Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Pesta Perayaan Tahunan


__ADS_3

Baru pertama kali ini Kiara memasuki sebuah pesta sebesar dan semegah ini. Kiara seperti berada dalam acara penganugerahan artis populer yang hanya pernah dia saksikan di televisi.


Ada karpet merah digelar di luar gedung tempat diadakannya pesta. Gedung itu merupakan gedung serbaguna milik BLUE CORP yang mampu menampung seribu tamu undangan. Desain bangunannya seperti kastil istana dari luar. Tapi di dalamnya seperti hotel mewah yang memiliki segala fasilitas modern.


Di luar telah banyak reporter menanti tamu-tamu kehormatan yang akan diarahkan melewati karpet merah. Sementara para pegawai dan tamu biasa akan diajak lewat pintu lain. Kiara dan Alex adalah tamu utama malam ini. Maka Kiara akan melewati karpet merah dan sedikit menerima wawancara dari pembawa acara yang siap mengajak mereka sedikit berbincang di hadapan para reporter.


Kiara turun dari mobil mewahnya dengan bantuan Aldi yang memegang tangannya di pintu mobil. Kiara merasa bagai seorang putri yang menerima tangan sang pangeran tampan. Kiara dan Aldi bergandengan melewati karpet merah sambil melambaikan tangan kepada para reporter dan pegawai BLUE CORP yang tidak menerima undangan pesta.


Para pegawai BLUE CORP berada di sana untuk melihat sosok Aldi yang dikabarkan menjadi pemilik BLUE CORP secara tiba-tiba. Semua orang di perusahaan mengira Damien lah yang menjadi pewaris BLUE CORP. Sehingga Mike, sang anak yang akan meneruskan perusahaan.


Tidak ada satu pun orang di perusahaan yang mengira Aldi yang merupakan keponakan Damien malah menjadi penerus sekaligus pemilik BLUE CORP yang dimiliki keluarga Wiji Sasongko. Bahkan Verlita amat terpukul hingga seminggu mengurung diri di apartemennya. Meratapi keputusannya dulu dengan berlari ke minuman keras.


Verlita sudah berhasil dekat dengan direktur Hasan. Kandidat dengan masa depan pekerjaan paling meyakinkan di BLUE CORP telah berhasil Verlita ambil hatinya. Verlita tinggal menanti direktur Hasan melamarnya. Sebab dua bulan ini kencan mereka bisa dibilang berhasil. Direktur Hasan nampak tak bisa jauh dari sisinya ketika di kantor maupun di luar. Kegiatan ranjang mereka juga selalu memuaskan. Verlita yakin direktur Hasan telah ketagihan dengan tubuhnya.


Tapi ketika mendapat kabar bahwa Aldi mewarisi BLUE CORP begitu saja, dunia Verlita serasa runtuh. Tidak mungkin orang yang dia buang kini memiliki segala yang Verlita inginkan dalam hidupnya. Verlita ingin menangis darah jika bisa. Tapi hanya minuman keras yang bisa menjadi pelariannya.


Verlita menatap nanar ke tayangan siaran langsung salah satu stasiun TV nasional. Aldi dan Kiara tampak tersenyum ke semua orang. Aldi terlihat masih sama tampannya seperti dulu, sedangkan Kiara mengenakan gaun dan riasan yang memesona. Semua yang melekat pada Kiara dari ujung rambut hingga ujung kaki adalah barang mahal kelas internasional.


Verlita terus menyimak tayangan di layar televisinya itu. Meski ada rasa sakit ketika melihatnya, tapi Verlita tetap tidak berhenti menyimak. Verlita haus akan rasa ingin tahu mengenai kelebihan wanita yang berada di sisi Aldi itu.

__ADS_1


"Selamat datang kami ucapkan kepada bapak Revaldi Wiji Sasongko dan ibu Kiara Permatasari.  Kami mengucapkan selamat, bapak. Kami berharap BLUE CORP akan semakin jaya dan berkembang pesat di bawah kepemimpinan bapak. Apakah di antara bapak atau ibu ada yang ingin menyapa pemirsa di rumah maupun para penonton yang saat ini berteriak histeris menyebut nama pak Aldi?" Pembawa acara dengan luwes menyapa Aldi dan Kiara dengan sopan.


Aldi dan Kiara saling pandang seolah mempersilahkan satu sama lain jika ingin mengambil mikrofon yang disodorkan di hadapan mereka berdua oleh panitia berpakaian hitam di belakang sang pembawa acara.


"Hai semua. Saya Aldi dan di sebelah saya adalah istri tercinta saya, Kiara. Terima kasih bagi yang sudah hadir di acara perayaan tahunan BLUE CORP malam ini. Selamat menikmati malam anda semua." Aldi membungkuk usai mengucapkan kalimat terakhirnya. Kiara yang masih bergandengan tangan dengan Aldi juga ikut membungkuk bersama dengan harmonis.


Verlita melihat Aldi berbicara dengan senyuman dan sinar mata yang memancarkan kebahagiaan. Sangat berbeda dengan pria berwajah dingin yang dulu berpacaran dengannya. Verlita seolah tidak mengenal pria di layar kaca yang masih menebar senyum di wajahnya itu.


"Arghhh" Verlita berteriak dan melempar segala benda di sekitarnya baik itu bantal, vas bunga bahkan ponselnya. Semua benda melayang dan pecah terbelah. Layar Televisi menjadi retak, ponsel tak berfungsi lagi, dan isi apartemennya berantakan.


🌸🌸🌸🌸


Begitu masuk ke ruangan besar dari gedung serbaguna tempat diadakannya pesta, semua orang menyambut dan menyapa Aldi dan Kiara dengan wajah cerah bersinar. Semua yang hadir ingin dikenal dan terkesan baik di mata keduanya. Kiara sendiri tidak mengenal satu pun wajah mereka. Hanya wajah beberapa artis terkenal yang sering Kiara lihat di televisi saja yang bisa Kiara kenali. Selebihnya tidak ada satu pun yang Kiara kenal wajahnya maupun namanya meski mereka kebanyakan adalah orang kaya.


Usai acara sapaan dengan semua orang, Kiara dan Aldi menuju meja khusus untuk tamu kehormatan. Menanti acara pesta perayaan dimulai. Hall yang luas itu berisi meja-meja bundar untuk setiap tamu. di tengah ruangan ada area kosong yang akan dipakai untuk acara dansa dan pertunjukan. Juga ada panggung dimana MC akan memimpin jalannya acara pesta perayaan.


Sambil menanti acara dimulai, beberapa tamu tampak ngobrol satu sama lain. Ada juga yang sudah makan di meja masing-masing sambil tetap bercakap-cakap antara satu dengan lainnya. Tapi juga ada yang hanya berdiri di area makanan dan camilan untuk memakan camilan mereka sambil mengobrol dengan teman-temannya.


Setelah Aldi dan Kiara duduk di meja kehormatan mereka, hampir semua sorot mata tertuju ke mereka berdua. Setiap gerak-gerik keduanya tak lepas dari fokus pandangan semua orang.

__ADS_1


Kiara sendiri awalnya risih. Aldi pun paham apa yang dirasakan sang istri.


"Nggak nyaman ya dipandang oleh semua orang?"


Kiara tersenyum lah tak berdaya. Ingin mengiyakan pun Kiara malu.


Aldi pun menatap Daniel yang berdiri di dekatnya. Aldi memerintahkan supaya acara dimulai sekarang juga dengan hanya menganggukkan kepala ke arahnya.


Daniel yang memahami sinyal dari sang atasan langsung menghubungi penanggung jawab acara. Dalam lima menit, suara MC sudah menyapa seluruh undangan di pesta itu. Menandakan acara pesta perayaan pun dimulai.


Semua mata yang awalnya menatap Aldi dan Kiara kini beralih ke arah panggung. Kiara merasa lega, tidak ada lagi yang menatap aneh kepada dirinya. Kiara menatap Aldi yang tersenyum ke arahnya.


"Kamu yang melakukannya, Al?"


"Melakukan apa?"


"Membuat acara ini dimulai."


"Tentu saja. Aku kan pemiliknya." Aldi menunjukkan kesombongannya di hadapan istrinya.

__ADS_1


"Iya, kamu memang hebat. Sang pemilik yang bisa melakukan apa saja."


"Benar sekali. Aku bisa melakukan apa saja termasuk membuat kamu jatuh hati sama aku sejak lama. Kamu perlu ingat itu baik-baik."


__ADS_2