Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Maaf untuk rasa sakit ini, Ra


__ADS_3

Verlita kembali kepada Aldi usai mengantar berkas kepada Damien yang berada di private room restoran.


"Kenapa pak Aldi tidak memesan private room untuk bertemu dengan atasan saya?" Verlita berusaha berbicara dengan nada manis seperti sebelumnya ketika mereka masih bersama.


"Itu bukan menjadi urusan Anda, Bu Verlita. Cukup jalankan peran Anda sebagai bawahan yang baik." Aldi sibuk membaca dan mengetikkan sesuatu di handphone-nya.


"Aku ingin meminta maaf."


"Tidak ada hal yang membutuhkan maaf di antara kita." Tatapan Aldi menjadi dingin. Tidak lagi ingin mempermainkan Verlita dengan perkataannya seperti sebelumnya.


"Kamu sudah memaafkan aku?" Verlita tampak senang mengartikan perkataan Aldi.


"Bu Verlita sepertinya salah paham."


"Aku menyesali perbuatanku, Al." Kini Verlita meraih tangan Aldi dan memohon.


Aldi menyentakkan tangannya seketika itu juga dari Verlita. Aldi tampak merasa jijik disentuh oleh wanita di hadapannya.

__ADS_1


"Kita tidak saling kenal. Tidak ada hal yang perlu dimaafkan."


"Ku mohon Al. Demi hubungan kita yang bertahun-tahun."


"Jadi Bu Verlita sadar mengkhianati kekasih Anda yang sudah berhubungan bertahun-tahun?"


"Maafin aku Al," Verlita menunduk menyesal. Dia telah mengambil kata-kata yang salah kali ini.


"Bu Verlita telah mendapatkan posisi pekerjaan yang diinginkan. Seharusnya kini senang atas jabatannya yang sekarang. Tidak sembarang orang bisa bekerja di kantor pusat BLUE CORP Indonesia."


Verlita kini menangis.


"Jika waktu itu aku punya pilihan selain mencuri program yang kamu kembangkan untuk lolos tender dengan BLUE CORP Internasional, aku pasti akan melakukannya. Tapi aku tidak punya pilihan lain saat itu, Al." Verlita meraih tangan Aldi. Masih dengan air mata di pipinya.


"Saya tidak ingin bertemu dengan Bu Verlita lagi ke depannya. Saya pastikan itu." Aldi berlalu dari hadapan Verlita.


Dua hal besar telah Aldi selesaikan hari ini. Yaitu peralihan Aset keluarga papanya dan urusannya dengan Verlita.

__ADS_1


Bisa Aldi pastikan, perasaan sayangnya kepada Verlita telah pudar. Bahkan Aldi merasa jijik mengingat hubungannya dengan wanita itu selama bertahun-tahun.


Tapi Kiara akan memiliki banyak kesalahpahaman. Aldi sadar akan hal itu. Tapi tidak ada pilihan lain bagi Aldi untuk sementara ini selain membuat Kiara salah paham sejenak.


Aldi melajukan mobilnya ke taman. Memakan bekal makan siangnya seorang diri di taman.


Aldi mengambil beberapa foto ketika dirinya sedang makan menggunakan kamera handphonenya dan tripod yang selalu ada di mobilnya.


Aldi terpikir untuk memajang fotonya yang sedang makan sendirian di taman sebagai story di media sosial khusus kontaknya. Aldi berharap Kiara melihatnya dan tidak seberapa sakit hati dengan kesalahpahaman yang Aldi pilih.


Kiara sendiri sudah tidak melihat handphone nya lagi. Kiara berusaha keras melupakan foto yang tadi dia terima. Kiara tidak ingin lagi menyentuh benda pipih itu untuk sementara waktu.


Bekerja akan membuatnya teralihkan dari apapun yang menyakiti hatinya. Jurus itu selalu ampuh selama Kiara sakit hati dengan pengkhianatan Bima.


Bima sendiri saat ini sedang bahagia. Dialah yang menjadi dalang di balik pesan mengenai Aldi sejak tadi malam. Bima sangat senang mendapatkan foto Aldi yang sedang bertemu mantannya.


Tanpa mengatur rencana apapun sebelumnya, Bima langsung mengirimkan foto itu kepada Kiara.

__ADS_1


Bima Berharap Kiara percaya bahwa Aldi adalah pembohong.


Bima tidak tahu bahwa apa yang sedang dilakukannya hanya akan mendatangkan rasa sakit yang lebih besar bagi Kiara, wanita yang dia cintai.


__ADS_2