
Mike menanyakan apa kurangnya Novia dibanding dengan Adelia. Damien tidak mungkin menceritakan semua kekurangan Novia di hadapan Mike yang sedang bersedih karena Adelia membunuh mamanya. Damien hanya bisa menceritakan bagaimana hubungannya dengan Adelia yang dulu berjalan baik dan menyenangkan.
"Adelia sangat mengerti apa yang papa butuhkan dan juga apa yang papa inginkan. Dia bisa melakukan apapun yang papa mau. Karena itulah papa selalu senang bersama dengannya. Jika saja Adelia tidak berkhianat dengan memiliki hubungan dengan banyak pria lain di luaran, papa mungkin masih akan bersamanya, Mike."
"Jadi sejak dulu papa sudah tahu bahwa mama tidak bunuh diri, tapi dia dibunuh oleh wanita itu?"
"Papa punya dugaan bahwa mama kamu tidak bunuh diri. Papa waktu itu membaca hasil otopsi mama kamu. Papa yakin kamu bisa membayangkan apa isinya." Damien dengan tenang menjawab pertanyaan Mike
"Mama kekurangan asupan nutrisi selama tiga bulan terakhir, tapi papa menganggap mama tertekan karena berpisah sama aku dan papa. Ada tanda-tanda pemerkosaan di hari mama meninggal, tapi papa menganggap mama melakukannya dengan sukarela bersama pria lain sebelum bunuh diri. Itukah yang papa pikirkan saat membaca hasil otopsi mama?" Mike semakin emosi. Tapi masih berusaha menahannya.
"Kurang lebih seperti itu." Jawab Damien singkat.
"Papa sama sekali tidak menduga bahwa mama dibunuh atau disiksa oleh wanita itu?"
"Saat itu papa yakin bahwa mama kamu bersalah. Papa masih menganggap mama kamu yang mendorong Adelia hingga kehilangan bayi kami dan tidak bisa memiliki anak lagi selamanya."
Kalimat fitnah terhadap mamanya ini adalah yang paling menyakitkan bagi Mike. Apalagi Mike dulu juga menyaksikan kejadiannya tapi dianggap berbohong.
"Jadi seandainya dulu papa tahu bahwa mama dibunuh oleh wanita itu, papa tetap akan melindungi istri muda papa?"
"Ya." Damien menjawab dengan singkat.
Satu kata ini membuat Mike tidak bisa menahan emosinya. Mike menarik baju bagian depan Damien. Mike menatapnya dengan penuh amarah.
"Sebesar itukah cinta papa terhadap wanita itu! Papa lebih mencintai bayi dari wanita itu yang sudah mati dari pada anak papa yang masih hidup!" Mike berteriak histeris. Dan kini tidak bisa lagi menahan tangis.
"Papa memang bersalah kepada kamu dan mama kamu. Papa hanya bisa meminta maaf kepada kalian." Damien menunduk dengan kondisi baju bagian depan yang masih dalam genggaman Mike.
__ADS_1
"Maaf papa sangat terlambat. Sudah 25 tahun, pa! Seperempat abad sudah mama pergi dan papa baru meminta maaf sekarang! Papa merasa mama pantas bunuh diri karena membunuh bayi wanita itu, kan!ITu kan yang selalu papa tangisi ketika menatap foto mama?Papa bukan menangisi mama, tapi bayi kalian yg mati, kan?Jawab pa!" Mike mengguncangkan tubuh Damien.
"Papa menangisi perbuatan mama kamu, Mike. Jika bukan karena insiden berdarah di hari ulang tahun kakek, mama kamu mungkin masih menjadi istri papa. Dia juga akan masih bisa hidup bersama kamu dan papa hingga saat ini."
"Jadi selama ini papa masih saja menyalahkan mama karena mendorong wanita itu hingga keguguran! Papa sungguh tidak berperasaan!"
"Mama kamu tidak hanya sekali menyakiti Adelia, Mike. Mama kamu saat itu memiliki uang dan kekuasaan. Sementara Adelia lemah dan hanya memiliki cinta dari papa. Dia melakukan berbagai macam teror agar Adelia meninggalkan papa. Juga agar Adelia kehilangan anaknya." Ada tatapan tak percaya di wajah Mike mendengar hal ini.
"Semuanya berawal dari teror yang diciptakan oleh mama kamu yang menjadikan papa tidak berperasaan begini sama mama kamu!" Seru Damien.
"Papa percaya ucapan wanita itu mengenai teror yang diciptakan mama?"
"Saat itu papa lebih percaya kepada Adelia. Tapi setelah mengetahui Adelia yang sekarang, papa tidak tahu lagi, Mike." Damien menunduk.
Mike lagi-lagi berteriak dengan histeris. Damien hanya diam di samping sang anak dan tidak mengucapkan apa pun lagi. Damien menemani Mike dalam kesedihan dan rasa sakitnya dalam diam. Berharap Mike merasa tidak sendiri melewati rasa sakit ini.
"Jadi ini alasannya kamu menyuruh aku nyiapin mental ketika mendengar percakapan Mike dengan papanya?" Kiara akhirnya berkomentar setelah sekian lama duduk tenang mendengarkan percakapan Mike.
"Hmm" jawab Aldi singkat.
"Kamu sudah tahu jalan pikiran om Damien sejak awal?"
"Tentu saja."
"Ceritakan kepadaku lebih banyak, Al." Kiara bersikap sedikit manja. Membuat Aldi heran, ternyata wanita ini bisa berbuat manja begini.
"Ketika aku menemui om Damien untuk pertama kalinya, senjata yang aku bawa adalah pengkhianatan Tante Adelia. Usai tahu istrinya berkhianat, dia seolah kehilangan alasan untuk hidup. Om Damien sangat mencintai Tante Adelia. Cintanya kepada Tante Adelia lebih besar dari pada cintanya untuk Mike, anaknya sendiri." Aldi bercerita dengan menatap Kiara. Mencoba menangkap ekspresi terkejut istrinya.
__ADS_1
"Tapi bukannya om Damien dan Tante Novia dulu menikah karena cinta? Bagaimana mungkin om Damien lebih mencintai Tante Adelia?"
"Kamu lupa bahwa Tante Novia telah dianggap bersalah kepada Tante Adelia dan bayinya yang meninggal? Sejak 25 tahun yang lalu hingga sekarang, om Damien mencintai istri mudanya. Cintanya untuk istri pertama telah terkikis dan tergantikan sejak 25 tahun lalu. Om Damien mencintai istri mudanya jauh lebih lama dari pada istri pertama. Dia sudah terbiasa mencintai tante Adelia." Aldi dengan sabar menjelaskan kepada Kiara.
"Aku heran sekali, kenapa banyak pria yang mencintai Tante Adelia dengan begitu dalam. Apa pria memang lebih suka menatap kecantikan rupa seorang wanita dari pada hatinya?"
"Aku mencintai kamu karena keduanya."
Kiara terkejut mendengar kata cinta dari Aldi. Dia mengucapkannya dengan begitu alami seolah sudah terbiasa mengatakan hal itu. Padahal Kiara langsung sport jantung mendengarnya.
"Dasar suka merayu."
"Merayu istri sendiri kan boleh. Bahkan sangat disarankan."
"Filosofi siapa itu?"
"Filosofi aku lah!" Aldi tertawa.
Kiara senang melihat tawa Aldi.
🌸🌸🌸🌸
Di saat yang sama, sebuah mobil yang dikendarai oleh Ferdi sedang mengintai rumah besar keluarga Wiji Sasongko. Ferdi mengamati setiap mobil yang keluar masuk. Juga mengamati setiap pekerja di rumah itu yang datang dan pergi.
Ferdi telah memasang kamera tersembunyi di setiap sudut apartemen dimana dia dan Adelia terbiasa memadu kasih. Sejak tadi bangun pagi Ferdi ingin sekali menemui Adelia, kekasihnya. Meski seharusnya Ferdi ke kantor pagi ini, Ferdi memilih melihat keadaan Adelia terlebih dahulu.
Apa yang Ferdi rasakan ternyata benar. Terjadi sesuatu dengan Adelia. Mike membawa kekasihnya pergi setelah semalam Ferdi pulang dari apartemen itu.
__ADS_1
Ferdi amat kesal dan ingin marah, Ferdi harus mendapatkan kekasihnya kembali dengan cara apa pun.