Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Negosiasi dengan Penculik


__ADS_3

Bima mendapat laporan proges kegiatan Ferdi. Kiara telah berada di tangan Ferdi. Ini saat yang pas untuk memberikan instruksi secara langsung terhadap Ferdi.


Bima sedang berada di rumah besarnya, lebih tepatnya sedang berada di ruang kerjanya bersama Asistennya. Bima menerima pelaporan mengenai Ferdi dari sang asisten dan menyampaikan apa yang perlu asistennya lakukan kemudian.


🌸🌸🌸🌸


Di saat yang sama, Bella sedang beristirahat di kamarnya. Di dalam kamar tidurnya, Bella tidak sendiri. Ada perawat yang membantunya mengerjakan apapun. Perawat itu hanya akan pergi dari sisinya ketika tidur. Pagi ini Bella diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Begitu Bella diijinkan pulang dari rumah sakit, Bima mengatur seorang perawat untuk menjaga dan melayani apapun yang Bella butuhkan.


Bella kini merasa seperti seorang putri secara tiba-tiba. Butuh apapun, Bella tinggal meminta kepada perawat yang menjaganya. Bukan malah melayani segala yang diinginkan Bima.


Begitu memikirkan Bima, Bella jadi ingin menemuinya dan berbicara dengannya. Dia harus bertemu Bima dan mengetahui apa yang direncanakan oleh Bima mengenai anak yang dia kandung saat ini. Melihat bagaimana Bima mengatur perawat untuk menemaninya, Bella yakin Bima menginginkan anak ini dan tidak ingin mengusir Bella dari hidup Bima. Tapi tetap saja Bella membutuhkan pernyataan Bima mengenai masa depan hubungan mereka setelah ada anak di antara mereka.


Bella berjalan perlahan, bergerak dengan perlahan dan masih saja ditemani perawat yang disewa Bima.


"Kamu yakin suami saya sedang di dalam?" Tanya Bella kepada perawat itu ketika sudah berada di depan ruang kerja Bima yang tertutup.


"Iya, nyonya. Saya tadi sempat melihat ada asisten dari tuan Bima yang masuk ke ruang kerjanya." Jawab si perawat.


Bella membuka pintu ruang kerja Bima yang luas. Saat itu Bella mendengar pembicaraan Bima. Tapi Bima sendiri sedang menelepon sesorang sehingga tidak mendengar suara pintu ruang kerjanya yang terbuka. Bima juga sedang memunggungi pintu ruang kerjanya. Bima menelepon seseorang sambil duduk di kursi ruang kerjanya.

__ADS_1


Di ruangan itu Bella tidak melihat siapapun selain Bima yang sedang fokus terhadap pembicaraannya di telepon. Karena melihat Bima yang sibuk dengan telepon yang tampak penting itu, Bella memutuskan duduk di depan meja kerja Bima begitu saja tanpa permisi maupun bersuara. Bella khawatir malah akan mengganggu pembicaraan Bima.


"Baguslah jika kamu bisa menyadari bahwa aku yang telah membantu rencana kamu." Bella tertarik menyimak apa yang Bima bicarakan di telepon ini.


"Karena aku telah berjasa dalam membantu kamu keluar dari penjara, maka kamu harus membantuku dengan rencana balas dendamku." Ucap Bima.


Bella terkejut mendengar hal ini. Bella otomatis menutup mulutnya agar tidak kelepasan berteriak atau bersuara. Bella mendengar dengan jelas Bima menyebut penjara. bima mengeluarkan pria yang diajak bicara itu dari penjara.


"Kamu tidak perlu tahu siapa aku. Kamu cukup membalas jasaku dengan melakukan apa yang aku inginkan. Ketahuilah, aku bisa dengan mudah mendatangkan polisi ke lokasi keberadaanmu jika kamu tidak mau mengerjakan apa yang aku inginkan. Kita memiliki tujuan yang hampir sama. Jadi sudah sepantasnya kita bekerja sama."


Usai mengucapkan hal ini, Bima terdiam menyimak apa yang diucapkan si penelpon. Bella pun dengan tenang menyimak dan berusaha mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya.


"Bagus. Kamu harus bisa memancing Aldi datang dengan uang tebusan. Seolah-olah kamu mengincar uangnya agar dia tidak curiga." Bima bicara kemudian terdiam menyimak lagi.


"Baik, aku tidak akan ikut campur kamu menginginkan uang atau kekayaan Aldi untuk pacar kamu itu. Aku hanya ingin melihat Aldi sengsara seperti kamu. Tapi ingat, Kiara hanya untuk memancing kedatangan Aldi dan membuatnya gila. Kamu harus menyerahkan Kiara kepadaku. Aku akan datang ketika kamu melakukan transaksi dengan Aldi. Aku rasa kamu tidak bisa melakukan transaksi hari ini karena pemindahan kekayaan secara legal butuh waktu. Paling tidak baru besok bisa dilakukan. Jadi perlakukan Kiara dengan baik. Dia harus kamu serahkan kepadaku."


Bima mengakhiri pembicaraannya di telepon dan memutar kursinya ke arah Bella yang sedang duduk si hadapannya. Wajah Bella pucat mendengarkan apa yang Bima ucapkan. Banyak sekali informasi yang perlu Bella cerna.


"Kamu berani-beraninya menguping pembicaraanku!" Bima emosi melihat Bella. Tapi Bella masih berpikir tentang ucapan Bima di telepon. Wajah Bella semakin pucat ketika mengulang pembicaraan Bima dalam pikirannya dan berusaha menyimpulkan nya.

__ADS_1


"Kamu juga lancang sekali masuk ruang kerjaku tanpa mengetuk pintu atau permisi. Kamu sungguh tidak bisa diberikan sedikit saja perhatian. Kamu langsung ngelonjak minta lebih setiap aku memberikan kamu sesuatu." Bima semakin merah menahan emosi.


"Apa.. apa yang sudah kamu lakukan kepada adikku?" Bella akhirnya bisa mengucapkan hal yang paling mengganggu pikirannya. Meskipun suaranya terdengar begitu lemah. Bella terguncang dengan apa yang dilakukan suaminya. Semua hal baik yang dia bayangkan tiba-tiba musnah.


Bella seperti baru diangkat tinggi ke angkasa oleh Bima. Tapi kemudian di lemparkan dari langit sekencang-kencangnya.


"Sekarang kamu menyebut Kiara adik. Kamu lupa kamu sudah mengambil calon suami adik kamu untuk kamu miliki sendiri! Kamu pura-pura baik lagi ya di hadapanku. Berusaha menjadi kakak yang baik agar aku semakin simpati sama kamu lagi! Kamu bikin aku capek sama drama kamu, Bella!" Bima mencibir tanpa sedikitpun menyaring apa yang dia ucapkan. Bima lupa bahwa tadi malam dia berkomitmen akan bersikap baik kepada Bella demi anaknya.


Bella mulai paham apa yang akan Bima lakukan. Bella tidak perlu lagi tahu apa keputusan Bima mengenai masa depan pernikahan mereka. Bella sudah tahu apa yang diinginkan Bima. Dia masih saja ingin bersama Kiara.


"Aku akan pergi dari hidup kamu. Aku tahu kamu masih ingin bersama Kiara. Tapi ini penculikan, Bim. Sadarlah. Jika Aldi tahu kamu di balik semua ini, apa yang akan dia lakukan terhadap Atmaja Grup?"


"Kamu jangan sok perhatian!" Bima tidak terima dengan apa yang dikatakan Bella. Bima telah punya rencana. Bima tidak perlu simpati wanita ini. Bima muak berhadapan dengannya. bima pergi dari ruang kerjanya meninggalkan Bella sendiri merenungi apa saja yang baru Bella dengar dari Bima.


Bella pusing memikirkan semua ini. Bella khawatir dengan keadaan Kiara. Tapi Bella terlalu takut kepada Bima untuk memberi tahu Aldi mengenai semua ini. Bella terus saja berpikir akan jalan yang akan dia tempuh hingga dia kembali ke kamarnya lagi dalam keadaan linglung.


🌸🌸🌸🌸


Hai Readers..

__ADS_1


Kira-kira Bella bakal ngelakuin apa ya? Nolong Kiara atau biarin aja nie readers..?


_Dinda ^^


__ADS_2