
Aldi duduk di ruang kerjanya dalam posisi tangan bersendekap di meja. Aura yang terpancar dari tubuhnya penuh dengan hawa dingin. Bahkan Daniel, sang asisten, menjaga kalimat yang diucapkan dengan sangat berhati-hati. Daniel khawatir memicu ledakan emosi sang bos besar.
"Ferdi dibebaskan oleh sekelompok sindikat bayaran yang cukup ahli. Tidak ada jejak yang bisa dijadikan polisi sebagai bahan tindak lanjut untuk menelusuri keberadaan Ferdi." Daniel berbicara dengan nada seperti biasa ketika melaporkan sesuatu kepada sang atasan.
"Bagaimana dengan rute perjalananku dari bandara? Kenapa semudah itu Ferdi menangkap Kiara?" Aldi mengeluarkan suara dinginnya.
"Sopir yang mengemudikan mobil Tuan dan Nona telah dibayar. Dia mengaku telah dibayar cukup mahal agar beralih jalur dari para iringan pengawal dan berhenti di titik pemberhentian dimana nona Kiara diculik. Sopir itu juga yang menekan tombol untuk mengelakkan gas bius di mobil sehingga tuan dan nona pingsan."
"Bruk" Sebuah ornamen kristal yang ada di meja Aldi dilemparkan ke dinding begitu saja.
"Bagaimana cara kamu menyeleksi pegawai di sekitarku! Dulu seorang pelayan, sekarang seorang supir!" Amarah Aldi sudah semakin di ubun-ubun.
"Baik, bos. Saya akan mengingat pelajaran penting dari kejadian buruk ini." Daniel menunduk pasrah dengan nasibnya.
"Sekarang selidiki sindikat bayaran ini sekaligus siapa yg sudah membayar mereka! malam ini juga harus sudah ku terima laporan nya!" Aldi lagi-lagi membanting benda yang ada di mejanya dan berlalu dari hadapan Daniel.
🌸🌸🌸🌸
__ADS_1
Bima masih memantau rumah persembunyian Kiara yang disekap oleh Ferdi. Terakhir kali, Bima melihat adegan dimana Ferdi menyentuh pipi Kiara yang membuat darahnya mendidih. Susah payah Bima menahan diri untuk tidak menerjang masuk ke rumah persembunyian itu.
Kini sudah tiba waktu petang. Gelap gulita di sekitar area persembunyian itu adalah hal yang sejak tadi ditunggu oleh Ferdi.
"Hai tuan." Sapa Ferdi kepada Bima yang duduk dengan santai seorang diri di mobilnya.
Bima terkejut melihat Ferdi tiba-tiba mengetahui keberadaannya, apa lagi sampai menghampiri nya begini. Bima merasa ini pertanda tidak baik. Sebelum meladeni Ferdi. Bima memencet sinyal SOS tanda bahaya di ponselnya. Supayaanak buahnya segera mencarinya dimana pun dia berada.
Kejadian terakhir ketika dia dipukuli oleh pengawal Aldi membuat Bima lebih peduli kepada keselamatan. Tapi apa yang dikhawatirkannya terjadi. Ferdi yang merasa lingkungan di sekitarnya tidak mencurigakan atau membahayakan kini menghantamkan bagian belakang pisaunya ke pelipis dahi Bima. Tujuannya tentu membuat Bima pingsan.
Awalnya Ferdi kira butuh waktu lama menjatuhkan sang lawan. Ternyata sang lawan langsung membuka jendela mobilnya begitu dia sapa. Maka waktu menjatuhkan sang lawan menjadi lumayan singkat. Ferdi merampas ponsel yang dipegang Bima dan membuka kunci ponsel itu dengan jari Bima kemudian kembali masuk ke rumah persembunyian dengan cepat.
Ferdi memulai dari isi video penyadapan rumah yang ditempatinya. Dugaan Ferdi ternyata memang Bima lah yang membantunya kabur dari penjara. Bima juga masih senantiasa memantaunya selama ini. Ferdi yakin tujuannya adalah wanita yang di hadapannya saat ini sedang tidur karena kelelahan.
Ferdi mengikat tangan dan kaki Kiara yang sedang tidur dan bersiap pindah lokasi. Rencana berikutnya bisa disusun sambil bergerak. Yang terpenting saat ini menghindari siapapun orang yang ingin mengetahui keberadaannya.
🌸🌸🌸🌸
__ADS_1
"Bos, kami telah menemukan siapa yang menyewa sindikat rahasia untuk menyelamatkan Ferdi dari penjara." Daniel mendatangi Aldi yang sedang berdiri diam menatap kolam renang di rumahnya. Tempat favorit sang istri di rumah ini.
"Katakan!" Satu kata yang keluar dari mulut Aldi teramat dingin hingga menusuk ulu hati pengawal yang berada di belakang Daniel.
"Bima Atmaja, Bos."
Aldi diam sesaat kemudian kembali memberi perintah.
"Temukan keberadaan Bima saat ini juga! Lacak lokasi ponselnya agar lebih cepat!"
🌸🌸🌸🌸
Hai Readers..
Bakal ketemuan ngga tuh ya Ferdi dan Aldi ?
maaf bangets ya Author beberapa hari sakit lumayan parah. pegang gadget ajah kagak bisa... padahal lagi semangat2 nya nulis bagiannya Aldi Ama Kiara. Doakan Author lekas membaik ya. Biar kerjaan di dunia halu maupun real world nya author bisa berjalan lancar keduanya... thanks doanya readers yg baik..
__ADS_1
_Dinda ^