
Kiara tidak mempercayai kalimat terakhir Aldi yang didengarnya.
"Kamu berpacaran dengan Verlita berapa lama, Al?"
"Tiga tahun,"
"Berapa tahun mengenal dia hingga berpacaran?"
"Aku butuh menghitung hal itu terlebih dahulu."
"Kalau begitu hitunglah."
"Masa sekolah kenal 6 tahun. Kuliah 3,5 tahun. Jadiannya sekitar setelah setengah tahunan kerja bareng. Berarti kenal 10 tahun baru pacaran."
"Jadi 13 tahun kalian dekat. Sekalipun nggak pernah ciuman? Kamu yakin nggak salah ingat?"
"Yakin," jawab Aldi secara langsung.
"Aku cuma pernah nyium keningnya. Dia juga hanya pernah nyium pipi aku."
"Jadi kalian di luar negeri yang serba bebas itu nggak pernah berhubungan ba...?" Tiba-tiba Kiara menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Ups, Kiara merasa terlalu bersemangat dan mengeluarkan pertanyaan yang terlalu pribadi. Bagaimana ini? Apa mungkin Aldi paham dengan hal yang terlanjut terucap sebagian itu?
"Tentu saja belum pernah," Dengan tatapan tenang Aldi menjawab sambil kedua tangannya bersendekap di dada.
"Apa kita akan melanjutkan wawancara ini hingga pagi?"
"Kita kan hanya ngobrol, hahaha" Kiara ber-haha hihi seolah tidak merasa sedang menginterogasi Aldi.
__ADS_1
"Aku tidak ingin hanya sekedar ngobrol. Aku ingin lebih."
"Sudah lebih-lebih gitu dari tadi."
"Masa? Kok aku masih kurang."
"Iya. Sudah lebih kok. Tidur yuk."
Kiara sadar harus mengakhiri perbincangan ini jika tidak ingin Aldi melakukan hal lebih dari ciuman. Kiara menarik selimutnya.
"Sudah malam, Al." Kiara berbaring miring membelakangi Aldi dan menutup dirinya dengan selimut hingga hanya menampakkan kepalanya saja.
Aldi merasa lucu melihat Kiara yang lebih memilih pura-pura tidur dari pada memiliki lebih banyak kontak fisik dengan dirinya.
"Kamu masih belum jawab pertanyaan yang aku ulangi berkali-kali sejak tadi, Kiara." Aldi menyingkap selimut Kiara, "Kamu dilarang tidur sebelum menjawabnya."
Aldi melihat gelagat Kiara yang akan menarik selimut dari tangannya.
Kiara menarik selimut itu bersamaan dengan Aldi berpura-pura tertarik oleh Kiara. Sehingga Aldi jatuh menimpa tubuh Kiara yang masih berbaring.
"Aku tidak bisa tidur memikirkan jawaban kamu, Ra" Aldi berada tepat di atas wajah Kiara.
"Biarkan aku tidur nyenyak di samping kamu malam ini. Jawablah." Aldi melanjutkan.
"Apa kamu cemburu dengan hubungan lamaku dengan Verlita?" Aldi mengucapkannya dengan menyentuhkan bibirnya kepada bibir Kiara.
Aldi kembali merasakan bibir lembut dan manis istrinya itu.
"Katakan." Tuntut Aldi di sela-sela ciuman mereka.
__ADS_1
"Jawab aku, sayang" Pinta Aldi masih sambil mencium istrinya.
Setelah merasa Kiara mulai membalas ciumannya dan mulai ingin membuat durasi ciuman mereka lebih lama, Aldi melepas tautan bibir mereka.
Aldi menatap mata sayu Kiara. menuntut jawaban
"Ya, aku cemburu, Al" dengan mata sayu yang menggoda Aldi, Kiara mengucapkan kalimat yang sejak tadi dinantikan oleh Aldi.
Mendengar jawaban yang dinanti sejak tadi membuat Aldi kembali mencium Kiara. Tidak hanya bibirnya yang menjadi sasaran Aldi, tapi juga pipi, mata, dan hampir seluruh bagian wajahnya. Tak lupa bagian leher Kiara yang ternyata amat sensitif.
Jika bukan karena sedang berada di panti asuhan, bisa saja Aldi melanjutkan aksinya hingga tahap akhir. Maka Aldi harus menunda keinginannya saat ini.
Hubungan hati mereka harus sudah sangat kuat saat Aldi membuat Kiara menjadi miliknya secara utuh.
"Sekarang tidurlah, Kiara. Tidurlah dalam dekapanku" Aldi memposisikan kepala Kiara berada di bahu kanannya.
Kiara memejamkan mata sambil mendengar debaran jantung Aldi yang lumayan kencang. Kemudian meletakkan telapak tangan kanannya di dada sang suami.
Bersiap tidur dengan senyuman di wajahnya sambil merasakan pelukan hangat Aldi.
Keduanya cukup lama tidak bisa tidur. Tapi tidak berani memulai obrolan lagi.
Kiara dan Aldi paham bahwa mereka bisa saja tidak tidur hingga pagi jika melanjutkan obrolan mereka. Keduanya hanya sibuk dengan pikiran masing-masing sambil memeluk satu sama lain.
Aldi yang kelelahan menyetir seharian ini terlelap lebih dahulu. Kiara menyusul tidak berapa lama setelah mendengar debaran jantung Aldi yang mulai teratur ketika tidur.
'Selamat malam,Al' Bisik Kiara dalam hati sebelum kantuk menguasai malamnya dan membawanya ke alam tidur tanpa mimpi satupun.
Keduanya terlelap dengan nyenyak hingga mentari pagi dan kokok ayam jantan mengusik tidur mereka.
__ADS_1