
Bella dan Bima memulai menyelami malam yang panjang dalam dunia mereka yang kecil. Keduanya sudah melupakan Kiara dan Aldi yang menanti mereka kembali ke ruang tamu.
Kiara merasa canggung dengan keberadaan Aldi yang tiba-tiba muncul.
Sementara itu Aldi masih khawatir Kiara akan tiba-tiba ingin kabur dan menghilang karena Aldi yang begitu saja muncul tanpa persetujuan Kiara.
"Aku minta maaf, Kiara. Bisakah kita bicara baik-baik?" Setelah sekian lama Aldi melakukan pertarungan batin, akhirnya kata maaf ini lah yang dipilih sebagai yang paling pas diucapkan pertama kali kepada Kiara.
Kiara tidak menjawab kata maaf yang diucapkan oleh Aldi. Kiara hanya diam menatap Aldi dalam waktu lama. Kiara seolah mencaris sesuatu dalam tatapan Aldi untuknya.
Aldi juga tidak mengatakan hal lain. Aldi menanti reaksi Kiara sebelum menjelaskan lebih banyak hal lagi. Tapi detik telah berganti menit. Dari menit pertama hingga kesekian, Kiara hanya menatap Aldi.
"Aku minta maaf sudah tiba-tiba muncul seperti ini, Ra. Aku harus menjelaskan beberapa kesalah pahaman di antara kita." Aldi mencoba mengajak Kiara bicara lagi. Bisa saja Kiara diam karena menanti Aldi mengungkapkan penjelasannya sendiri.
"Aku juga tahu kesalahanku terlalu besar dan terlalu fatal. Aku nggak berharap maaf kamu seketika ini, Kiara. Tapi aku akan berusaha menebus kesalahanku dengan melakukan apapun, hingga luka yang aku torehkan di hati kamu sembuh."
Kiara masih hanya menatap dan menilai setiap kata demi kata yang diucapkan Aldi. Kiara terus saja menatap Aldi dengan intens meski tak sepatah kata pun Kiara ucapkan untuk menanggapi apa yang Aldi sampaikan.
Keduanya pun kini sama-sama diam sambil menanti Bella dan Bima kembali tanpa obrolan apapun.
Sementara itu Bima sengaja memelankan apa yang sedang dia lakukan terhadap Bella saat ini. Ntah kenapa kali ini Bima ingin lebih lama bersama Bella melakukan kegiatan rutin mereka. Pelepasan singkat terasa tidak akan mampu membuat Bima puas. Bima ingin menikmati semua ini sepanjang malam.
"Apa mas yakin tergoda karena aku yang memakai rok terlalu pendek?" tiba-tiba Bella terpikirkan oleh alasan yang Bima ungkapkan tadi. Bella sering mengenakan rok yang bahkan lebih pendek dari ini, tapi Bima tidak langsung tergoda hingga meninggalkan tamu mereka. Apalagi tamu yang menanti mereka saat ini adalah Kiara dan Aldi. Kiara adalah sumber fantasi terbesar Bima. Bella masih yakin akan hal itu.
"Apa yang mau kamu coba sampaikan sebenarnya, sayang?" Bima yang sedang sibuk dengan aset bagian atas Bella terhenti karena apa yang Bella tanyakan.
"Apa kamu seperti ini karena melihat Kiara, mas?"
Bima tidak menyangka Bella akan memikirkan hal ini. Bima sendiri tidak bisa menjelaskan kenapa begitu berhasrat untuk menenggelamkan diri ke dalam pelukan istrinya seperti ini. Tapi Bima sadar bukan Kiara penyebabnya. Bima tidak merasakan getar apapun ketika tadi melihat Kiara berada di rumah ini.
__ADS_1
"Jika aku jawab tidak, apa kamu akan percaya, Bel?" Bima masih tidak bisa menjelaskan alasan dari hasratnya yang tiba-tiba meningkat ini.
"Aku akan berusaha mempercayainya." jawab Bella singkat.
"Jadi di hati kamu sebenarnya masih ada rasa tidak percaya, kan?"
"Aku tidak akan berbohong dengan berpura-pura percaya sepenuhnya, mas." kali ini Bella sudah menjadi kebas.
Bima pun bisa merasakan bahwa Bella sudah tidak berkeinginan melanjutkan kegiatan mereka. Bima melepaskan diri dari sentuhannya terhadap Bella dan masuk ke kamar mandi.
Bima sudah tidak ada keinginan terhadap Bella. Kemarahan justru menguasai dirinya. Tapi ntah kenapa miliknya masih tidak mau menyerah. Benda penting milik Bima itu masih berada dalam mode tempur.
Dengan masih dipenuhi oleh amarah, Bima hanya bisa mandi air dingin untuk membuat posisi tempur benda pentingnya itu berubah. Bima memerlukan pelampiasan. Tapi Bima tak akan merayu Bella lagi ketika ada Kiara. Itu hanya akan membuat Bella berpikiran macam-macam tentang perasaannya untuk Kiara yang sudah terkubur.
Sementara itu Bella yang sudah memakai kembali bajunya khawatir dengan Bima yang tampak marah meninggalkannya. Bima berada di kamar mandi terlalu lama untuk sekedar mandi saja.
'Apa mungkin Bima menuntaskannya di kamar mandi seorang diri dengan membayangkan sosok Kiara yang saat ini ada di ruang tamu?'
"Kamu nggak keluar menemui tamu kita, Bel?" Pikiran Bella terpotong oleh Bima yang tiba-tiba keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi dan rambut basahnya yang tampak seksi bagi Bella.
"Aku hanya akan menjadi orang ketiga di antara kemesraan mereka. Jadi aku nungguin kamu, mas." Bella berusaha menenangkan hatinya yang bertalu-talu melihat ketampanan suaminya.
"Kalau begitu aku ganti baju dulu sebelum menemani kamu keluar menemui mereka." Bima berlalu ke ruang ganti tanpa menunggu Bella menjawab.
Bella terus saja memperhatikan Bima hingga menghilang ke dalam walk in closet. Ingin rasanya Bella menyusul Bima dan menunggunya berganti pakaian. Tapi Bella takut Bima mengatainya tidak punya pendirian setelah menolak Bima.
"Mas, aku minta maaf." Begitu Bima keluar dengan pakaian rumah yang santai, Bella langsung menghadangnya dengan ucapan permintaan maafnya.
"Sebaiknya kita segera keluar menemui para tamu." Melihat ke arah Bella hanya akan membuat usahanya mendinginkan diri di kamar mandi sia-sia. Bima memilih keluar dari kamar terlebih dahulu tanpa memandang Bella sama sekali.
__ADS_1
Bella yang menyaksikan perubahan sikap Bima yang menjadi dingin terhadapnya merasa kecewa. Butuh waktu beberapa detik bagi Bella untuk menyusul Bima keluar menemui Aldi dan Kiara.
"Maaf, kalian berdua jadi lama menunggu kami. Aku tadi tergoda untuk mandi dulu." Bima menyunggingkan senyum bersahabat secara khusus kepada Kiara.
Aldi maupun Bella yang tiba-tiba melihat senyuman Bima kepada Kiara menjadi sama-sama kesal dan cemburu.
"Kami yang seharusnya meminta maaf karena sudah bertamu malam-malam begini. Kalau begitu kami pamit ya kak Bella, Bima." Kiara kini sudah berdiri untuk berpamitan.
"Loh, sudah mau balik, Ra." Bima sebenarnya hanya berbasa-basi. Dalam hati Bima senang karena Kiara langsung berpamitan. Dengan begini Bima bisa melanjutkan apa yang belum selesai bersama Bella tadi.
"Iya, Bim." Sahut kiara singkat. "Makasih ya kak," Kiara merangkul Bella untuk berpamitan kemudian berbalik.
"kami permisi" sahut Aldi singkat sebelum menyusul Kiara keluar dari rumah Bima dan Bella.
Aldi tidak ingin ada konfrontasi dengan Bima ketika Kiara masih belum memberikan tanggapan apapun atas perkataan Aldi. Sehingga Aldi memilih pamit saja.
Melihat Kiara dan Aldi pergi, Bima senang sekali. Kini Bima akan merayu istrinya untuk kembali melanjutkan kencan malam mereka.
"Mereka sudah pergi, Bel. Bisakah kita melanjutkannya lagi?" Bima tiba-tiba berbalik ke arah Bella dengan rayuannya.
Bella mengira Bima sedang marah. Apa yang dia lihat ini di luar perhitungannya.
"Bukannya mas tadi sedang marah? Setelah melihat Kiara, mas kembali menginginkan aku?"
Bima merasa jurus rayuannya untuk Bella malam ini harus ditingkatkan. Bella masih saja salah paham.
🌸🌸🌸🌸
Hai Readers yang baik.
__ADS_1
Like dan komen kalian tetap menjadi penyemangat saya untuk rutin update, ya..
_Dinda^^