
Kiara pulang kerja bersama Aldi dalam diam.
"Kita makan di sini ya malam ini." Perkataan Aldi membuyarkan lamunan Kiara yang sejak tadi pikirannya kosong.
"Aku lagi ingin makan makanan pedas. Aku dengar tempat ini lagi viral." Tambah Aldi.
Kiara menatap tempat makan di hadapannya. Pengunjung yang berdatangan sedang banyak.
"Tidak biasanya ke tempat seperti ini."
"Kamu lebih suka ke restoran high class yang biasanya?"
"Tentu saja nggak." Kiara memilih turun dari mobil. Tidak ingin berdebat dengan Aldi.
"Kamu mau makan di sini?" Aldi yang ikut turun dari mobil langsung mendekati Kiara.
"Kenapa nggak. Mungkin makanan pedas cocok juga dimakan malam-malam dingin begini."
"Kamu kedinginan?" Aldi meraih tangan Kiara. Menggenggam tangannya dan memastikan suhu tubuhnya benar kedinginan atau tidak.
"Nggak." Kiara cukup terkejut. Tapi sakit hati mengingat siang tadi membuat Kiara menarik tangannya dari genggaman Aldi.
Kiara masuk ke tempat makan yang dipilih oleh Aldi. Cafe kecil yang cukup sederhana. Jauh berbeda dengan tempat makan yang biasanya Aldi pilih. Tidak ada pelayan yang datang ke meja untuk mengambil pesanan tamunya.
Di sini pengunjung mengantri di counter tempat pemesanan makanan sekaligus kasir. Seperti halnya restoran cepat saji yang harga makanannya ramah di kantong.
__ADS_1
Kiara masih antri di belakang pengunjung yang lain. Menggunakan waktunya untuk memikirkan menu makanan yang akan dia pesan.
"Kamu nggak mau duduk aja? Biar aku yang pesankan." Aldi sudah berada di samping Kiara.
"Aku bisa pesan sendiri." Kiara tidak memandang Aldi sedikitpun. Kembali menatap ke depan antrian. Memfokuskan pandangannya ke atas papan menu yang ada di bagian belakang kasir.
"Oke, Aku temani mengantri di sini. Kamu belum bisa mutuskan mau pesan menu apaan, kan?"
Kiara masih saja diam menatap papan menu. Tidak menanggapi Aldi.
"Makanan yang lagi laris banget di sini adalah ayam geprek dengan topping mozzarella. Mau coba?"
"Ya. Aku memang mau pesan itu."
"Oh oke." Aldi diam di sisi Kiara hingga tiba gilirannya pesan makanan.
"Aku nggak dipesenin jugak?" Aldi berusaha mengingatkan keberadaannya.
"Oh, mau dipesankan. Kiraen di sini buat pesan sendiri."
"Aku di sini nemenin kamu. Yang pesan tetap kamu dong, Ra."
"Aku sudah selse pesan kok. Jadi kamu lanjutin pesanan kamu. Sekalian kamu yang bayar, kan?" Kiara pergi setelah menyebutkan pesanannya tadi.
Aldi paham Kiara mengacuhkannya. Tidak menyangka saja kalau cara Kiara bersikap dingin tidak menyenangkan baginya.
__ADS_1
"Mbak catat pesanan tambahan saya ya. Ditotal sekalian." Aldi Menghadap kasir yang pegawainya terpana menatap Aldi.
Kiara yang memperhatikan bagaimana penjaga kasir terpesona dengan ketampanan Aldi hanya bisa semakin cemberut. 'Kenapa banuak wanita menatap priaku' keluh Kiara dalam hati.
"Aku sudah pesan dan juga bayar. Tapi katanya pesanan kita masih agak lama. Paling cepat masih setengah jam lagi." Aldi duduk di hadapan Kiara. Keduanya duduk di meja yang berada di tepi cafe. Menghadap ke arah jalanan kota yang padat.
"Kita ambil foto berdua yuk." Ajak Aldi.
"Tumben." Kiara hanya bisa merasa heran.
"Pengen posting story saja." Aldi pindah posisi duduk di sebelah Kiara.
"satu,,, dua,, sya cheese,," Aldi memberi aba-aba. sementara Kiara yang tak percaya Aldi mengajaknya berselfie ria hanya menatap Aldi sampai akhirnya Aldi mengeklik foto keduanya.
Aldi tidak menghiraukan Kiara yang masih terus menatapnya. Dia memilih melihat hasil fotonya saja.
Saat foto keduanya terpampang di layar telfonnya, Kiara mengalihkan pandangan ke layar ponsel Aldi. Aldi di foto itu tampak tampan, Sementara foto Kiara yang sedang menatap Aldi nampak seperti seorang wanita yang terpesona dengan ketampanan pria di sampingnya.
"Hasilnya bagus. Layak diposting." Aldi berusaha tidak peduli dengan Kiara yang masih saja menatap Aldi yang sibuk dengan gadget-nya.
"Besok adalah hari libur. Aku ingin ke panti asuhan tempat aku dibesarkan." Ucapan Kiara membuat Aldi menghentikan apapun yang dia ketikkan di layar ponselnya.
Aldi terdiam cukup lama untuk mencerna perkataan Kiara, 'Apakah hati kamu begitu sakit, Ra. Hingga ingin kabur dan menghindariku seperti ini.'
"Aku antar ya."
__ADS_1
"Nggak perlu. Aku sudah ambil cuti tiga hari. Kamu punya banyak pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Aku berangkat sendiri."