Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Merencanakan Malam yang Indah


__ADS_3

Ketika Bima memasukkan map berisi sertifikat rumah ke lemari besinya, Bima mengeluarkan map berisi laporan kesehatan Bella. Tapi isi laporan kesehatan Bella ini harus dirahasiakan. Tidak ada yang boleh tahu mengenai isinya, termasuk Bella sendiri.


Bima membuka isi map itu dan mengingat malam berdarah seminggu yang lalu. Malam itu dokter meminta Bima menandatangani formulir operasi yang mengijinkan dokter mengeluarkan janin yang sudah tak terselamatkan, calon anaknya dan Bella. Dalam formulir itu juga ada satu persetujuan yang harus Bima tanda tangani dengan berurai air mata.


Formulir yang Bima tanda tangani dengan gemetaran itu adalah persetujuan pengangkatan rahim Bella yang tak mungkin terselamatkan akibat peluru yang bersarang di perut Bella. Bahkan usai menandatangani formulir persetujuan itu, Bima masih menangis tanpa suara hingga cukup lama.


Malam itu Bima menyesal atas semua kesalahannya terhadap Bella. Juga kesalahannya kepada semua wanita yang telah Bima renggut kegadisannya dan Bima tinggalkan. Bima benar-benar hancur malam itu.


Setelah mengingat malam yang masih menyisakan rasa sakit itu, Bima menutup map yang sangat rahasia di tangannya dan mengembalikannya ke lemari besi penyimpanan barang berharga miliknya.


Bima mengusap wajahnya. Ternyata Bima tidak sadar telah menitikkan air mata hanya karena mengingat malam dimana Bella dioperasi.


Lemari besinya telah tertutup dan terkunci rapat. Bima berharap bisa menyimpan dan merahasiakan hal itu selama mungkin.


🌸🌸🌸🌸


Di saat yang sama, Bella sudah berbaring di ranjangnya. Sikap Bima yang berubah terlalu drastis ini masih terasa aneh. Hanya karena Bella mau menerima peluru yang akan mengenai Bima, tidak seharusnya Bima melupakan Kiara dengan mudah. Cinta yang Bima miliki untuk Kiara sangat besar. Bella telah berulang kali berusaha masuk di antara cinta Bima untuk Kiara, tapi cara apapun tidak pernah berhasil.


Bahkan kabar kehamilannya pun masih bisa membuat Bima meninggalkannya di rumah demi menculik dan mendapatkan Kiara untuk dirinya sendiri. Bella merasa sudah bersikap benar dengan tidak menanggapi perubahan sikap Bima dengan serius. Besok bisa saja Bima sudah kembali bucin lagi kepada Kiara. Lebih baik Bella tidur dengan nyenyak dan tidak lagi memikirkan Bima.


Bella baru mulai memejamkan mata dan terlelap ke alam tidur ketika Bima masuk ke kamar mereka dan mendekati Bella. Bima berusaha masuk dengan perlahan agar tidak mengganggu Bella yang bisa saja sudah tertidur. Sehingga Bella yang memang telah terlelap tidak merasakan keberadaan Bima.


Dalam keheningan kamarnya itu, Bima diam-diam memperhatikan Bella. Bima menatap wanita yang selama ini dia sia-siakan itu. Bima kembali menangis dalam diam menatap wajah polos Bella, istrinya. Wanita yang tidak pernah dia akui sebagai istri ini telah berhasil membuat rasa bersalah Bima memuncak. Bima telah berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak akan pernah meninggalkan wanita ini, apapun yang terjadi.


Bima tidak butuh keturunan atau penerus keluarga. Bima bisa mengadopsi anak dan mendidiknya menjadi pewaris yang baik. Yang terpenting bagi Bima adalah kebahagiaan Bella. Dan Bima paham apa yang paling diinginkan oleh Bella. Wanita ini memiliki cinta yang begitu besar untuk dirinya. Hanya dengan mencintai Bella dengan sepenuh hati, maka Bella akan hidup bahagia di sisinya. Bima akan berusaha mencintai wanita ini dan mendahulukan kepentingan Bella di atas segalanya.


🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Di saat yang sama, Kiara dan Aldi masih dalam perjalanan menuju rumah besar keluarga Wiji Sasongko, rumah mereka berdua.


Kiara tidur di bahu Aldi sepanjang perjalanan. Sementara Aldi sendiri sibuk dengan laptop dan ponselnya selama di jalan. Meski dia juga harus menahan beban Kiara yang bersandar kepadanya, stamina Aldi cukup kuat untuk tetap bekerja dan menjadi sandaran bagi Kiara yang tertidur.


Aldi yang kini memegang Blue Corp seharusnya tidak memiliki waktu bersantai. Tapi Aldi juga harus memiliki waktu untuk Kiara, sehingga Aldi bekerja dua kali lebih cepat dan efisien dari yang seharusnya untuk memiliki waktu bagi istrinya.


Aldi sedang mendengar laporan Mike mengenai internal perusahaan. Aldi menggunakan earphone sehingga Kiara tidak terganggu dengan obrolan telponnya. Usai Mike beres melaporkan hal internal BLUE CORP, Mike menceritakan sepak terjang orang-orang yang perlu diawasi.


Dari beberapa daftar orang yang aksinya perlu diawasi adalah Verlita. Mike melaporkan banyak hal mengenai Verlita. Termasuk keberhasilan Verlita menjerat Hasan dan bagaiman Verlita berusaha menggali informasi mengenai kegiatan Aldi.


Mendengar semua hal mengenai Verlita ini membuat Aldi berpikir cukup lama. Mike sendiri mengenal Verlita sejak masih berpacaran dengan Aldi. Mike paham bagaimana perasaan Aldi yang dulunya sangat mencintai Verlita. Maka dari itu Mike tidak berani memberikan saran apapun mengenai tindakan yang harus diambil berkenaan dengan Verlita. Mike membiarkan Aldi merencanakan sendiri hal-hal yang berkaitan dengan mantan kekasihnya itu.


"Pantau lebih lama dan intens wanita itu. Lakukan penyadapan mulai sekarang. Kiara tidak boleh sampai mengalami hal buruk apapun karena rencana wanita itu." Instruksi mengenai Verlita ini menjadi hal terakhir yang Aldi bahas dengan Mike sebelum Kiara terbangun.


Aldi mengakhiri sambungan teleponnya karena melihat Kiara sudah tidak ingin lagi tidur. Aldi juga menutup layar laptopnya. Aldi ingin kembali fokus kepada Kiara.


"Mimpikan aku?" Tanya Aldi begitu melihat Kiara yang bangun tidur lanjut menatapnya.


"Nggak."


"Kenapa nggak? Aku ingin masuk ke dalam mimpi kami, sayang." Aldi membelai pipi Kiara.


"Kamu sudah ada dalam dunia nyataku. Kenapa juga harus ada dalam mimpi yang bisa sirna?"


"Aku ingin bisa menguasai semua dunia kamu. Duni nyata maupun dunia mimpi."


"Oh ya." Kiara tertawa mendengarnya.

__ADS_1


"Iya. Aku ingin menjadi bagian dari mimpi kamu juga."


"Baiklah. aku akan nambahkan kamu ke dalam variabel mimpi aku." Kiara tersenyum memberikan janjinya.


"Kita sebentar lagi tiba di rumah. Sudahkah kamu merindukan rumah kita?"


"Sudah. Aku rindu kamar kita." Kiara bersemu merah mengucapkannya.


"Aku lebih rindu sama kamu." Usai mengatakan itu, mobil mereka berhenti di gerbang rumah mereka. Menanti penjaga membuka pintu untuk tuannya.


Melihat mereka sudah sampai di tujuan, Keduanya menghentikan obrolan ringan mereka.


Kiara tersenyum senang memasuki rumahnya. Aldi selalu membawa canda tawa. Kiara sampai lupa dengan pertengkaran kecil mereka ketika bulan madu ke Singapura, sebelum tiba di Indonesia.


Kiara langsung menuju kamar tidurnya untuk mandi dan membersihkan diri sementara Aldi langsung menuju ruang kerja melanjutkan pekerjaannya.


Keduanya baru bertemu kembali ketika waktu makan malam tiba. Kiara juga menikmati makan malamnya bersama Aldi.


Waktu yang Kiara tunggu pun tiba, yaitu waktu berdua dengan Aldi usai makan malam. Kiara paham Aldi menjaga jarak dengannya selama satu minggu ini karena khawatir Kiara trauma berdekatan dengan lelaki. Tapi Kiara yakin dirinya sudah baik-baik saja. Kiara juga harus memenuhi kewajibannya kepada Aldi yang selama ini telah dia lalaikan. Kiara akan berusaha menekan rasa trauma itu dan mengulang malam indah mereka di Singapura.


🌸🌸🌸🌸


Hai Readers


Malam indah Kiara berhasil nggak ya?


_Dinda^^

__ADS_1


__ADS_2