
Bima mengubur diri di klub malam sejak tahu dirinya telah melepaskan Kiara dengan sia-sia. Awalnya Bima dikuasai oleh amarah. Tapi setelah melampiaskan amarahnya kepada Bella, kini hanya penyesalan yang tersisa pada diri Bima.
Dia menyesali kebodohannya yang telah melepaskan Kiara begitu saja tanpa memperjuangkannya terlebih dahulu. Dia menyesal tidak menyelidiki lebih jauh bagaimana Bella bisa berada di kamarnya malam itu.
Bima berada di klub malam langganannya dulu. Dia member VVIP di sini sejak lama. Dia menyewa private room seorang diri dengan minuman keras yang terus datang tanpa akhir. Beberapa gadis penghibur yang ditawarkan oleh manajer klub telah dia tolak. Dia hanya ingin minuman keras sebanyak mungkin hingga dirinya tak sanggup lagi meminumnya.
"Kiara. Aku sudah begitu bodoh."
Kalimat itu terus diulang-ulang oleh Bima sambil menatap setiap foto Kiara yang ada di ponselnya.
Sehari semalam Bima tidak sadarkan diri karena minuman keras. Mommy Diandra menjemputnya setelah dua hari anak lelakinya itu menghilang.
Diandra heran mengetahui anak maupun menantunya tidak ada yang pulang selama dua hari dan tidak ada kabar.
Diandra sudah mencari keberadaan Bella kemanapun. Tapi orang-orangnya tidak menemukan sama sekali jejak Bella.
Hanya Bima yang Diandra temukan. Diandra yakin telah terjadi sesuatu dalam rumah tangga anaknya.
Bima dirawat di rumah sakit yang sama dengan Bella. Tapi tidak satupun dari Bima maupun Diandra yang sadar bahwa Bella juga ada di sana.
Setelah beberapa hari dirawat, Bima diperbolehkan pulang. Bima tidak menyebut Bella sama sekali. Diandra juga tidak mempertanyakan keberadaan menantunya maupun apa yang terjadi di antara keduanya.
Diandra sudah mengecek CCTV hotel. Yang Diandra cermati adalah bagian dimana Bima terlihat keluar dari ruang kerjanya dengan tampang berantakan. Bella yang sebelumnya sudah lama di ruangan Bima juga tak kunjung keluar.
Hingga ada wanita dengan memakai masker memasuki ruangan kerja Bima dengan memapah Bella keluar. Tampang Bima yang sebelumnya berantakan kalah jauh dengan bagaimana berantakannya Bella saat itu.
Bella juga nampak kesusahan berjalan jika saja tidak ada teman perempuannya yang membantu. Ada sebuah dugaan di benak Diandra. Tapi hatinya menolak percaya bahwa anak lelakinya sanggup melakukan hal kejam seperti itu.
Kini Diandra hanya ingin fokus mencari keberadaan Bella. Juga menyembuhkan tekanan mental yang sedang dihadapi anaknya.
Daddy Bima kini menangani urusan kantor. Bima sementara diberikan liburan oleh Mommy dan Daddy.
Frans Atmaja, sang ayah, cukup khawatir dengan keadaan anaknya. Psikiater juga sudah menangani kasus Bima sejak di rumah sakit. Tapi belum ada banyak perubahan.
Kondisi Bima masih sama. Suka termenung menatap ke luar jendela. Jika tidak ada orang yang menemani atau memperhatikan, Bima akan mencari tempat untuk merokok. Bisa di kamar mandi, taman rumah sakit, atau bahkan atap gedung rumah sakit.
Sempat ada kekhawatiran Bima akan bunuh diri. Tapi kedua orang tuanya yakin Bima tidak selemah itu.
__ADS_1
Usai Bima diperbolehkan pulang dari rumah sakit, Bima masih tetap tidak banyak bicara. Kedua orang tuanya semakin gencar mencari keberadaan Bella.
Hingga pada akhirnya Bella menyalakan ponselnya. Pesan yang Diandra tinggalkan sejak beberapa hari sebelumnya, kini terbaca.
Begitu mengetahui Diandra mencari keberadaan Bella dan mengkhawatirkan dirinya, Bella ingin segera menghubungi kembali. Tapi Bella mengurungkan niatnya. Bella harus sabar menanti segala hal mereda. Terutama emosi Bima.
Di saat yang sama, Aldi sedang berbicara dengan Mike di suatu pusat perbelanjaan.
"Bima mulai mengerahkan sumber dayanya untuk mengetahui latar belakang kamu, Al."
"Berikan informasi yang salah. Hanya tinggal dua minggu lagi."
"Baiklah. Bagaimana dengan papaku?"
"Dia sudah menjanjikan aku satu bulan pernikahan. Seharusnya segala prosedur transfer aset sudah dia mulai jalankan."
"Kenapa kamu seyakin itu? Kamu kan tahu betapa serakah ibu tiriku."
"Tenang saja. Papa kamu sudah dalam kendaliku."
Aldi tersenyum menenangkan.
Selang sehari setelah itu, Bima yang masih beristirahat di rumah beberapa hari ini menerima informasi yang dia tunggu-tunggu. Informasi mengenai Aldi.
Bima membuka amplop coklat yang baru saja diantarkan oleh informannya. Kemudian membaca informasi yang tertulis di dalamnya.
-------------------------
| Nama : Revaldi Ahmad Wijisasongko
| Ayah : Dimas Prabowo Wijisasongko
| Ibu : Caroline Elizabeth
| Ayah meninggal di Singapura. Ibu masih menetap di Singapura.
| Memiliki kakek bernama Prabowo Wijisasongko. Pemilik perusahaan multinasional BLUE CORP.
__ADS_1
| BLUE CORP saat ini dipimpin oleh Damien Prabowo Wijisasongko\, saudara tiri Dimas Prabowo Wijisasongko.
| Pewaris BLUE CORP saat ini adalah Michael Wijisasongko. DIrektur Jaringan Mall BLUE CORP di Indonesia.
| BLUE CORP di Singapura awalnya dipegang oleh Dimas Prabowo Wijisasongko. Sejak dia meninggal\, perusahaan Singapura kini ditangani oleh pegawai biasa.
| Revaldi Wijisasongko TIDAK PERNAH TERLIBAT DALAM PERUSAHAAN BLUE CORP SAMA SEKALI.
-------------------------
Usai membaca lembar informasi yang ada di tangannya, Bima mengerutkan dahi. Jadi Aldi memang seorang pangeran. Sayangnya dia bukan pewaris seperti dirinya. Bima tersenyum mengejek.
Bima menutup kembali amplop di tangannya dengan sedikit lega. Dia akan menggunakan beberapa trik untuk membuat Kiara kembali ke sisinya.
Kalau perlu Bima akan membeli WS TECH supaya Aldi tersingkir dari pekerjaannya dan tidak memiliki apa-apa, Dengan begitu Aldi tak akan bisa bertanggung jawab terhadap hidup Kiara.
Aldi hanya pegawai WS TECH. Bukan bagian dari perusahaan multinasional sekelas BLUE CORP yang memiliki pusat perusahaan di Jepang dan beberapa cabang di negara lain, termasuk Indonesia.
Di waktu yang sama, Diandra juga menerima informasi yang sama dengan yang diterima oleh Bima. Diandra mulai memperketat perhatiannya kepada anak semata wayangnya, Bima. Diandra sangat khawatir Bima melakukan kesalahan lebih besar yang nantinya akan disesali.
Pandangan Diandra menerawang membaca tulisan BLUE CORP tercetak tebal. Perusahaan sekelas BLUE CORP dengan jaringan multinasional bukanlah industri yang bisa diremehkan. Bima tidak boleh berlaku macam-macam dengan keluarga pemilik BLUE CORP.
Aldi juga menerima pesan dari Mike. Informasi yang salah telah sampai ke tangan Bima. Begitu pula dengan orang tuanya.
Aldi tersenyum cerah. Tak sabar menantikan pertunjukan yang akan dimainkan oleh Bima di hadapannya. Aldi sangat yakin dengan langkah apa yang akan dimainkan oleh orang dengan kecerdasan sekelas Bima.
Kini Aldi menghubungi Damiean Prabowo Wijisasongko.
"Halo Om"
"Ya, Al"
"Bukti perselingkuhan istri kecil om sudah lengkap. dari video panasny adi hotel bersama selingkuhannya hingga rekaman pembicaraan keduanya mengenai harta om sudah aku kantongi. Kapan kita akan melakukan transaksi?"
"Secepatnya. Dua hari lagi kita bertemu dengan menghadirkan pengacara dan notaris sekalian."
"Okey, Kita bertemu di BLUE CORP saja."
__ADS_1
"Oke, langsung ke ruangan Om dengan lift khusus seperti biasa ya."