hari. Tapi sejak Aldi keluar, dia tidak hanya memandangi pintu ICU seperti sebelumnya. Dia juga terus menerus menatap cincin yang sekarang kamu pakai."


Kiara menatap cincin yang tadi Aldi sematkan di jarinya. Kiara kini bisa merasakan kenapa Aldi semarah itu. Sejak Kiara jatuh ke laut, pasti Aldi merasakan rasa sakit yang sama dengan dirinya yang berjuang untuk bisa kembali bangun. 'Kamu dimana Al?' Kiara mengalihkan pandangan ke luar jendela kamarnya.


"Tenang saja. Aku telah mengerahkan anak buahku untuk mencari keberadaan Aldi. Aku juga mengkhawatirkan hal yang kamu khawatirkan."


"Baiklah, kabari aku ya Mike." Kiara menutup perbincangannya dengan Mike. Kiara ingin segera membaik dan mencari Aldi. Kiara memakan apapun yang dibawakan Mike. Toh Kiara tidak bisa merasakan kelezatan makanan yang dia makan. Semua terasa hambar. Tapi Kiara memakannya hingga habis.


Mike yang melihat Kiara mau memakan makanan yang Mike bawakan merasa lega. Setidaknya itu akan membuat Aldi tidak lagi khawatir. Mike memutuskan pergi meninggalkan Kiara yang sedang makan saja.


Kiara terus menanti kedatangan Aldi maupun kabar dari Mike.


Hingga menjelang sore ketika dokter melakukan pemeriksaan terakhir kepada Kiara, Aldi tak kunjung kembali. Kiara dinyatakan sudah boleh pulang keesokan paginya. Dengan syarat malam ini makan sebanyak pagi dan siang tadi. Kiara lega bisa diperbolehkan pulang. Kiara ingin bisa segera mencari dan menemukan Aldi.

__ADS_1


Tapi malam itu Mike membawa kabar buruk. Aldi sedang di rawat di UGD rumah sakit ini. Aldi mengalami luka-luka perkelahian dan dalam keadaan tidak sadar. Aldi menjadi korban perampokan.


Kiara yang terkejut dengan kabar itu tentu saja ingin melihat keadaan Aldi. Mike juga ingin melarang Kiara pergi menemui Aldi. Tapi Kiara bersikeras. Mike hanya bisa mengantarkan Kiara menemui Aldi yang masih tidak sadarkan diri di UGD.


Dengan diantarkan oleh Mike, Kiara ke UGD dengan menaiki kursi roda. Kiara ingin mendekati Aldi. Berada sedekat mungkin dengan Aldi yang saat ini sedang diobati luka-lukanya.


Melihat betapa parahnya luka yang dialami Aldi, Kiara berbalik kepada Mike untuk meminta penjelasan, "Bagaimana bisa semua ini terjadi kepada Aldi. Kenapa perampokan saja bisa membuat Aldi terluka separah ini?"


"Sepertinya Aldi sengaja melawan perampok itu untuk melampiaskan amarahnya sendiri, Kiara. Tapi sayangnya Aldi kalah jumlah. Mereka berjumlah lebih dari sepuluh orang, Sementara Aldi hanya sendirian dalam keadaan yang belum makan maupun tidur selama dua hari."


"Bagaimana kamu bisa menemukan Aldi?" Kiara menatap ke arah Aldi yang masih diberi tindakan pembersihan luka oleh beberapa perawat. Sekujur tubuhnya tidak luput dari luka memar maupun luka yang berdarah.  Wajah tampannya juga lebam-lebam. Bibir dan dahinya berdarah. Kiara terus menatap Aldi meski ada kengerian di matanya.


"Aldi berhasil melumpuhkan banyak dari para perampok itu. Polisi juga datang setelah dihubungi oleh orang yang kebetulan melihat Aldi mengalami pengeroyokan. Aku baru tahu Aldi mengalami hal ini ketika Aldi dibawa ke sini oleh polisi."


Kiara yang duduk menatap Aldi yang terbaring tak berdaya merasakan sakit lebih dari yang Kiara rasakan ketika tidak sadar pasca tenggelam. Bagaimana dengan Aldi yang kemarin menanti Kiara tersadar begitu lama? Pasti mengalami penderitaan yang lebih parah dari Kiara saat ini. Bahkan Aldi meluapkan rasa sakit dan amarahnya dalam perkelahian seperti ini. Pasti yang Aldi rasakan puluhan kali lebih menyiksanya. Hingga makan maupun memejamkan mata saja Aldi tidak mau.


'Al, kenapa kamu begitu menyayangiku? Padahal kita baru kenal. Tapi kamu sudah bisa sesakit ini hanya dengan melihatku terbaring sakit. Aku akan terus menemanimu, Al. Segeralah membaik.' Kiara masih menatap Aldi dan mengucapkan semua itu dalam hati.


\=\=\=\=


Nantikan lanjutannya chapter ini hari ini di sore atau malam hari ya. Jangan lupa semangatin Author dengan berbagai macam dukungan kalian baik like maupun komentar. Ditambahi bunga ama kopi buat buka puasa pun senang...


_DInda^^

__ADS_1


__ADS_2