Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Keluarga Aldi Vs Keluarga Kiara


__ADS_3

"Ayahku menikahi ibuku yang bukan orang Indonesia. Padahal kakek sangat berharap menjodohkannya dengan tante Adelia, anak dari teman dekat kakek." Aldi memulai dongengnya.


Kiara memilih tidur di pangkuan Aldi sambil menatap wajah Aldi yang mulai bercerita.


"Orang tua tante Adelia berjasa dalam hidup kakek dan perusahaan. Sayangnya perusahaan mereka hancur dan bangkrut. Kakek ingin menjadikannya menantu sebagai balas budi"


"Tante Adelia yang masih gadis juga sangat baik kepada kakek. Dia juga paham keluarga besar kami berjalan seperti apa dan siapa yang haus akan kekuasaan dan kekayaan. Sehingga target beralih kepada kakak tiri ayahku. Om Damien."


"Om Damien ini ayahnya Mike?" Kiara memotong cerita Aldi dan berusaha menebak


"Ya. Om Damien sudah menikah dan memiliki Mike. Tapi tante Adelia tahu, menjadi istri kedua om Damien lebih mudah dari pada menjadi istri kedua ayahku. Maka target tante Adelia beralih kepada om Damien."


"Singkat cerita om Damien terpikat dan menjadikan tante Adelia istri kedua. Om Damien juga semakin disayang oleh kakek. Om Damien telah mengangkat beban hutang budi kakek kepada sahabatnya dengan berhasil menjadikan tante Adelia menantu."


"Tapi ambisi tante Adelia tidak berhenti sampai di situ. Dia melakukan banyak hal tak terbayangkan hingga menjadi satu-satunya  istri om Damien dan membuat ayah, ibu dan aku yang masih kecil pindah ke luar negeri."


"Ayah memilih mengalah dan mengurus perusahaan yang di singapura. Mamaku sendiri berasal dari sana. Jadi menetap di sana adalah hal yang ayah anggap baik bagi kami semua."


"Setiap hari keluarga kami tampak bahagia dan tanpa masalah. Potret keluarga yang terlihat bahagia dari luarnya." Aldi tersenyum getir


"Tapi ayah merindukan kakek. Ayah terbiasa menjadi kebanggaan kakek. Menjauh dari kakek membuatnya sedih hingga pergi dari dunia ini lebih cepat." Aldi berwajah sedih kali ini


"Usai kepergiannya, aku melakukan penyelidikan dengan kemampuan dan jaringan yang aku punya. Hingga aku memutuskan membeli WS TECH dan mengembangkannya hingga seperti sekarang."


"Selain itu aku juga mengumpulkan informasi mengenai keluarga kakek. Tentang Om Damien dan Tante Adelia. Aku menyusun rencana yang sesuai untuk memenuhi keinginan ayah."


"Dari semua informasi yang berhasil terkumpul, tante Adelia menjadi awal mula adanya permasalahan antara ayah dan kakek. Jadi aku memulai semua langkahku dari dia. Rencanaku saat ini sudah 80 % selesai. Tinggal mengeluarkan tante Adelia dari keluarga."


Kiara ingin menyela dan mengajukan pertanyaan. Tapi khawatir mengganggu Aldi yang sedang mendongeng.


Aldi berhenti bercerita dan memperhatikan Kiara yang tak lagi menatapnya. Kemudian Aldi mengisyaratkan Kiara untuk mengeluarkan pertanyaan yang mengganjal di hatinya.


"Kamu yakin setelah tante Adelia dikeluarkan dari keluarga dengan perceraian, maka dia tidak akan melakukan perlawanan atau memiliki rencana cadangan?" Kiara akhirnya bertanya


"Aku kira iya. Perceraiannya dengan Om sudah tinggal tahap akhir sidang. Harta gono-gini tidak bisa dia klaim karena alasan perceraian adalah pengkhianatan. Dan semua bawahan Tante Adelia di perusahaan sudah berhasil aku ganti dengan orang yang lebih bertanggung jawab."


Aldi menceritakannya dengan mantap dan yakin bahwa tidak akan ada masalah di kemudian hari.

__ADS_1


"Al, Kamu belum cerita perusahaan kakek kamu namanya apa? Apa lebih kaya dari pada sekedar memiliki WS TECH?"


"Oh, aku belum kasih tahu, ya?"


"Iya."


"Kamu tahu kan nama lengkap aku?"


Kiara seperti pernah mendengarnya ketika dulu ijab qabul atau pernahkan dia membacanya di buku nikah miliknya? Kiara mengingat-ingat, "RIvaldi..." Kiara menjeda untuk mengingat kembali.


"WIji Sasongko" Aldi tak sabar melanjutkan, "Wiji sasongko pemilik BLUE CORP International."


Kiara menutup mulutnya seketika. Tak menyangka Aldi berasal dari keluarga yang terkenal kaya raya di seantero negeri.


"Ayahku awalnya adalah pewaris. Ayah adalah anak dari istri sah kakek. Sementara Om Damien lahir dari wanita yang belum pernah dinikahi oleh kakek. Kakek sejak awal lebih sayang kepada ayah."


"Jadi ayah kamu mengelola Blue Corp cabang Singapura sejak kamu kecil?"


"Iya. Tapi kakek tidak pernah menghubungi ayah. Seolah-olah kami bukan lagi keluarga. Bahkan hingga kakek meninggal sekalipun hanya memberikan wasiat supaya aku menikah dengan Bella, anak dari kedua orang tua kamu."


"Apa hubungan orang tua kami dengan kakek?"


"Mengetahui mama kamu dan Bella hidup serba susah, kakek merasa bersalah. Dan menulis wasiat khusus untuk ayahku."


"Garis besar wasiat Kakek berisi mengenai keinginannya agar aku, cucunya, bersedia menikah dengan Bella, keturunan penyelamat kakek yang masih hidup susah."


"Apa terlalu rumit untuk kamu pahami?" Aldi berhenti menatap gadis manis yang berada di pangkuannya.


"Ya, aku merasa pemikiran keluarga kamu, terutama kakek, masih terasa aneh. Kenapa kakek tidak memberi uang dan pekerjaan yang baik saja? kenapa harus sampai ada ikatan pernikahan?" Dahi Kiara berkerut. Tampak berpikir keras.


"Aku rasa ayahku dulu berpikiran sama seperti kamu. Karena itulah ayahku menolak. Apalagi ayah sudah memiliki mama dalam hatinya."


"Kalau kamu? Dulu kenapa kamu tidak pernah berpikir untuk memberikan uang dan pekerjaan saja kepada kak Bella?" Kiara masih penasaran dengan topik ini.


"Aku sudah merencanakan itu sebelum kemunculan kamu sebagai saudaranya Bella." Jawab Aldi


"Jadi? Kenapa bisa berlanjut hingga pernikahan kita?"

__ADS_1


"Tentu saja karena kamu." Aldi gemas dan mencubit pelan hidung Kiara yang imut.


"Aku belum paham, Al. Jelaskan lagi."


"Bagian mana sih nggak pahamnya?"


"Kenapa tadi kok setelah kemunculanku sebagai saudara kak Bella kok kamu melanjutkan pernikahan?"


"Bukankah sudah jelas?"


"Belum."


"Ya karena aku menikah sama kamu, Kiara. Bukan sama Bella. Kalo bukan kamu, ya kayaknya aku batal nikah sama Bella."


Kiara terdiam mencerna kata demi kata yang dimaksudkan oleh Aldi.


"Jadi kamu setuju menikah dengan aku sejak awal karena aku? bukan karena wasiat ataupun karena kak Bella?"


"Jika Bella tidak bertukar dengan kamu untuk menjadi pengantinku, aku tidak akan melanjutkan pernikahan itu. Semua karena kamulah pengantinku, Kiara."


Kini Kiara baru paham.


"Lalu wasiat itu?"


"Aku berterimakasih kepada kakek, karena wasiat itu aku bisa menikah dengan kamu, Ra." Aldi menyisipkan helaian rambut Kiara ke belakang telinganya. Mengirimkan getaran aneh ke hati Kiara melalui sentuhan kulit mereka.


"Jadi kamu juga yang memenuhi semua kebutuhan mamaku selama ini?" Kiara baru teringat akan kehidupan mamanya yang bebas minum minuman keras sesukanya.


"Kamu yang membayar asisten rumah tangga dan mengirimkan uang bulanan yang besar kepadanya?"


Aldi mengangguk. "Awalnya aku memberi jatah uang bulanan. Tapi pola hidup mama kamu semakin berantakan."


"Aku hanya berkunjung sekali usai menikah. Aku tidak tahan melihat dia yang merusak dirinya dengan minuman."


"Aku tahu. Karena itulah aku menghentikan jatah bulanannya. Sekarang aku membayar seorang terapis untuk rehabilitasi alkohol mama kamu. Pengeluaran kebutuhannya aku serahkan kepada asisten rumah tangganya."


Kiara sedih memikirkan mamanya. Kiara bangkit duduk bersebelahan dengan Aldi sambil menyandarkan kepala ke bahunya.

__ADS_1


Aldi merangkul pundak Kiara dan memberikan belaian halus untuk menenangkannya.


Dongeng masih panjang. Tapi Kiara rasa cukup untuk hari ini. Perasaannya sedang tidak baik.


__ADS_2