
"Ra, Apa kamu sedang cemburu?" Aldi mengulangi pertanyaan yang sama.
Sebelumnya Kiara hanya terdiam menatap Aldi ketika pertanyaan ini diajukan kepadanya.
"Aku.. aku hanya.." Kiara tidak bisa mengutarakan isi hatinya. Ide cemburu dari Aldi ini masih dia pikirkan kemungkinannya. Apa iya dia cemburu?
"Jawab dengan jujur, Kiara," Lagi-lagi Aldi mengelus pipi Kiara.
"Aku hanya teringat dengan foto Bima dengan kak Bella. Ada rasa sakit hati seperti ketika mereka mengkhianatiku." Kiara ceritakan saja yang sebenarnya dia rasakan ketika melihat foto makan siang Aldi bersama wanita lain itu. Topik cemburu ini belum bisa dia pastikan, tidak ada yang bisa Kiara akui jika Kiara sendiri tidak yakin.
"Kamu masih sakit hati dengan pengkhianatan Bima?" Aldi emosi mendengar nama Bima disebut lagi di antara mereka.
"Lalu apa kamu tidak sakit hati dengan pengkhianatan mantan kamu ketika sedang makan siang bersamanya?" Kiara yang paham dengan perubahan emosi Aldi juga bisa marah dengan topik mantan kekasih ini.
"Kamu berpamitan untuk urusan bisnis. Tapi aku dapat kiriman foto kamu yang sedang makan siang berdua dengan wanita muda yang cantik dan modis. Kalian berdua tampak sedang mengobrol dengan mesra. Aku merasa dibohongi, Al!" Kiara sedikit berteriak menyerukan kalimat terakhirnya.
"Kemarin itu aku makan siang sendiri. Makan bekal yang kamu bawakan." Aldi menjawab dengan intonasi pelan dan suara yang rendah. Sangat berlawanan dengan Kiara.
Kiara masih tidak percaya dengan perkataan Aldi.
Aldi juga memahami tatapan ketidak percayaan di mata Kiara. Aldi mengeluarkan ponsel pintarnya dan membuka galeri fotonya kemarin siang.
"Lihatlah foto-fotoku kemaren siang ketika makan di taman, Ra." Aldi menyodorkan ponselnya kepada Kiara.
"Tamannya bagus. Aku ingin mengabadikan suasana tamannya yang asri dan sejuk. Juga ingin nunjukin ke kamu gimana lahapnya aku makan bekal makan siang buatan kamu."
Kiara fokus dengan galeri foto yang berada dalam ponsel di genggamannya saat ini. Memang ada beberapa foto kemarin siang dimana Aldi sedang duduk di taman berpose seolah sedang makan.
Ada juga foto ketika Aldi menunjukkan bekal makannya ketika penuh, juga ada beberapa pose imut Aldi ketika menunjukkan kotak bekalnya yang sudah kosong. Kiara hendak protes kepada Aldi, bisa saja Aldi membuang makanannya kemudian berfoto seolah sudah menghabiskan makanannya.
__ADS_1
Tapi Kiara beralih ke video dimana Aldi sedang makan dari awal hingga akhirnya habis. Durasinya sekitar sepuluh menit. Aldi merekam secara penuh ketika dirinya sedang makan dengan lahapnya.
Kiara tidak mungkin melihat seluruh video berdurasi 10 menit itu. Kiara hanya meloncat-loncati beberapa bagian untuk memastikan Aldi memang memakan bekalnya hingga habis.
"Gimana? Sudah yakin kan kalo aku nggak bohong? Kemaren aku makan siang bekal kamu. Nggak makan siang sama Verlita"
Kiara sudah menurunkan level amarahnya usai mengetahui bahwa Aldi makan siang dengan bekal yang dia buatkan. Tapi Kiara tidak senang mendengar Aldi tiba-tiba menyebut nama mantannya di tengah perbincangan mereka berdua.
"Oh, namanya Verlita. Nama yang cantik, ya? Secantik orangnya." Kiara tidak tahan untuk tidak meninggikan lagi level suaranya.
"Kamu lebih cantik, Ra."
Mendengar pujian Aldi yang tidak terasa tulus itu membuat Kiara hanya semakin cemberut dengan lebih memajukan bibirnya.
'Dasar perayu ulung! Mudah banget menggoda dan merayu seperti itu'. Gerutu Kiara dalam hati.
"Tapi tidak lebih seksi dari dia. Kamu sampek menghabiskan seluruh jam makan siang di restoran untuk mengobrol sama dia. Berbicara dengan mesra dengan dia. Kalian terlihat romantis."
'Ah, aku harus lebih sabar menghadapi rasa cemburu wanita cantik di hadapanku ini' Pikir Aldi.
Aldi meraih tengkuk Kiara dan mendekatkan wajahnya, "Apakah seperti ini sudah cukup mesra, Kiara?" Aldi berbisik dengan tetap menatap mata Kiara yang tampak terkejut.
Hampir tidak ada jarak di antara keduanya. dengan menekan sedikit tengkuk Kiara, Aldi sudah bisa membuat Kiara dan dirinya berciuman. Tapi Aldi menahannya.
Antara melanjutkannya ataukah membiarkan tertahan seperti ini, keputusan ada di tangan Aldi. Aldi menanti respon Kiara. Aldi menanti penolakan atau mungkin kepasrahan Kiara.
Untuk beberapa saat, Kiara hanya menatap Aldi dengan terkejut. Tapi kemudian Kiara menatap bulu mata Aldi yang lentik. Lalu berlanjut menatap bibir Aldi yang tipis dan berwarna merah muda secara alami tanpa polesan lipstik.
Setiap tatapan Kiara tak luput dari perhatian Aldi. Dari tatapan terkejut hingga tatapan terpesona Kiara mendapat perhatian penuh dari Aldi.
__ADS_1
Semua tatapan Kiara itu membuat Aldi tergoda beralih menatap bibir Kiara. Sama seperti yang Kiara lakukan saat ini. Semakin lama melakukan itu membuat Aldi semakin gemas. Aldi tak tahan untuk menghilangkan jarak di antara bibirnya dengan Kiara.
Aldi yakin hati Kiara saat ini pasti sedang berdebar hebat seperti halnya hatinya sendiri.
'Ah, aku tidak boleh melakukan semua itu saat ini. Kiara harus yakin dengan hubungan kami sebelum aku melanjutkan apa yang aku inginkan terhadap bibir wanitaku ini' pikir Aldi
"Apakah seperti ini sudah romantis, sayangku?" Tangan Aldi yang tadinya berada di tengkuk Kiara berjalan dengan pelan ke depan melewati rambutnya hingga mengelus lembut pipinya.
Aldi memberi jarak di antara mereka kembali. Terlalu dekat akan sangat berbahaya bagi pertahanan Aldi.
"Apa yang mau kamu coba buktikan, Al?" Kiara memejamkan mata. Berusaha menata hati dan berpikir jernih kembali.
"Aku ingin menunjukkan ke kamu, gimana sikapku ketika ingin bermesraan dengan wanita yang aku inginkan," Tangan Aldi masih berada di pipi Kiara, mengelusnya dengan lembut ketika berbicara.
Kiara menenangkan debaran hatinya dan kembali menarik nafas panjang. Merasa cukup tenang, Kiara membuka mata menatap Aldi.
Kiara berusaha untuk tidak mendekat ke pria berbahaya ini dan minta dicium. memfokuskan pandangannya ke mata bening pria ini.
"Jadi apa yang mau kamu jelaskan mengenai foto itu, Al?"
"Tidak ada apapun di antara aku dan dia. Jika bukan karena terpaksa, aku tidak akan sudi menemui dia. Tidak sedikitpun aku bersikap mesra kepada wanita lain selain kamu, Kiara."
"Bagaimana dengan ketika kamu bertahun-tahun bersama dia? Nggak mungkin kalian nggak pernah bermesraan!"
"Oh, yang menjadi masalah itu ketika aku masih sama dia. Kalau kamu sama Bima gimana?" Aldi sudah mulai marah.
"Aku sama Bima nggak pernah melewati batas, kok. Aku belum pernah aneh-aneh sama dia. Tapi kamu sama mantan kamu yang hidup di luar negeri itu yang bisa melakukan segala hal dengan bebas!" Kiara juga menjadi marah, Kiara kira Aldi menuduhnya melakukan hal di luar batas seperti Bella dan Bima.
Aldi tertegun. 'Apa sih yang Kiara bicarakan ini. Apa sebenarnya yang wanita ini permasalahkan?'
__ADS_1