Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Cinta Mike yang Tak Kunjung Padam (2)


__ADS_3

Mike tergesa-gesa berjalan ke kantornya. Selama ini Mike tidak pernah berani membuat kesempatan untuk bisa berdua saja berbicara dengan Verlita. Tapi tatapan Verlita barusan membuatnya tidak bisa menahan diri. Mike seolah menemukan tatapan kekasihnya yang dulu tidak hanya mengenalinya. Tapi juga memiliki perasaan cinta yang sama seperti dirinya.


Setibanya di kantornya, Mike seolah kebingungan bagaimana harus bersikap dan apa yang harus Mike bicarakan. Sebelumnya Mike seolah memerintahkan Verlita sebagai bawahan untuk melakukan sesuatu untuk atasannya. Mike kini harus memikirkan tentang pekerjaan apa itu yang harus Verlita kerjakan untuk Mike.


Tapi tentu saja Mike tidak bisa fokus. Mike selalu ingin memikirkan bagaimana menyatakan perasaannya. Mike ingin Verlita mengigat lebih banyak lagi kenangan manis keduanya di masa lalu. Mike ingin membuat Aldi yakin bahwa Verlita yang baik itu telah kembali dan tak akan mengganggu hubungan Aldi dengan Kiara.


"haha." Mike tertawa akan jalan pikirannya. Kenapa bisa Mike berpikir sejauh itu. Verlita sendiri belum tentu masih mengingat perasaannya yang dulu. Verlita belum tentu mengingat bagaimana hubungan kasih mereka begitu mesra dan manis.


Ketika Mike sedang asik menertawakan dirinya itu, sebuah ketukan yang terdengar mantap terdengar dari pintu kantor Mike.


Bisa Mike pastikan bahwa itu pasti Verlita."Masuklah." ucap Mike singkat. Mike merubah posisi duduk santainya menjadi lebih tegak dan tampak profesional sebagai seorang atasan.


"Selamat sore,pak." Verlita tersenyum manis bersama sapaannya.


Mike terdiam sejenak menikmati senyuman itu. Hingga Mike lupa menjawab sapaan biasa Verlita.


"Pak, boleh saya duduk?" Verlita berdiri cukup lama menanti jawaban Mike atas sapaannya. Sehingga Verlita berinisiatif untuk meminta ijin duduk di depan Mike.


"Oh, ya. Silahkan duduk. Selamat sore juga Verlita." Mike tersadar akan kebodohannya barusan. Mike berulang kali mengulang-ulang dalam benaknya untuk bersikap profesional. Mike tidak boleh membahas hal pribadi.


"Kamu masih saja belum pulang, Verlita? Apa memang terbiasa lembur?" Mike melihat angka di jam tangannya yang sudah menunjukkan bahwa ini sudah melebihi jam kerja kantor ini.


"Saya hanya lembur kadang-kadang saja pak, ketika ada proyek yang harus diselesaikan segera."

__ADS_1


"Oh, begitu. Proyek apa yang saat ini kamu tangani?" tatapan Mike tampak biasa seolah menanyai anak buahnya.


"Saya.. saya.." Verlita yang ditatap begini malah kehilangan kata-kata, bukan karena verlita tidak bisa menjelaskan mengenai proyeknya. Tapi dia tidak bisa menebak apa sebenarnya yang ingin diketahui oleh Mike yang merupakan bos kedua setelah Aldi sang pemilik Blue Corp.


"Jawab saja dengan santai, Verlita. Saya tidak sedang menginspeksi pekerjaan kamu. Saya hanya ingin memastikan seberapa besar beban kerja kamu sebelum saya akan menambahkan beberapa pekerjaan lagi untuk kamu tangani." Mike berusaha untuk tidak tersenyum dan menenangkan Verlita yang masih saja menatap Mike dengan penuh selidik.


Verlita tampak lebih santai mendengar penjelasan Mike. Dia pun kembali tersenyumm dan berbicara dengan lancar. "Saya saat ini mengerjakan proyek pengembangan perangkat lunak untuk klien baru kita pak. Tapi kami ada kendala dengan SDM perusahaan kita pak. Beberapa karyawan andalan saya telah dimutasi dan saya harus menangani beberapa hal seorang diri. Karena hal itu jugalah saya jadi sering lembur akhr-akhir ini."


Mike mengangguk penuh perhatian. "Bagus, Verlita. Saya terkesan dengan dedikasi kamu dalam pekerjaan kamu. Karena hal itu jugalah saya terpikir untuk melimpahkan tanggung jawab baru sama kamu."


Verlita memandang Mike dengan penuh kejutan. "Tanggung jawab baru, Pak?"


Mike akhirnya tidak bisa untuk tidak menahan senyumnya, Mike berharap untuk membuat suasana obrolan keduanya tetap santai meskipun mereka membahas mengenai pekerjaan secara profesional. "Ya, saya sedang menangani proyek khusus yang saya pikir akan berjalan dengan baik jika ada bantuan dari kamu. Ini adalah proyek besar yang membutuhkan keahlian dalam pengembangan perangkat lunak. Tapi tidak hanya itu, saya juga lebih mendahulukan pegawai yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pekerjaannya seperti yang kamu miliki ini."


Verlita tampak merasa senang meski pun kecemasan juga tampak dari ketegangan di wajahnya. Mike tahu dia pasti penasaran dengan detail proyek yang akan dilimpahkan kepapdanya.


Mike melihat ke dalam mata Verlita dengan penuh keyakinan. "Verlita, proyek yang kamu tangani saat ini juga sangat penting, dan saya menghargai dedikasimu. Namun, saya percaya kamu memiliki kemampuan untuk mengatasi tantangan baru ini."


Verlita tidak menduga akan ditatap seperti ini. Verlita bisa melihat keyakinan Mike akan kemampuan dan kinerjanya. Ada sedikit rasa bersalah di hati Verlita, tapi tentu Verlita tidak menghiraukannya.


Verlita pun mengangguk perlahan. "Terima kasih, Pak Mike. Saya akan memberikan yang terbaik untuk kedua proyek ini."


Mike tersenyum. "Menurut saya, kamu pasti bisa, Verlita. Proyek baru ini adalah pengembangan aplikasi manajemen proyek internal perusahaan. Aplikasi ini akan membantu kita dalam mengatur dan melacak perkembangan proyek-proyek yang sedang berjalan."

__ADS_1


Verlita mendengar dengan antusias. "Itu terdengar menarik, Pak. Tapi apa bapak yakin bahwa saya bisa memberikan kontribusi yang berarti dalam pengembangan aplikasi ini?"


Mike seketika mengangguk dengan cepat. "Aku tidak ragu tentang itu, Verlita. Kamu akan bekerja sama dengan tim yang sudah terbentuk sebelumnya, saya juga akan tetap memantau dan memberikan dukungan serta bimbingan kepada kalian selama proses pengembangan."


Verlita tidak lagi memiliki keraguan akan niat baik Mike. "Terima kasih, Pak Mike. Saya akan berusaha untuk tidak akan mengecewakan bapak."


Mike mengangguk tegas. "Saya percaya itu. Saya harap kamu tidak ragu untuk bertanya atau meminta bantuan jika ada hal-hal yang perlu kamu butuhkan atau klarifikasi dalam proyek ini."


Verlita tersenyum kembali dengan manis, membuat hati Mike semakin porak-poranda menahan diri untuk tidak meraih dan mencium bibirnya seperti dulu. "Saya akan mengingat itu, Pak Mike. Saya benar-benar berterima kasih atas kesempatan ini."


Mike berdiri dari kursinya dan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Verlita. "Semoga proyek ini menjadi kesempatan bagimu untuk terus berkembang dan membuktikan potensimu."


Verlita tidak menyangka akan apa yang Mike sampaikan kali ini. Jabat tangan ini juga menunjukkan bahwa perbincangan mereka sudah cukup dan pertemuan ini bisa diakhiri. Seharusnya Verlita segera meraih uluran tangan Mike untuk berjabat tangan. Tapi Verlita merasa enggan untuk menjabat tangannya.


"Saya akan berusaha sebaik mungkin, Pak Mike." Ucap Verlita dengan senyuman termanisnya sambil perlahan mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Mike..


Tatapan keduanya berlangsung cukup lama, seolah ada magnet tak terlihat yang menarik mereka satu sama lain. Mike bisa merasakan detak jantungnya yang semakin cepat, dan dia merasa seperti berada dalam aliran waktu yang melambat. Dia tak bisa mengalihkan pandangannya dari mata Verlita, seolah-olah ada sesuatu di dalamnya yang membuat Mike terhanyut. Tatapan Verlita begitu intens dan hangat, membuatnya merasa berada dalam dunia yang berbeda. Dia merasa ingin lebih dekat, ingin merasakan kehadiran Verlita dengan lebih nyata.


Tanpa sadar, tangan Mike menggenggam tangan Verlita yang masih berjabat tangan dengan semakin erat. Kedua tangan mereka bersatu dalam genggaman yang lebih erat tapi kelembutannya terasa hingga relung hati Mike. Hal ini membuat Mike merasakan getaran kecil yang melewati kulitnya ketika mereka bersentuhan.


"Verlita," ucap Mike perlahan, suaranya bergetar karena emosi yang terasa begitu mendalam. Matanya masih terfokus pada mata Verlita, seolah-olah dia mencoba membaca perasaan yang ada di dalamnya. Mike ingin Verlita untuk tidak menghalangi Mike yang ingin mengulang masa dimana mereka dulu masih sebagai sepasang kekasih.


🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Maafkan author ya.. Banyak cerita yang masih mau author bagi dengan kalian mengenai Aldi, Kiara, dan tokoh-lain dalam novel ini.


_Dinda^^


__ADS_2