Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Kemunculan CEO WS TECH


__ADS_3

"Apa kita akan diam saja hingga pak Bima bertindak, pak Aldi?" Suara Daniel membuyarkan apa yang sedang Aldi pikirkan.


Aldi tidak pulang semalaman. Tidak ada gunanya pulang ke rumah jika Kiara tidak ada di sana.  Lebih baik dia mngecek informasi dan penyadapan yang dia lakukan ke beberapa pihak.


"Tentu tidak. Sambil menunggu pergerakan dalam Blue Corp, aku akan bergerak dalam internal WS Tech. Sudah saatnya melakukan pembersihan."


"Anda sudah mau mengambil alih posisi CEO?"


"Tentu saja. Sudah saatnya aku tampil. Ini momen yang tepat."


"Anda ingin perhatian dunia bisnis tertuju kepada WS TECH dan mengabaikan apa yang Pak Damien lakukan dalam initernal Blue Corp?"


"Ya. Kita harus memberi ruang dan waktu kepada Om Damien untuk melakukan pembersihan yang sama di Blue Corp."


"Baik, pak Aldi."


Daniel sang asisten undur diri dan menyiapkan segala hal dalam kemunculan CEO WS TECH.


Daniel sangat senang melakukan ini. Selama ini telinganya sudah gatal mendengar obrolan dan gosip yang beredar mengenai Aldi, sang atasan dan istrinya. Apalagi gosip mengenai Kiara. Daniel sendiri tidak berani melaporkannya. Aldi pasti sudah tahu mengenai itu lebih dulu. Mengungkit topik itu di hadapan Aldi sama dengan menyerahkan diri dalam kemarahan Aldi.


Daniel mengumpulkan semua staf dalam aula rapat yang paling besar. Semua pimpinan tinggi WS TECH hadir. Mereka telah mendapatkan notifikasi bahwa hari ini sang CEO akan memperkenalkan diri dengan melakukan beberapa perubahan dalam beberapa jabatan penting.


Pada jam makan siang, semau yang telah berkumpul di aula rapat sangat merasa gelisah dan berusaha menebak-nebak seperti apa wajah sang CEO.


Ruang aula rapat sangat sunyi ketika pintu masuk dibuka oleh sang CEO. Suara langkah kainya yang terdengar anggun bagai nada yang menggetarkan rasa takut beberapa orang hingga mereka hanya berani menunduk.


Begitu sang CEO sudah duduk di kursi utama pimpinan rapat, semua orang memiliki keterkejutan di wajah mereka masing-masing.


Sang CEO mengenakan setelan jas berwarna hitam gelap. Tidak ada tanda akan senyum sedikitpun. Wajahnya begitu dingin. Tapi yang paling menakutkan dan mengejutkan adalah wajah itu mereka kenal.


Yang duduk di kursi pimpinan adalah Aldi. Programmer yang didatangkan dari luar negeri atas kehandalannya.

__ADS_1


"Perkenalkan, CEO WS TECH, pak Rivaldi Wiji Sasongko. CEO sekaligus pemilik perusahaan ini."


Semua orang tampak kena serangan jantung mendengar perkenalan asisten Daniel.


Sang CEO dengan setelan jas gelap membuat wajah tampannya semakin bersinar diselimuti dengan aura dingin. Wajah tanpa ekspresinya menatap setiap wajah yang ada di ruangan itu. Semua wajah yang ditatap olehnya pun tak berani menatap balik sang CEO.


"Selanjutnya saya persilahkan pak Aldi selaku CEO untuk memimpin rapat dan menyampaikan sedikit sambutan." Daniel menyampaikan hal ini dengan tenang dan lancar. Sangat berlawanan dengan para pegawai lain yang tidak bisa tenang.


"Selamat siang semuanya. Saya Aldi, CEO kalian. Saya tidak akan berbasa-basi dan menyampaikan banyak hal. Saya yakin kalian cukup paham apa yang akan saya sampaikan."


Tanpa senyum sedikitpun, Aldi berhenti berbicara dan menatap setiap pegawai yang Aldi inginkan pertanggungjawaban atas kinerjanya yang buruk.


Setiap pegawai yang mendapat tatapan Aldi menjadi gemetar. Mereka menyadari waktu mereka di perusahaan ini sudah tak lama lagi. Ada yang bersedia menerima nasib mereka apa adanya. Ada juga yang bertekad meminta pengampunan dan memohon kesempatan kedua.


"Sebutkan nama pegawai yang berada dalam daftar nama yang kamu pegang!" Daniel mendapat perintah dari Aldi.


Daniel menyebutkan nama-nama yang ada dalam daftar dokumen yang dia pegang.


"Silahkan menemui bagian HRD dan mengakhiri karir kalian di WS TECH hari ini."


"Jika kalian tidak menginginkan pemecatan, kalian bisa menulis pengunduran diri supaya resume kalian tetap bagus untuk tetap berkarir di tempat lain."


Usai mengucapkan hal itu, Aldi keluar dari ruangan rapat diikuti oleh Daniel.


***


Kabar munculnya CEO WS TECH telah sampai ke kalangan bisnis di seluruh kota. Para pengusaha juga ikut gempar karena penyamaran sang CEO sebagai pegawai biasa selama ini.


"Apa kerjasama kita dengan WS TECH akan mengalami gangguan?" Bima sedang berdiskusi dengan bawahannya dari divisi yang menangani kerjasama dengan WS TECH.


"Kita tidak menyalahi kontrak sama sekali selama ini. Seharusnya tidak ada alasan bagi mereka untuk membatalkan kontrak kerjasama."

__ADS_1


"Aku memiliki masalah pribadi dengan CEO nya. Perhitungkan analisa kerugian kita jika sampai kerjasama dengan mereka terputus. Cari juga kandidat lain yang bisa menyediakan keamanan digital sebaik mereka."


Bima yang merasa terkejut dengan kemunculan Aldi sebagai CEO masih belum bisa menguasai keterkejutannya. Jika Aldi bukan orang sembarangan, maka Bima tidak bisa merencanakan hal buruk baginya dengan cara sederhana. Rencananya harus dipertimbangkan dengan lebih matang.


***


Di waktu yang sama, Damien Wiji Sasongko juga sedang mengadakan rapat pembersihan oknum-oknum titipan istrinya di Blue Corp.


Adelia selama ini telah menempatkan beberapa orangnya di posisi penting untuk memata-matai sekaligus mengambil keuntungan dari Blue Corp melalui jalan belakang.


Damien telah sejak lama mengetahui hal ini tapi membiarkannya saja. Damien kira Adelia hanya bertindak waspada dengan menaruh mata-mata. Tapi sejak mengetahui mereka juga mengambil keuntungan dari jalan belakang, Damien mulai terganggu dan menjadi curiga dengan istri mudanya yang selalu tampil cantik itu.


Usai melakukan pemecatan dan memasukkan mereka yang menjadi oknum Adelia ke polisi, Damien membuat informasi ini tidak tersebar kemana pun. Pegawai lain yang terlibat dalam hal ini telah diperingatkan dengan keras untuk merahasiakan semua ini.


Damien juga langsung mengangkat beberapa orang yang ada dalam daftar yang diberikan oleh Aldi untuk menduduki jabatan penting di Blue Corp.


Verlita sendiri masih berada pada jabatannya. Tidak dipindah atau terusik sedikitpun. Tapi para hidung belang yang selama ini dimanfaatkan olehnya sekaligus memanfaatkan dirinya sebagai penghangat ranjang mereka telah menghilang ke tahanan polisi atau mengundurkan diri.


Verlita heran bagaimana perubahan besar dalam Blue Corp sama sekali tidak terusik oleh media ataupun tersebar ke perusahaan lain. Verlita yakin ada tangan lain yang lebih kuat dalam hal ini. Tidak mungkin Verlita ingin melawan orang seperti itu.


Verlita memutuskan untuk diam memantau saja untuk saat ini. Mencari informasi sebanyak mungkin.


***


Hari kedua munculnya CEO WS TECH masih membuat kegemparan. Setelah banyak pegawai berkedudukan tinggi mengajukan surat pengunduran diri secara besar-besaran, pagi ini lowongan pekerjaan juga dibuka secara besar-besaran.


Metode penerimaan pegawainya menggunakan walk in test. Banyak perusahaan lain yang mencibir dan merasa aneh. Sekelas pegawai IT menggunakan metode seperti mencari buruh atau karyawan rendahan.


Aldi senang terjadi kegemparan. Tanpa perlu promosi, banyak kalangan memberitakan sekaligus menggosipkan hal ini di dunia Maya. Akibatnya, banyak pelamar yang datang hari ini.


Apa yang terjadi di WS TECH benar-benar menyita perhatian publik. Damien bisa dengan leluasa melakukan berbagai perubahan di Blue Corp.

__ADS_1


__ADS_2