
"Tambah lagi grill salmon ini ya, Al."Kiara mengambilkan beberapa grill salmon ke piring makan Aldi.
Sebenarnya Aldi sudah makan banyak salmon ini sejak tadi. Tapi Kiara terus saja menambahkan potongan salmon setiap Aldi menghabiskan yang ada di piringnya.
"Kiara, aku sudah cukup makan salmon."
"Sudah? Padahal masih sedikit loh. Salmon baik buat penyembuhan luka-luka kamu, Al." Kiara tidak mau mengalah.
Aldi mengalah dan memakan apa yang sudah Kira letakkan di piringnya.
"Ini piring terakhir ya, Ra. Aku kenyang pake banget ini." Wajah Aldi tampak memelas.
Usai Aldi dan Kiara menyelesaikan makan pagi Marelan, Daniel datang dengan setumpuk map. Aldi dan Daniel hendak ke ruang kerja. Tapi Kiara melarangnya.
"Sebaiknya kamu duduk di sofa ruang tamu yang lebih empuk, Al. Jangan di ruang kerja. Ruang tamu yang luas ini juga lebih nyaman dari pada ruang kerja."
"Kamu ingin ikut dengerin laporannya Daniel? Ini mengenai Ferdi."
"Beneran aku boleh gabung?" Kiara seketika tampak senang.
"Iya. Boleh."
"Kalo gitu duduk di sofa ya. Sambil aku suapi buah-buahan."
Aldi merasa heran betapa senangnya Kiara dilibatkan seperti ini. Mungkin Kiara harus sering-sering Aldi ajak berbagi cerita dan dilibatkan dalam beberapa penyelesaian masalah yang ringan.
Daniel memberikan laporan penyelidikan kesalahan Ferdi di BLUE CORP. Dokumen yang dikumpulkan oleh Daniel bisa digunakan untuk menuntut Ferdi dan memenjarakannya.
__ADS_1
"Simpan dulu dokumen-dokumen itu. Kita akan menyerahkannya ke polisi setelah selesai berurusan dengan Adelia. Aku ingin melihat kamera CCTV yang memantau keadaan Adelia saat ini." Aldi memberi perintah kepada Daniel.
Mike ada di ruangan dimana Adelia kini berada. Kiara sendiri tidak tahu di ruangan mana Adelia berada. Dan Kiara pun tidak peduli.
Kiara melihat tayangan CCTV Adelia bersama Mike melalui laptop yang disiapkan Daniel. Kiara melihatnya bersama Aldi.
"Biarkan Adelia tahu siapa yang menangkapnya." Aldi seolah memberi perintah kepada Mike.
Setelah agak lama memperhatikan, sepertinya Mike mamakai ear phone yang tersambung dengan mikrofon kecil di sekitar Aldi saat ini. Itu artinya suara Kiara juga bisa terdengar Mike di sana.
Mike membuka tutup wajah Adelia. Wajah Adelia tampak terkejut begitu melihat Mike ada di hadapannya.
"Jadi kamu yang tergoda dengan tubuh polosku? Langsung membawaku ke rumah kamu begitu melihat tubuh mulusku nggak tertutup apapun!" Adelia tampak tidak takut sama sekali kepada Mike setelah penyiksaan tadi malam.
Adelia yang ada di hadapan Mike saat ini sudah diberikan pakaian. Luka di tubuhnya yang tadi malam juga sudah tidak tampak akibat tertutup oleh pakaiannya. Adelia pun tidak menampakkan rasa sakit sedikitpun. Adelia seolah senang akan mempermainkan perasaan Mike.
"Seharusnya kamu memanggilku mama dengan sopan." Adelia juga bernada dingin.
"Kamu lupa sudah bercerai dari papa ku?" Mike agak emosi mendengar kata mama.
"Oh. Aku tentu lupa. Bersama dengan papa kamu ataupun nggak sama sekali tidak ada bedanya. Aku tetap di kelilingi pria yang memuja dan memuaskan ku setiap hari." Adelia tertawa.
"Kamu sungguh wanita gila! Kamu sakit!" Mike ingin rasanya kembali menampar wanita di hadapannya. Tapi Mike kini harus menahan diri untuk mendapatkan pengakuan dan informasi dari wanita ini.
Adelia kembali tertawa mendengar Mike memaki-maki dirinya. "Wanita gila di hadapan kamu ini mampu membuat papa kamu bertekuk lutut di hadapannya selama puluhan tahun. Bahkan papa kamu tega membuang wanita yang dulu dicintainya demi wanita yang kamu sebut gila!"
Mike semakin emosi mendengar Adelia mengungkit luka terdalamnya. Tapi Mike berusaha berpikir seperti Aldi. Kira-kira bagaimana sepupunya yang pintar itu akan membalikkan situasi pembicaraan yang tidak menguntungkan ini menjadi alat mendapatkan informasi yang diinginkan.
__ADS_1
"Iya, kamu memang hebat. Sayangnya kamu selamanya akan hidup sendiri. Kamu sudah dibuang oleh papaku. Para kekasih kamu juga sudah aku buat masuk penjara semua. Dan kamu tidak akan bisa memiliki anak sampai kapanpun!"
Mike bisa melihat Adelia mulai menatapnya dengan penuh emosi. Tidak bisa memiliki anak adalah kekurangan terbesar dalam hidup Adelia. Dengan susah payah Adelia berusaha melupakan hal itu dan kembali menikmati hidup. Tapi Mike mengungkit hal ini.
"Diam kamu anak sialan! Ini semua gara-gara kelakuan mama kamu yang laknat! Karena dia aku kehilangan anakku! kehilangan rahimku!" Adelia berteriak-teriak seolah kehilangan akalnya.
Mike senang melihat reaksi Adelia. Mike puas telah membuat Adelia emosi dan melukai perasaannya begini.
"Jangan ngarang deh. Kita berdua sama-sama tahu bahwa kamu jatuh karena kesalahan kamu sendiri. Mamaku sama sekali nggak nyentuh kamu! Apalagi Sampek mendorong kamu!"
"Hahaha" Adelia kini yang berganti tertawa senang.
"Siapapun akan lebih percaya kepada ucapan korban yang mengalami nasib tragis. Apalagi jika korbannya seorang wanita muda cantik sepertiku. Nggak akan ada yang percaya perkataan wanita tua seperti mama kamu!"
"Diam kamu!" Mike tidak tahan jika mamanya sampai dijelek-jelekkan oleh orang lain. Apalagi jika yang menghinanya adalah Adelia.
"Kamu kira mama kamu benar-benar baik dan suci?! Jika memang seperti itu, tidak mungkin kakek dan papa kamu akan percaya dengan drama tangisku. Mereka percaya mama kamu bersalah karena memang mama kamu selama ini sudah terlalu sering menyakitiku!" Adelia dengan berapi-api menyulut api di hati Mike.
"Jangan memanipulasi perasaanku terhadap mamaku sendiri. Mamaku sama sekali tidak bersalah. Dia wanita yang lembut dan baik. Tidak pernah sekalipun berkata kasar atau berteriak seperti kamu, wanita gila."
"Tapi mama kamu memang sudah gila. Aku sudah membuat mama kamu gila dengan merebut kasih sayang suaminya. Aku memberi papa kamu anak dan melayaninya setiap hari dengan baik. Tidak seperti mama kamu yang sakit-sakitan setelah melahirkan kamu."
Adelia membisikkan kalimat demi kalimat di telinga Mike. Ingin memancing amarah Mike lagi. Membuat Mike marah adalah obat bagi rasa sakit yang dia rasakan sejak tadi malam. Mike harus merasa sangat sakit karena mengetahui kelakuan mamanya yang dianggap baik.
"Kamu jangan membohongiku." Mike masih menyangkal setiap perkataan Adelia.
"Tanyakan saja kepada papa kamu tersayang kenapa dia bisa semudah itu berpaling dari istrinya ketika aku masuk ke dalam hidup mereka. Aku juga tidak akan dengan mudah mendapatkan semua yang dimiliki mama kamu jika bukan karena dia memang memiliki kekurangan. Mama kamu sudah lama tidak mau melayani urusan ranjang papa kamu. Itulah penyesalan terbesar mama kamu!" Adelia masih berbicara dengan berbisik. Memberikan efek mengerikan di hati Mike.
__ADS_1