
"Makanlah, kamu tadi kan ingin memakan ayam bakar ini." Sahut Aldi.
Bella tertegun menatap Aldi yang perhatian kepada wanita selain Kiara.
"Kamu juga segera makan, Bel. Kamu kan ingin makan ini tadi." Bima tak mau kalah dalam memberikan perhatian. Bima menegur Bella yang hanya bengong menatap Aldi yang di hadapannya.
"Jadi nona juga suka ayam bakar di sini?" Kali ini suara Rara terdengar seperti anak remaja yang menggemaskan. Dia bertanya kepada Bella yang ada di samping kirinya.
"Panggil saja aku Bella. Kamu siapa?" Bella rasa ini saat yang pas untuk berkenalan dan tahu siapa sebenarnya wanita yang bersama Aldi dan dari tadi diperhatikan oleh Aldi dengan intens.
"Halo nona Bella, saya Rara. Sekretaris pak Aldi." Rara tersenyum dengan manis dengan mengulurkan tangan kepada Bella.
Bella awalnya tampak heran dengan sambutan hangat Rara untuk berkenalan. Tapi kemudian Bella menguasai diri dan menjabat tangannya.
"Jangan panggil nona. Bella saja cukup."
"Tapi nona Bella lebih senior. Kalo langsung panggil nama agak kurang enak. Gimana kalo aku panggil kakak." senyuman tak pernah hilang dari wajah Rara. Bella senang melihatnya.
"Okey. Panggil kakak saja boleh. Dari pada kamu panggil aku nona."
"Okey kakak cantik." Rara tersenyum manis kepada Bella.
Bima menatap tidak suka kepada Aldi yang makan siang berdua dengan Rara, tapi Bella merasa suka dengan wajah manis Rara. Bella mulai menyantap makanannya tapi sesekali menatap Rara yang makan dengan antusias.
"Pelan-pelan makannya, Ra. Nggak ada yang akan berebut makanan sama kamu." Aldi menyelipkan rambut di samping kanan Rara yang menjuntai hampir mengenai makanannya.
__ADS_1
Rara hari ini tampil manis dengan rambut yang digerai. Aldi tidak bisa berhenti untuk menatap Rara setiap menyuapi dirinya dengan makanan dari tangannya.
"Ehm!" Bima berusaha menyela apa yang sedang dilakukan oleh Aldi atau membuatnya sadar bahwa dia sedang melakukan hal yang tampak romantis di depan umum dengan wanita yang bukanlah psangannya.
Aldi sendiri tidak seberapa menghiraukan Bima. Tapi Rara bereaksi dengan teguran Bima itu. "Maaf pak Aldi, saya makan dengan terlalu antusias hingga rambut saya pun ikutan makan."
Rara menghentikan makannya dan merapikan rambutnya. Rara lalu melanjutkan makannya dengan lebih pelan agar rambutnya tidak menjuntai ke makanan lagi akibat dari sikap antuasiasnya yang berlebihan ketika makan.
"Aldi, aku lama nggak ketemu Kiara. Gimana kabarnya sekarang?" Bella menyadari apa yang membuat Bima tidak nyaman dengan acara makan siang mereka berempat.
Bella teringat dengan Kiara, adiknya yang begitu baik hati itu. Melihat Rara yang sejak tadi tampak begitu manis dan baik membuat Bella sempat lupa bahwa Rara sedang diperhatikan oleh suami adiknya. Jika ini berlanjut, maka Kiara akan sakit hati.
"Kiara sangat baik. Jika kamu begitu perhatian sama dia, kenapa nggak hubungi dia sendiri dan menemui dia. Kalian tidak pernah bertemu sejak kembali ke Jakarta, kan?" Aldi dengan santai menyebut nama Kiara di hadapan mereka berempat.
Bima tidak habis pikir bagaimana mungkin Aldi tidak salah tingkah ketika membahas tentang istrinya di hadapan sekretaris Rara yang tampak begitu dekat seperti pacarnya Aldi ini.
"Bel, kok jadi sedih lagi. Gimana kalo kamu hubungi Kiara sekarang? Agar kamu juga yakin bahwa pemikiran kamu tentang Kiara ini benar apa nggak." Bima melirik Aldi dan Rara yang hanya diam mendengarkan sambil menyantap makanannya.
Bima memperhatikan ekspresi Aldi maupun Rara. Lalu Bima menangkap ekspresi kaget di wajah Rara. Sekretaris Aldi itu tampak salah tingkah sekaligus kaget. Dugaan Bima mengenai perselingkuhan di antara Aldi ini semakin kuat. Ada rasa amarah yang hebat di hati Bima. Bisa-bisanya pria di sampingnya ini mengkhianati Kiara. Kemarahannya untuk Kiara sungguh menyiksa Bima. Sebab Bima tidak boleh melampiaskan amarah ini saat ini.
"Maaf ya. Saya permisi ke toilet." Dengan tiba-tiba Rara pamit ke toilet dengan membawa tasnya sekaligus. Rara tidak menunggu Aldi maupun yang lain mengiyakan.
Saat itu Bella sedang mengeluarkan ponselnya dan mencari kontak Kiara. Bella yang merasa bahwa perkataan Bima untuk menghubungi Kiara ini benar, langsung bergerak menelepon sebelum dirinya berubah pikiran lagi.
Bella menanti teleponnya berdering cukup lama hingga diangkat.
__ADS_1
"Halo, Kiara." Sapa Bella.
"Hai, maaf aku tiba-tiba menghubungi kamu begini. Aku sebenarnya cuma pengen ngobrol. Ada waktu nggak?" Bella menyampaikan tujuannya menghubungi Kiara dengan singkat tanpa basa-basi.
Sementara itu Bima terus saja memperhatikan ekspresi Aldi. Bima ingin melihat bagaimana Aldi tampak cemas atau was-was khawatir Bella bercerita tentang kedekatan Aldi dengan sekertarisnya.
Bima terus memperhatikan selama Bella menelepon Kiara hingga akhir. Tapi dalam durasi telepon sekitar 2 menit itu, Aldi sama sekali tampak santai. Hal ini membuat Bima semakin bingung dengan hubungan Aldi dengan Rara. 'Apa memang mereka berdua tidak memiliki hubungan apapun?' pertanyaan itu tidak hanya memenuhi benak Bima, tapi juga Bella. Selain Bima, Bella juga ikut memperhatikan Aldi selama dirinya berbicara dengan Kiara.
"Maaf ya, kakak, pak Bima, pak Aldi, saya terlalu lama di kamar mandi." Rara tiba-tiba kembali. Bima dan Bella dari tadi tidak sadar jika Rara pergi cukup lama. Hanya Aldi yang terus memperhatikan waktu dan durasi Rara jauh dari pandangannya.
"Santai saja, Ra. Mau balik sekarang?" Aldi yang menyahut permintaan maaf Rara. Mana mungkin Aldi membiarkan Rara meminta maaf tanpa tanggapan begini. Aldi rasa sudah waktunya mereka undur dari dari pasangan ini. Dia ingin kembali berdua saja dengan Rara.
" Okey, pak. Kami permisi dulu ya kakak Bella, Pak Bima. Makanan di sini memang enak. Semoga kita segera berjumpa lagi. Selamat siang." Hanya Rara yang berpamitan. Aldi hanya berdiri dan kursinya dan pergi begitu saja tanpa perlu repot mengucapkan kalimat perpisahan atau bertindak sopan.
🌸🌸🌸🌸
Rara dan Aldi meluncur kembali ke kantor Blue Corp. Keduanya tidak sadar ada mobil yang mengikuti mereka sejak berangkat dari tempat mereka makan siang tadi. Mobil yang mengikuti mereka itu menjaga jarak yang lumayan jauh agar tidak dicurigai mengikuti mereka.
Usai Rara dan Aldi turun di lobby Blue Corp, mobil itu pun melaju pergi.
🌸🌸🌸🌸
Maaf ya. Baru sempat update malam-malam terus akhir-akhir ini.
Tetap semangat menanti lanjutannya Kiara kan? Yang masih, like, koment, gift n vote ya,,,
__ADS_1
Makasih
_Dinda^^