
"Ra, sekarang kamu mau cerita masalah kamu?"
Kiara terkejut dengan pertanyaan Bella.
"Kok kakak nanya gitu." Kiara tetap berusaha mengelak.
"Kamu bukan tipe perempuan yang suka bertamu malam-malam begitu saja, Ra." Sahut Bella.
"Kakak sudah menduga hal itu sejak aku tiba?"
"Tentu saja. Dari tadi aku nungguin kamu dengan sendirinya menceritakan masalah kamu. Tapi kok ya makin ke sini malah aku yang semakan banyak mengungkapkan masalah aku. Jadi, sekarang kamu ceritain sama kakak. Ada apa, Ra?" Bella dengan lembut bertanya kepada Kiara.
Aldi yang menguping juga menantikan jawaban Kiara.
"Aku nggak apa-apa kok kak. Cuma pengen main saja ke sini. Aku kan belum pernah datang ke rumah baru kakak." Kiara tampak meyakinkan. Tidak ada wajah sedih ataupun ekspresi seperti orang yang sedang dilanda masalah besar.
"Kalo kamu emang nggak mau cerita, aku bakal tetap menebak masalah kamu. Aku sudah memiliki beberapa pertanyaan di benakku, Ra." Bella masih belum menyerah.
"Aku baik-baik saja kak. Anggep saja aku lagi kangen kak Bella."
"Apa karena berita viral kemarin itu?"
Kiara terkejut mendengar tebakan Bella.
Melihat ekspresi keterkejutan di wajah Kiara membuat Bella yakin bahwa berita viral itulah yang menjadi permasalahan Kiara saat ini.
"Kak Bella juga mengikuti berita itu?" Kiara malah balik menanyai Bella.
"Tentu saja, Ra. Kakak sudah khawatir sama kamu dan Aldi begitu muncul berita itu. Tapi karena Aldi sudah berhasil menghapus berita itu dan mencegah beritanya semakin tersebar luas, kukira semua masalah sudah berhasil teratasi. Akan tetapi kamu malam-malam datang sendiri seolah tidak ada sesuatu yang terjadi membuat ku kembali khawatir, Kiara." Tatapan Bella mengintimidasi Kiara untuk bercerita.
"Seperti yang kakak bilang, beritanya sudah dihapus dan nggak lagi menyebar, kan. Semuanya sudah terkendali, kak. Jadi kakak sudah nggak perlu khawatir lagi. Aku ke sini cuma pengen main dan ngobrol doang kok. Beneran."
__ADS_1
"Lalu kenapa kamu main ke sini sendirian. Dimana Aldi? Apa kamu ada masalah sama Aldi? Kalian bertengkar karena berita itu?" Bella mulai tampak khawatir.
Kiara sendiri menjadi diam tanpa ekspresi ketika mendengar nama Aldi disebut. Kiara ingin mengelak tapi belum tau harus memberikan alasan apa kepada Bella.
"Kamu bisa berbagi cerita sama aku, Kiara. Apa Aldi yang sudah nyakitin kamu?" Kediaman Kiara membuat Bella semakin prihatin.
Kiara tidak ingin permasalahannya dan Aldi diketahui siapapun. Tapi apa yang harus Kiara katakan kepada kakaknya ini.
"Aldi nggak nyakitin aku kok kak. Aku nggak lagi ada masalah sama dia. Kakak terlalu khawatir." Kiara menjawab dengan senyum. Meski pembawaannya tidak lagi ceria seperti tadi, tapi Kiara telah membantah bahwa dirinya sedang memiliki masalah dengan Aldi.
Aldi yang masih mendengarkan obrolan Kiara merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Kiara tidak memberi tahu Bella akan masalah yang terjadi di antara mereka. Kiara juga tidak mengadukan Aldi sedikitpun kepada Bella. Kiara menutupi masalah mereka berdua. Bahkan Kiara berbohong dan melindungi Aldi.
Tangan Aldi terulur berusaha menggapai dan membelai wajah Kiara yang ada di layar tabletnya. Aldi ingin sekali mendatangi wanitanya ini. Tapi dia hanya bisa melihatnya dari kejauhan begini.
'Kenapa kamu menutupi kesalahanku yang sudah menyakiti kamu, Kiara. Bahkan Bella sekalipun tidak kamu beri tahu.' Aldi mengungkapkan keheranannya dalam hati.
"Kamu tidak pandai berbohong Kiara. Kamu nggak terbiasa mengatakan kebohongan." Suara Bella membuat Aldi kembali menyimak perbincangan Bella dengan Kiara.
Kiara menatap Bella sejenak sebelum kembali berbicara. "Anggap saja bahwa yang ku ucapkan tadi bukan kebohongan, kak. Aku baik-baik saja."
"Baiklah, Kiara. Aku tidak akan memaksa kamu jika tidak ingin berbagi masalah kamu sama aku." Bella tampak kesal. Tapi Bella juga khawatir dengan Kiara yang tampak tidak biasa bersikap begini.
"Ra, Aldi sekarang dimana? Apa masih di kantor?" Bella masih belum ingin menyerah. Bella kembali harus mengingatkan Kiara mengenai apa yang pernah Bella saksikan.
"Iya, kak." Jawab Kiara dengan singkat.
"Ra, aku pernah nggak sengaja ketemu Aldi lagi makan sama asistennya. Aku nimbrung ke meja mereka sama Bima. Tapi Aldi dengan terang-terangan menunjukkan perhatiannya sama asistennya itu. Padahal aku sama Bima mengamati interaksi Aldi sama asistennya itu." Bella tidak tahan untuk tidak mengungkapkan kecurigaannya terhadap Aldi.
Kiara pun langsung ingat dengan kejadian dimana dia dan Aldi makan bersama, tapi dirinya masih mengenakan make up sebagai Rara, asisten Aldi.
"Kak Bella menduga Aldi menyukai asistennya?" Kiara kini mulai tertarik untuk membahas hal ini.
__ADS_1
"Nggak hanya suka, Kiara. Aldi begitu perhatian pakai banget. Tatapannya nggak teralihkan sama sekali dari setiap gerak-gerik asistennya itu." Sahut Bella dengan penjelasan yang berapi-api.
Bella berharap Kiara memahami bagaimana Aldi tampak dengan begitu jelas telah menduakan Kiara di hadapan Bella dan Bima. Tapi yang Bella dapati malah senyum di wajah Kiara. Hal ini membuat Bella semakin heran dengan tanggapan Kiara.
"Jadi menurut kakak Aldi sangat menyukai dan memperhatikan asistennya itu?" Kiara masih saja tersenyum ketika menanyakan hal ini.
"Benar sekali Kiara. Aldi dengan jelas tampak jatuh cinta dengan asistennya," Bella dengan bersemangat mengubgkapkan pendapatnya ini. "Tapi kok kamu malah tampak senang sih, Ra?"
"Tentu saja senang, kak."
Senyum tolol masih saja menghiasi wajah Kiara. Sejak tadi malam Kiara begitu sakit membayangkan betapa Aldi masih menyimpan perasaan untuk Verlita. Tapi begitu mendengarkan pendapat dari orang lain mengenai perasaan Aldi untuk dirinya, Kiara tidak tahan untuk tidak merasa senang. Kiara begitu senang hingga hanya bisa tersenyum geli mengingat betapa perhatiannya Aldi selama Kiara berada di sisinya sebagai Rara.
🌸🌸🌸🌸
Aldi memperhatikan wajah tersenyum Kiara yang begitu manis. Akhirnya Aldi bisa kembali melihat senyuman ini di wajah Kiara. Menggantikan wajah penuh tangis Kiara tadi malam yang masih saja menghantui Aldi.
Dengan tablet yang masih ada di tangannya dan earphone tanpa kabel yang masih dipakai di telinganya, Aldi perlahan turun dari mobilnya dan berjalan dengan perlahan ke rumah Bima dan Bella.
Aldi tak henti-hentinya tersenyum melihat layar tablet yang menampakkan wajah Kiara yang masih menyunggingkan senyum kepada Bella.
🌸🌸🌸🌸
"Kiara, jangan mempermainkan aku. Kamu ini dikasih tahu mengenai dugaan perselingkuhan suami kamu kok malah tersenyum-senyum gini sih. Jangan bikin aku khawatir deh, Ra." Bella kebingungan dengan respon Kiara yang semacam ini.
"Maaf ya kak. Aku terlalu senang mendengar cerita kakak. Sebebnarnya yang kakak lihat itu.." Kiara hendak menjelaskan mengenai Rara tapi kalimatnya terpotong suara Bel pintu rumah Bella.
"Ting.. Tong.."
🌸🌸🌸🌸
Hai Readers. Pasti udah bisa nebak kan siapa yang datang membunyikan bel. Ayuk tebak gimana lanjutannya..
__ADS_1
Like biar saya semangat nulis lanjutannya hari ini juga ya...
_Dinda^^