Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Percaya dengan Anak Kami


__ADS_3

Kiara ingin mendekati Aldi sejak tadi dan menanyakan maksud berita ini. Kiara masih belum tahu jika berita itu merujuk kepada dirinya dan Aldi. Bahkan Kiara tidak menduga bahwa wanita di foto itu dirinya, sebab Kiara tidak pernah berada di tempat yang ada di foto itu. Kiara yakin wanita di foto itu memang bukan dirinya.


Tapi Kiara tidak sadar bahwa dirinya memang telah lama tidak posting apapun di akun media sosialnya. Kiara terlalu sibuk dengan pekerjaannya di Blue Corp selama ini. Meski Aldi melarangnya bekerja terlalu keras, tapi Kiara ingin belajar banyak hal mengenai situasi Blue Corp. Sehingga pikirannya sibuk memahami dan mempelajari dokumen yang sampai ke tangannya. Kiara juga sering memperhatikan gosip dan bisik-bisik yang berseliweran di antara pegawai. Terutama gosip mengenai Verlita. Karena itulah Kiara menjadi kelelahan begitu tiba di rumah. Tanpa menunggu Aldi, Kiara sudah terlebih dulu terlelap setiap malam.


"Al, kenapa kamu konsen banget sama berita ini? Di foto ini kan memang bukan kita berdua." Kiara akhirnya memiliki kesempatan untuk menanyakan ini setelah kepergian Mike.


Aldi heran dengan pertanyaan Kiara. Dari tadi Aldi khawatir Kiara akan terganggu karena berita ini. Tapi yang diberitakan ternyata tidak sadar. Dan itu karena wanita di foto ini memang bukan dia.


Dengan begini Aldi pun merasa lega. Kiara baik-baik saja. Tapi Aldi tidak bisa merasakan perasaan lega itu cukup lama. Dengan tiba-tiba Daniel masuk ke ruang Aldi dengan ketergesa-gesaannya.


"Pak. Banyak wartawan berkumpul di depan perusahaan. Mereka ingin wawancara dengan bapak atau nyonya Kiara." Kabar Daniel ini membuat Aldi melirik ke arah Rara. Aldi masih terlihat santai bagi Daniel. Tapi ketika lama melihat ke arah Rara, Aldi berubah menatap dingin ke arah Rara. Daniel mengamati semua perubahan ini dan ada rasa takut di hatinya. Bisa jadi Daniel bersalah lagi.


"Tangani tanpa aku. Dan setelah ini jangan masuk begitu saja ke ruangan ini jika aku tidak mempersilahkan." Perintah Aldi kepada Daniel. Membuat Daniel menelan ludah dengan berat.


"Maaf, pak. Saya permisi." Daniel harus segera kabur menyelamatkan diri. Aldi tidak sedang bersuasana hati yang baik saat ini. Ditambah Daniel telah bersalah kembali.


Aldi hanya diam menanggapi Daniel. Aldi masih menatap ke arah Rara.


"Mendekat Lah kemari, Ra." Panggil Aldi kepada Rara setelah Daniel keluar dari ruangannya.


Rara dengan enggan mendekati Aldi.


"Ra, apa yang kamu pikirkan." Aldi dengan lembut menanyai Kiara yang kini duduk di pangkuan Aldi.

__ADS_1


"Kenapa mereka menulis hal yang tak berdasar dengan begitu tega, Al." Kiara tampak sedih.


"Kamu sedih, sayang?" Aldi tak berhenti menatap kesedihan di mata Kiara.


"Mereka menginginkan keretakan hubungan kita, Ra. Mereka memiliki mata-mata lagi yang ditanam cukup dengan kita. Karena itulah mereka bisa punya fotoku ketika berkunjung ke rumah sakit. Kamu saja nggak tahu aku mendatangi kamar itu. Tidak banyak yang bisa mengambil foto itu."


"Ya, aku yakin kamu akan menemukannya dengan cepat. Tapi tetap saja kata-kata yang tertulis di artikel berita itu begitu menyakitkan. Berani-beraninya memfitnah anak kita." Kini amarah tampak di mata Kiara.


Aldi tertegun menatap itu. 'Memfitnah anak kita.' Aldi memikirkan perkataan Kiara ini. Kiara begitu yakin bahwa ini anak mereka berdua. Apa sebenarnya yang terjadi di malam pertama kamu di rumah itu Ra. 'Kapan kamu akan Sudi menceritakannya dengan sendiri?' Aldi merasakan frustasi yang dia pendam sendiri dalam hati.


"Ra, jangan terpengaruh dengan rumor. Kalau bisa jangan baca rumor apapun. Aku memiliki rencana. Sehingga kita bisa menemukan siapa saja yang berada dibalik perencanaan ini kepada kita."


"Tentu. Aku tidak akan lagi percaya akan berita semacam ini. Aku akan lebih percaya sama kamu, Al"


Haruskah Aldi mempercayai apa yang Kiara katakan mengenai anak itu? Kiara sudah menyebut anak itu sebagai 'anak kita' sebanyak dua kali. Kiara begitu. yakin dengan pasti bahwa ini anak kami berdua.


"Ra, jangan terpengaruh dengan rumor ini, ya. Kesehatan mental kamu sangat berpengaruh kepada kehamilan ini. Kamu harus sehat agar bayinya juga sehat. Kamu segalanya untukku, Ra. Jangan sakit karena kehamilan ini. Aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa. Kamu adalah yang paling berarti dalam hidupku. Kamu harus mengutamakan diri kamu dari pada siapapun. Termasuk mengutamakan diri kamu dari pada anak ini."Aldi akhirnya menyebut anak ini. Aldi menempelkan telapak tangannya di perut Kiara dengan perasaan berdebar.


'Anakku' Sebut Aldi dalam hati. 'Apakah ini anakku?'


Aldi tidak menyangka Kiara mau mengandung anak mereka dalam waktu singkat mereka bersama. Kebanyakan wanita di sekitarnya menolak hamil dini. Mereka takut badan mereka menjadi gemuk dan rusak. Mereka ingin selalu tampil cantik. Tidak mau sampai kulit mereka terlihat tidak cantik karena pasca melahirkan. Apa lagi tidak sedikit yang berubah menjadi tetap gemuk usai melahirkan. Kiara memang berbeda dengan kebanyakan wanita.


"Aku akan berusaha nggak terpengaruh, Al. tenang saja. Kamu fokus cari pelakunya. Tangan kamu ini bisa lakuin apa aja." Kiara menautkan jari-jari mereka dan menempelkan telapak tangannya dengan Aldi yang akhir-akhir ini menjadi begitu pemarah.

__ADS_1


Aldi menatap Kiara dengan lembut. Lama tidak melakukan hal itu membuat Aldi berdebar dan membayangkan kehangatan Kiara. Tapi Aldi belum boleh melakukannya. Aldi harus menjaga jarak dan menjauh dari Kiara. Tapi Kiara masih duduk di pangkuan Aldi atas permintaan Aldi sendiri. Hal ini tentu membuat Aldi semakin berdebar dan menajdikan udara di sekitarnya semakin panas.


Kiara melihat kegelisahan Aldi. Juga merasakan hawa panas yang sama dengan yang dirasakan oleh Aldi. Kiara pun meloncat turun dari pangkuan Aldi dan mencari alasan untuk menajauh.


"kamu sebaiknya melanjutkan meretas ponsel orang yang kamu curigai, Al. Aku akan pesan camilan dan makan sing secara online saja. Ada beberapa menu yang tampak menggugah selera makan aku."


"Oke, pesan yang banyak ya. Ingat, kamu makan untuk dua orang."


"Kamu mau aku pesankan apa?"


"Terserah kamu, sayang. Untuk aku jangan banyak-banyak. Mending banyakin porsi dan jenis makanan buat kamu saja." Aldi senang mendengar Kiara kembali nafsu makan begini.


🌸🌸🌸🌸


Hai Readers. Aldi udah mulai yakin akan anaknya. Enaknya tetap dibiarkan Aldi yakin dengan anaknya atau dibikin ragu lagi yak???


Betewe abis nie pelajar keluar dan akan semakin gencar. Siapkan hati ya. Mohon maaf bagi yang nggak suka pelakor. Tapi cerita ini butuh *******. Dan ujian terakhir akan diberikan oleh mereka para pelakor.


what! mereka? Pelakor nya lebih dari satu?


Yup, pelakornya lebih dari 1 dong. Kan pasangannya aja ada 2. hehe.


_Dinda^^

__ADS_1


__ADS_2