Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Pencarian Berlanjut


__ADS_3

Aldi telah berhasil mengepung tempat persembunyian Ferdi. Dalam hitungan menit, hacker WS TECH sudah terlalu handal dalam melacak lokasi Bima tanpa harus Aldi sendiri yang turun tangan.


Begitu sampai di lokasi dimana Bima berada, sebuah rumah persembunyian lah yang Aldi temukan. Bima berada di dalamnya dalam kondisi baru sadar dengan hape yang berada di sampingnya. Bima hendak membuka hape itu ketika sekelompok pengawal menyerangnya.


"Apa-apaan kalian ini! Tidakkah kalian mengenali tuan kalian!" Sentak Bima yang salah paham. Dia kira sekelompok pria berpakaian hitam ini adalah regu penyelamat yang telah dia kirimi sinyal SOS.


Sekelompok pria berpakaian hitam itu diam saja ketika Bima memarahi mereka. Mereka justru heran dengan pria incaran bos Aldi ini. Bisa-bisanya dia menganggap mereka adalah anak buahnya. Apa pria ini sedang bermain drama?


"Kenapa tidak ada satu pun dari kalian yang menjawab! Kalian aku bayar mahal sebagai pengawal malah datang begitu lama! Ini begitu tiba bukannya membantu malah merampas ponsel ku! Cepat kembalikan ponselku!" Bima masih saja yakin pengawalnya ini sedang salah perintah.


"Drama yang anda mainkan cukup meyakinkan. Kalau saja kami hilang ingatan akan siapa bos kami, maka mungkin kami akan langsung menganggap anda bos karena telah mengakui kami!" Pimpinan tim pendobrak Aldi kini menjawab ocehan Bima. Situasi harus terkendali begitu bos Aldi memasuki ruangan ini dan mengambil alih.


"Tapi sayang sekali kami tahu siapa yang bos kami dan siapa orang yang ingin ditangkap oleh bos kami!" sang ketua tim pendobrak memasukkan ponsel yang diminta Bima ke dalam sakunya dengan sikap tegas. Tak ada keraguan sedikitpun untuk membantah Bima.


Kini Bima mulai berpikir siapa yang ingin menangkapnya. Tapi Bima tidak usah berpikir terlalu lama. Sebab Aldi akhirnya menampakkan diri di hadapannya.


Melihat Aldi membuat Bima tidak lah lega karena tahu siapa Bos dari pasukan serba hitam ini. Tapi Bima merasa Aldi sudah mengetahui cukup banyak.


"Kamu masih saja belum menyerah terhadap istriku." Suara Aldi terdengar begitu dingin. Tak ada intonasi sedikit pun di dalamnya.

__ADS_1


Bima tidak berani bertaruh sejauh mana Aldi mengetahui aksinya. Bima memilih menunggu Aldi menyampaikan apa yang dia ketahui dan apa yang akan dilakukan terhadap dirinya.


"Dimana Kiara berada! Dimana kamu sembunyikan Ferdi!" Sebuah tendangan langsung mengenai dada Bima. Serangan yang tidak sempat Bima antisipasi itu tidak hanya terasa sakit. Tapi juga mengejutkan.


Aldi belum mendapatkan Kiara. Itu berarti Ferdi telah kabur dari jangkauannya. Tidak mungkin. Kiara tidak boleh lepas darinya lagi.


Bima terus saja sibuk dengan pikirannya sementara Aldi sudah tidak sabar ingin mengetahui keberadaan Kiaranya. Aldi menarik kerah baju Bima dan mendekatkan wajahnya ke hadapan Aldi.


"Aku bertanya untuk terakhir kalinya, dimana Kiara." Suara Aldi terdengar semakin dingin bagi semua pengawal yang masih berjaga di ruangan itu. Aldi menatap kedua mata Bima yang sudah berhadapan dengan begitu dekat.


"Ferdi membuatku pingsan sebelumnya. Ketika aku sadar, Kiara sudah dia bawa kabur lagi. Ini satu-satunya tempat yang kusiapkan untuk menyembunyikan Kiara. Aku perlu waktu juga untuk mendeteksi keberadaan Ferdi." Bima mengatakan yang sejujurnya. Aldi bisa mengetahui dari sorot matanya. Tapi kebencian Aldi kepada pria di hadapannya ini sudah terlalu memuncak.


"Jika ada pria yang begitu bodoh, hanya kamu orangnya, Bima! Kamu tidak pernah menghargai apa yang saat ini kamu miliki!" Aldi sudah tidak ingin membuang tenaganya untuk menghajar pria ini.


"Tunggu! Kamu mau kemana Al? Kita cari Kiara bersama. Dia pasti belum lari terlalu jauh. Ajak aku. Kita bisa lebih cepat menemukan Kiara dengan bersama." Bima meraih lengan Aldi dan memohon.


Enggan dipegang oleh Bima membuat Aldi melayangkan kembali tendangannya.


"Kamu urus Bella yang sedang mengandung! Seluruh keluarga Atmaja merayakan pewaris kalian yang akan hadir. Tapi kamu malah mengejar istri orang lain. ISTRIKU! Pria macam apa kamu ini sebenarnya! Perlukah aku mengajarimu menjadi seorang pria!" Aldi menuding-nudingkan telunjuknya ke dada Bima.

__ADS_1


"Berikan ponsel Bima padaku!" Aldi memerintahkan bawahannya. Kemudian mengantongi ponsel itu.


"Aku hanya butuh ini untuk menemukan Kiara. Sementara kamu, Bima! Tetaplah membusuk di sini jika masih ingin mengejar istriku!" Dengan kalimat terakhir ini, Aldi berbalik dan tidak mau repot memikirkan kelanjutan Bima Atmaja.


Begitu sampai di luar, Daniel meminta arahan selanjutnya.


"Biarkan saja Bima semaunya untuk sementara ini. Kita berurusan dengan Atmaja Grup setelah aku menemukan istriku. Cari basecamp terdekat dan keluarkan semua peralatan IT ku di sana. Begitu aku tiba, semua harus sudah siap kuambil alih."


Daniel lagi-lagi mendapat perintah yang susah. Tapi tidaklah mungkin bisa membantah.


"Baik, bos." Hanya itu yang sanggup dia ucapkan sebelum Aldi memasuki mobilnya menuju titik lokasi yang dikirimkan Daniel.


🌸🌸🌸🌸


Hai Readers..


Aldi masih kucing-kucing an nieh. Enaknya segera ditemuin ayank Kiara nggak ya??


Hari ini pusing author lumayan terkendali. Bisa nulis lagi chapter berikutnya. Karena belum memungkinkan masuk kerja di real life, cuma bisa pegang hape aja. Makanya bisa nambah chapter lagi. Makasih ya yg sudah menanti kisah Kiara. We

__ADS_1


_Dinda ^


__ADS_2