
Bella terbangun di ranjang tidur empuk rumahnya keesokan paginya. Bella menatap pria tampan yang terlelap di sampingnya.
"Berjanjilah ini tangisan terakhir untuk anak kita Bel. Kembalilah hidup bersama ku, Bella."
Bella masih ingat dengan kalimat yang Bima ucapkan dalam mimpinya. Semua seolah terjadi dalam dunia nyata. Kedatangan Bima yang menenangkan kesedihannya itu tampak benar-benar terjadi. Benarkah Bima ingin hidup bersamanya?
Bella tidak tahan untuk tidak menyentuh wajah suaminya yang tampan dan tampak tak berbahaya ketika tidur ini. Wajah ini tampak hangat ketika menunjukkan cintanya kepada wanitanya tapi begitu menakutkan ketika sudah dikuasai amarah.
Bima pun terbangun akibat sentuhan Bella di pipinya yang mulai tumbuh jambang kecil.
"Kamu sudah bangun, sayang?" Bima kaget melihat Bella yang menatapnya dengan lembut. Bima senang sekali bisa kembali melihat tatapan itu ditujukan kepada dirinya. Bella telah kembali. Bima seketika bangun dari tidurnya dan memeluk Bella yang sudah dalam posisi duduk itu.
"Aku merindukanmu, sayang." Ucap Bima ketika memeluk Bella. Bima memang rindu dengan tatapan lembut wanita ini barusan. Dua hari ini dunia Bima terasa hampa karena tatapan kosong Bella. Bima begitu tercekat dan sulit bernafas melihat Bella yang berurai air mata atau berteriak-teriak dalam tidurnya. Bima sangat bersyukur Bella kembali tampak baik-baik saja seperti ini.
Bella sendiri tidak menyangka akan dipanggil sayang oleh Bima. Biasanya panggilan sayang ini hanya ditujukan untuk Kiara ketika Bella dianggap sebagai Kiara di ranjang hangatnya. Tapi kali ini Bima mengucapkannya dengan sadar. Kalimat ini terasa begitu manis bagi Bella. Membuat Bella pun tersenyum dalam pelukan Bima.
🌸🌸🌸🌸
__ADS_1
Di pagi yang sama, Kiara juga terbangun dengan melihat suaminya berada di sisinya. Aldi tampak tertidur dengan wajah tak berdosanya. Tapi Kiara tidak ada keinginan menikmati wajah tampan nan tenang suaminya. Masih ada ganjalan di hatinya mengenai sikap-sikap Aldi yang tak kunjung Kiara pahami.
Kiara pun memutuskan bangun dari ranjangnya untuk meninggalkan Aldi dan pergi ke ruang Gym untuk berolahraga. Sebab ini masih terlalu pagi untuk sarapan atau bersiap ke kantor.
Kiara jarang sekali berolah raga. Aldi lebih teratur berolah raga dari pada dirinya. Kiara lebih suka berenang dari pada berolah raga. Tapi pagi ini terlalu dingin untuk dipakai berenang. Kiara memutuskan untuk jogging di treadmild di ruang Gym saja.
Awalnya Kiara ingin menghabiskan waktu selama satu jam untuk berolah raga ringan. Tapi tidak lama setelah Kiara berjalan santai di treadmild, Aldi datang kepadanya dengan senyuman. Kiara ingin berpaling dan tak peduli pada wajah tampan penuh senyum itu. Tapi hatinya sudah berdebar hebat. Setiap langkah yang diambil Aldi membuat jantungnya semakin berpacu. Pria ini sering mengambil langkah tak terduga dalam setiap kesempatan bersama dengan Kiara. Kali ini pun Kiara tidak bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh Aldi dengan menyusulnya kemari.
"Begitu semangat untuk berolah raga pagi, sayang?" Senyuman masih saja tak lepas dari bibirnya. Aldi sudah mulai berjalan di treadmild si samping Kiara. Langkahnya sama pelannya dengan Kiara.
"Aku mencari kamu begitu bangun, sayang. Tega sekali ninggalin aku tidur sendirian?" Sebuah wajah manja Aldi tampakkan.
Kiara pun akhirnya berhenti berjalan di samping Aldi dan pergi ke arah kolam renang. Ruang Gym ini tidak jauh dari kolam renang. Jadi tidak butuh lama bagi Kiara untuk ke kolam renang. Di samping kolam renang sudah ada ruang ganti dengan pakaian renang yang tersedia. Kiara pun berganti baju renang dan langsung menceburkan diri di kolam renang.
Rasa dingin yang Kiara khawatirkan ternyata tidak terasa. Hatinya terlalu panas akibat perkataan Aldi barusan. Bisa-bisanya Aldi mengatakan bahwa dirinya lah pelaku yang suka meninggalkan Aldi tidur sendirian. Padahal selama ini Kiara lah yang selalu ditinggal bekerja setiap malam sehingga tidur seorang diri terus-terusan. Kiara sulit sekali menguasai amarahnya hingga berenang beberapa putaran di kolam renang.
Sementara Kiara tampak berenang, Aldi dari jauh melihat bagaimana wanitanya bergerak dengan luwes memutari kolam renang tiada henti. Mendekati Kiara dengan baju renang pada dirinya adalah sebuah cobaan yang cukup berat. Aldi tidak berani mengambil resiko itu. Aldi mempercepat langkahnya agar teralihkan perhatiannya dari bayangan Kiara yang memakai baju renang warna hitam yang begitu kontras dengan warna kulitnya.
__ADS_1
Baik Kiara maupun Aldi menghabiskan waktu setengah jam dengan olah raga mereka masing-masing. Keduanya sama-sama mengusir hawa panas dari diri mereka. Kiara mengusir panas di hatinya, sementara Aldi menghalau panas di pusat dirinya.
Usai sama-sama berolahraga, Aldi mandi di kamar mandi yang ada di kamarnya, sementara Kiara mandi di shower yang ada di samping kolam renang. Kiara masuk ke kamar tidurnya dengan handuk berbentuk Kimono yang membalut tubuhnya. Kiara tampak segar. Aldi melihat rambut Kiara yang basah dan begitu menggoda. Jiwa Aldi pun kembali meronta untuk membuka handuk putih yang senada dengan warna kulit Kiara yang putih.
Sementara itu Kiara yang memasuki kamar disuguhkan oleh pemandangan Aldi yang sudah siap ke kantor dengan setelan jas warna hitamnya. Aldi selalu tampak tampan ketika mengenakan setelan jasnya seperti ini. Nafas Kiara tercekat hanya dengan melihat Aldi yang menatapnya. Aliran oksigen seolah berhenti karena Kiara lupa cara bernafas dengan suguhan pemandangan Aldi yang namoak segar sehabis olah raga dan mandi itu.
'Oh Tuhan, cobaan apa lagi ini? Bagaimana mungkin aku bisa menjaga jarak dari pemandangan indah ciptaan-Mu ini? Di saat aku harus menjaga hati agar tak terlalu dalam mencintainya, aku menjadi semakin tidak bisa mengendalikan hatiku untuk tidak melemparkan diri kepadanya.'
Baik Kiara maupun Aldi sama-sama terdiam di tempat mereka masing-masing dengan ketertarikan yang begitu besar terhadap satu sama lain.
Keheningan di antara mereka seolah tidak akan berakhir jika bukan karena kedatangan Mike yang diberitahukan oleh pelayan mereka.
"Baiklah, biarkan Mike menunggu kami di ruang makan untuk sarapan bersama." Sahut Aldi kepada pelayan perempuan yang ada di pintu kamar mereka. Sementara Kiara sudah kabur ke walk in closet miliknya untuk berganti baju dan ber-make up.
Aldi yang paham bahwa Kiara membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berdandan dan merubah penampilan menjadi Rara pun memilih untuk ke ruang makan menemui Mike dan membicarakan beberapa hal.
"Ada masalah, Al." Kalimat pertama yang Mike sampaikan sudah Aldi perkirakan sebelumnya. Mike pasti memiliki sesuatu yang penting untuk dikatakan di rumahnya. Sesuatu yang tidak bisa dibicarakan di kantor.
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸
_Dinda^^