
Kiara berganti dengan gaun yang sudah dipesankan oleh Aldi. Gaun elegan nan simpel itu berwarna krem muda yang senada dengan kulitnya yang cerah. Gaun strapless yang tak berlengan itu membuat Kiara terkesan semakin ramping dan tinggi.
Kiara tersenyum menatap dirinya di cermin. Seharian di Blue Corp dia begitu sibuk. Tidak ada waktu kosong baginya untuk sekedar berselancar di dunia maya atau menulis postingan di akun media sosialnya. Tapi Kiara merasa cukup senang.
Jika Kiara hanya berada di rumah saja kemudian mengetahui Aldi di kantor sempat berduaan dengan Verlita, maka pasti hatinya akan gelisah dan banyak dugaan buruk yang Kiara pikirkan. Tapi karena Kiara tau sendiri kejadiannya dan telah menanyakan sendiri kepada Aldi apa yang mereka berdua lakukan ketika berdua, Kiara berharap tidak akan ada lagi kesalahpahaman.
Kiara juga tidak mau ada hubungan yang terjalin di antara keduanya karena sering ada alasan untuk mengerjakan sesuatu berdua. Kiara berada di kantor untuk mencegah kebersamaan keduanya yang seperti itu.
Usai agak lama menatap dirinya di cermin, Kiara ingat akan pegawai butik yang dari tadi air liurnya menetes melihat ketampanan suaminya. Kiara sebaiknya bergegas keluar dan melihat keadaan sang suami.
"Kamu sudah selesai sayang?" Aldi mengulurkan tangannya saat Kiara mendekat kepadanya.
"Hu um." Kiara melihat Aldi juga sudah berganti setelan jas yang baru. Warna jasnya juga sama dengan gaunnya.
"Kita berpakaian begini mau menghadiri acara pesta atau apa, Al?" Kiara merasa heran dengan pakaian mereka yang teramat mewah.
"Kita mau dinner berdua, kan?" Aldi balik bertanya.
"Setelan baru dan gaun baru yang mewah ini apa perlu?"
"Tentu saja perlu. Kamu nggak nyaman memakai baju yang sama sejak pagi hingga malam, kan?"
"Nggak juga. Aku masih oke-oke saja dengan baju kerja aku yang tadi."
"Tapi aku nggak oke dengan setelan jasku yang tadi, sayang. Gimana dong?" Aldi memasang wajah memelas nya.
"Ya gimana ya. Aku menyamakan setelan jas kamu dong, Al." Kiara menertawakan gaya Aldi yang ini. Pria yang berwajah serius dan tanpa ekspresi ketika bekerja tadi sudah sama sekali hilang tak berbekas.
"Okey, kita berangkat." Aldi menggandeng tangan Kiara. Tingkah kedua sejoli ini membuat seluruh pegawai di butik yang kesemuanya wanita itu menjadi terbawa perasaan dan meng-halu tingkat tinggi. Kesemuanya membayangkan pacar mereka bisa semanis itu dan se-royal itu dengan uang mereka demi wanitanya. Tapi mereka sadar, itu hanya bisa terjadi di dunia halu mereka semata.
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸
Tempat makan malam yang mereka tuju adalah sebuah restoran makanan Korea. Hanya saja mereka tidak buka restoran untuk umum. Makan di sana harus reservasi terlebih dahulu. Ada satu chef yang akan memasak di hadapan pelanggannya secara langsung.
Kebanyakan pelanggan yang datang ke restoran chef Jung ini adalah pasangan muda. Ada yang masih hanya berpacaran dan ada juga yang sudah menikah seperti Aldi dan Kiara. Konsep restorannya memang diperuntukkan untuk pasangan yang ingin makan malam dengan romantis. Tidak ada yang mengajak serta anaknya untuk makan malam di restoran chef Jung.
Restoran dengan konsep private dinner seperti ini sangat jarang ditemui di Jakarta. Beberapa pelanggan restoran ini juga ada yang datang dari luar kota. Mereka jauh-jauh dari bandung, bogor dan kota lainnya untuk ke Jakarta demi makan malam di private restoran ini.
"Kamu suka suasana tempatnya?" Aldi membuat Kiara yang melihat-lihat sekeliling restoran itu menjadi berbalik menatap Aldi.
"Lumayan juga, tempatnya nyaman. Apakah ini kencan?" Kiara berbalik menatap Aldi yang sedang menatapnya.
Mereka sedang berada di ruang depan. Menanti chef yang akan keluar untuk berbincang-bincang dengan Aldi dan Kiara sebelum menentukan menu spesial apa yang akan dibuatkan untuk keduanya.
"Kenapa tiba-tiba ingin berkencan?" Tanya Kiara.
"Aku ingin kamu menikmati suasana di luar rumah dan juga luar kantor. Aku ingin merayakan hari pertama kita kerja bareng di Blue Corp."
"Aku kan selalu jujur sama kamu, sayank." Mode ngerayu Aldi dimulai lagi.
"Iya, saking jujurnya ada aja ya yang kamu tutupi dari aku."
"Itu semua kan demi kebaikan kamu, sayang. Aku rela menanggung beban pikiran dalam menyembunyikan beberapa hal tidak menyenangkan buat kamu."
"Itu kan perkiraan kamu aja, Al. Menurut kamu itu baik bagiku. Tapi apakah kamu yakin itu sebenarnya baik untukku?" Tatapan Kiara membuat Aldi tergetar. Kiara sedang marah menatapnya.
Tapi keduanya tidak bisa melanjutkan perbincangan mereka. Ada chef Jung yang datang untuk berbincang dengan keduanya.
" Maaf, tuan Aldi jadi menunggu lama. Chef Jung ingin berbicara dengan Anda sebentar." Seorang asisten yang berada di kanan chef Jung berbicara kepada Aldi dan Kiara.
__ADS_1
Chef Jung ini berasal dari Korea. Dia tidak fasih dalam berbahasa Indonesia. Bahasa yang dikuasai selain bahasa korea adalah bahasa Inggris. Akan tetapi tidak semua pelanggan mau berbahasa inggris. Untuk itulah ada asisten penerjemah ini di sampingnya demi menajaga komunikasi yang lebih lancar antara pelanggan dan sang chef.
"Tidak apa-apa. Kami menikmati waktu kami di sini dengan baik." Jawab Aldi.
Asistennya pun menerjemahkan kepada chef Jung. Kemudian menanti Chef Jung bertanya kepada Aldi.
"Boleh kami tahu gadis cantik di sebelah tuan Aldi ini siapa?" Tanya Asisten chef.
"Dia istriku, nama panggilannya Rara." Aldi menatap Kiara dengan hangat. Tatapan itu menenggelamkan diri Kiara ke kedalaman cinta Aldi yang bisa Kiara rasakan.
"Nona Rara begitu cantik, apa nona menyukai makanan khas Korea tertentu?" Tanya sang asisten.
"Saya boleh meminta makanan yang tidak mengandung babi dan alkohol? Dan untuk daging baik beef maupun ayamnya apa bisa menggunakan yang tersertifikasi halal?" Kiara bertanya dengan hati-hati agar tidak menyinggung chef yang berasal dari Korea asli ini. Sang asisten pun dengan cepat menerjemahkan pertanyaan Kiara dan dengan seksama mendengar jawaban chef Jung.
"Nona Rara tenang saja. Kame memahami bahwa mayoritas orang Indonesia ini menginginkan makanan yang berlabel halal. Kami memiliki menu yang semacam itu juga kok. Ada beberapa penyesuaian bahan bagi yang ingin makanan halal." Sang asisten dengan senyum menjelaskan kepada Kiara.
"Kalian baik sekali, sangat mengerti keinginan pasar. Memahami keinginan para pelanggan. Aku tidak sabar memakan makanan di restoran ini." Kiara juga tersenyum senang. Sejak awal tadi Kiara hendak memasan menu vegetarian dan non alkohol saja agar lebih aman. Tapi ternyata restoran ini di luar ekspektasinya.
"Untuk Tuan Aldi apakah ada keinginan mengenai menu atau bahan yang disuka atau tidak disuka?"
"Tidak ada yang saya tidak suka. Tapi untuk menu yang disuka, saya lebih suka yang banyak dagingnya." Sahut Aldi.
"Baik. Silahkan masuk ke hall dinner bersama kami. Chef Jung akan menyiapkan makanan di hadapan Tuan Aldi dan Nona Kiara." Sang asisten mempersilahkan Aldi dan Kiara memasuki ruangan berikutnya.
Aldi memberikan lengannya, sementara Kiara memegangi lengan Aldi dan berjalan bersama. Kiara tidak sabar mencicipi menu makanan yang sangat mahal di sini. Tapi Kiara lebih tidak sabar lagi melihat bagaimana chef Jung memasak. Kiara yang suka memasak tentu ingin juga membuat menu yang sama untuknya dan Aldi kelak.
🌸🌸🌸🌸
Hai Readers
__ADS_1
Kira-kira apa menu private Dinnernya nanti ya?
_Dinda^^