
Aldi baru keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang dililitkan di bagian pinggangnya ketika mendengar pintu kamarnya diketuk. Masih dengan rambutnya yang masih basah dan hanya mengenakan handuk, Aldi membukakan pintu kamar tidurnya. Siapa lagi yang akan mengetuk kamarnya kalau bukan satu-satunya penghuni lain di rumahnya yaitu Kiara.
Kiara yang tidak menduga bahwa Aldi baru selesai mandi merasa terpukau dengan pemandangan langka di hadapannya. Bukannya menutup mata karena malu, Kiara malah menatap dengan intens sosok Aldi yang hanya mengenakan handuk sepinggang. Bagian atas tubuhnya yang polos membuat Kiara tak berkedip memandang. Belum lagi rambut hitam berantakannya yang baru saja dikeringkan hanya dengan handuk. Makhluk di hadapannya memang memiliki ketampanan di atas rata-rata. Bahkan harus Kiara akui Bima kalah tampan dengan pria ini. Tapi dengan pemandangan Aldi yang menggoda seperti ini, Kiara tak bisa berkedip menikmati suguhan Aldi.
Aldi menatap dingin Kiara yang air liurnya menetes-netes melihat dirinya. Pemandangan pengagum wanita seperti sudah sangat sering Aldi jumpai. Aldi kira Kiara tidak akan tergoda dengan ketampanannya. Bella saja tidak tergoda oleh dirinya. Bella lebih memilih Bima dari pada Aldi.
"Liur kamu dikondisikan dong. Nggak pernah liat cowok setampan aku?" Aldi berdecak dengan acuh. Membuat pandangan Kiara beralih ke wajah Aldi yang masih saja tampan meski sedang menyombongkan dirinya.
"Maaf. Sedikit terkejut." Kiara kehilangan kata-kata. Tapi Kiara menyadari Aldi sudah tidak memanggil dirinya dengan panggilan 'saya'. Mungkin sudah saatnya Kiara juga tidak berbicara dengan formal ketika berbicara dengan pria ini.
"Ada apa kamu ganggu saya?" Kiara mendengar Aldi kembali menyebut dirinya dengan 'saya'.
"Saya juga ingin mandi. Tapi... " belum selesai Kiara mengucapkan kalimatnya, Aldi sudah memotong kalimatnya dengan iseng.
"Mau mandi bareng?" Ada kilat aneh di mata Aldi. Gadis di hadapan Aldi terlihat lucu bisa digoda seperti ini.
"Tentu saja bukan. Tapi aku nggak ada baju ganti sekarang. Nggak punya mobil juga. Mau antar beli baju?" Kiara mencoba memasang tampang semanis mungkin. Kali ini Kiara yang membutuhkan pertolongan pria ini. Senyum termanis Kiara terpampang di wajahnya.
"Oh. Cuma mau beli baju." Aldi kembali bicara dengan acuh lalu tiba-tiba menutup pintu kamarnya seketika tanpa permisi atau mengiyakan permintaan Kiara.
Bruk. Kiara kaget dijawab dengan suara pintu yang ditutup dengan keras, Bisa-bisanya pria ini menutup pintu di hadapannya begitu saja. Kiara ingin marah. Tapi marah ke pintu juga tak berguna. Pria di dalamnya yang harus Kiara marahi tidak terjangkau.
Setelah sejenak berpikir, Kiara memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan mandi saja. Kiara kenakan kembali saja baju yang sedang dia pakai. Besok baru memikirkan beli baju.
Kebiasaan Kiara ketika mandi biasanya ganti baju dengan handuk mandi di kamar. Baru kemudian masuk ke kamar mandi. Ketika kiara sudah berganti baju dengan handuk yang hanya dililitkan di dadanya, kali ini Pintu kamar Kiara yang diketuk. Kiara yang merasa acara mandinya terganggu sudah ingin marah.
Kiara mengatur emosinya dan langsung membuka pintu. Aldi berdecak ringan. "Jadi benar nih. Kamu mau mandi bareng aku?"
__ADS_1
Kiara yang sudah tidak lagi emosi karena acara mandinya terganggu kini malah bingung. Kenapa lagi dengan pria ini. Tapi menutup pintu begitu saja di hadapannya. Sekarang malah menyinggung mandi bareng. Memikirkan mandi, Kiara menunduk ke bawah melihat dirinya. Dirinya yang mau mandi dan hanya melilitkan handuk di dadanya. Kiara mengangkat wajahnya dan melihat Aldi. Menunduk lagi. Lalu menyadari maksud ucapan Aldi dan berteriak.
"Aaaah... Mesum..." Kiara kali ini yang menutup pintu kamarnya seketika di hadapan Aldi.
Usai menutup pintu, Kiara tersengal-sengal karena habis berteriak. Merutuki kelalaiannya. Bisa-bisanya dia keluar kamar membukakan pintu untuk Aldi hanya dengan mengenakan handuk saja.
"tok .. tok.. tok.. " Terdengar suara ketukan pintu kamarnya, " Kamu mau membalas aku ya. haha"
Kiara yang mendengar gelak tawa pria dingin itu heran. Ternyata pria ini bisa juga tertawa.
"Aku tunggu di bawah ya. Dalam 10 menit kamu belum turun, aku berubah pikiran untuk antar kamu beli baju." Usai mengatakan tujuannya, Aldi terdengar melangkah menjauhi kamar Kiara.
Kiara masih malu dan merutuki kebodohannya. Kok bisa-bisanya Kiara merasa senyaman ini berada di rumah ini. Masih saja merasa hidup bebas sendiri seperti di apartemen sebelumnya.
Kiara bergegas berganti baju lagi. Tidak peduli rasa lengket akibat keringat yang mengganggunya. Dia hanya punya waktu 10 menit. Menyempatkan mandi selama 10 menit tidak akan cukup. Kiara yakin Aldi sengaja membuat Kiara tidak jadi mandi.
"Nggak jadi mandi ya karena nggak mandi bareng aku." Aldi masih saja menggoda.
"Bagaimana mungkin 10 menit cukup untuk mandi."
"Buatku cukup." Aldi menjawab sambil mengendarai mobilnya keluar dari garasi.
Kiara mencoba bersabar dan tak mempedulikan pria di sampingnya yang fokus menyetir.
Setelah beberapa waktu berlalu, Kiara merasa terlalu sunyi berada berdua dengan pria pendiam ini. Kiara juga penasaran akan diajak kemana. "Kita akan kemana?"
"Mall terbesar di kota ini." Aldi menjawab sambil fokus ke depan. Tidak menoleh ke arah Kiara sama sekali
__ADS_1
"Jauhkah?"
"Kenapa? Sudah nggak tahan ingin mandi dan ganti baju?"
"Iya. Kalo bisa ke toko baju terdekat saja ya."
Mendengar hal itu, Aldi membelokkan mobilnya dan putar balik ke jalan di sebelah dengan tiba-tiba. Membuat Kiara oleng.
Tidak lama, Aldi menghentikan mobilnya di depan klinik kecantikan yang memiliki gedung 5 lantai.
"Kok ke sini." Kiara semakin heran.
"Katanya mau mandi bareng." Aldi menjawab sambil lalu. Turun begitu saja tanpa mempedulikan Kiara yang masih bingung.
Aldi memesan beberapa paket perawatan ke admin di meja resepsionis. Aldi memesan paket perawatan untuk Kiara. yaitu SPA lengkap dengan mandi berendam di bath up dengan air susu dan berbagai macam bunga.
Begitu dipersilahkan oleh karyawan klinik untuk mengganti baju dan memulai perawatan, Kiara mulai paham kenapa Aldi mengajak Kiara ke sini. Kiara akan mendapat perawatan lengkap dari pijat, hair mask, spa hingga luluran dan berendam.
Aldi sendiri melakukan perawatan yang sama di ruangan yang berbeda. Tapi perawatan yang diambil hanya pijat, Spa dan berendam. Aldi juga dilayani oleh petugas pria untuk pijatnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Mohon maaf ya sudah menghilang tiga hari. Selain agak sibuk dengan pekerjaan di real life, author juga masih mau bernafas dulu setelah INTERMISSION. Baru pagi ini membaca komentar para pembaca. Mendapat semangat untuk langsung nulis banyak hari ini.
Semoga nanti malam masih sempat upload satu chapter lagi.
Terima kasih sudah menyukai cerita ini dan menyemangati author...
__ADS_1
Salam sayang, Dinda^^