
Grandpa mendekat dan memeriksa keadaan wajahku. Keningnya berkerut dan matanya menatap tajam melihat ke arah pelipis kananku. Dia menyeka rambutku dengan hati-hati agar dia bisa melihat luka yang ada di sana. Bibirnya merapat menahan amarah.
“Aku tidak apa-apa, Grandpa,” kataku berusaha untuk meyakinkannya. Grandpa hanya menggeleng pelan. “Grandma, aku baik-baik saja.”
“Sayang, sebaiknya kita biarkan mereka melakukan tugas mereka. Kita harus membawa Clarissa ke rumah sakit segera. Aku tidak mau luka bakar itu meninggalkan bekas.” Grandpa menyentuh bahu Grandma. Dia melepaskan pelukannya.
“Finley pasti akan mendapatkan hukuman paling berat atas perbuatannya terhadap kamu dan Hadi.” Grandma membingkai wajahku dengan kedua tangannya. Dia memerhatikan mukaku dan melihat dengan saksama apa yang berubah. “Aku akan menemani kamu di ambulans.”
Karena kepalaku kembali berdenyut, aku memilih untuk berbaring selama dalam perjalanan ke rumah sakit. Grandma menyentuh tangannya tanpa mengatakan apa pun. Aku ingat bahwa mereka belum menjawab pertanyaanku, mengapa mereka bisa ada di sini. Tetapi aku bisa bertanya lagi nanti. Untuk saat ini aku hanya ingin beristirahat.
Pada saat aku membuka mata, aku melihat aku berada di sebuah ruangan yang serba putih. Tidak seperti kamar sebelumnya, kamar ini lebih bersih dan udaranya segar. Merasakan sentuhan pada tangan kananku, aku menoleh. Aku bertemu pandang dengan Grandma yang tersenyum kepadaku.
“Bagaimana keadaanmu, sayang?” tanya Grandma lembut. Ada Grandpa dan Wyatt berdiri di sisinya.
“Aku baik. Hanya saja kepalaku agak sakit.” Aku mengangkat tangan kiriku, tetapi ada seseorang yang memegangnya. Aku menoleh dan bertemu pandang dengan Nenek. Kakek dan Charlotte berdiri di sisinya. Wajah mereka terlihat sangat sedih.
“Jangan menatap aku seperti itu.” Aku tersenyum kepada mereka. “Aku baik-baik saja.”
“Kamu tidak baik-baik saja.” Nenek menatap aku dengan tajam. “Kamu mengalami gegar otak ringan karena benturan yang keras. Finley berengsek itu memberi kamu obat penghilang rasa sakit hingga kamu tidak terlalu merasakannya. Kamu tidur sepanjang hari dan malam karena ulah dia.
“Manusia mana yang tega menyuruh orang untuk menabrak mobil sekencang itu? Dia sudah gila. Dan dia memaksa kamu untuk menikah dengannya? Untung saja Mason bergerak dengan cepat. Kalau tidak, sesuatu yang buruk bisa terjadi padamu,” kata Nenek dengan mata berapi-api.
__ADS_1
“Tenang, sayang. Dia sudah berada di dalam penjara. Kita tinggal menunggu hasil penyelidikan polisi dan pengadilan akan segera dilangsungkan. Kali ini, Finley tidak akan bisa lolos lagi.” Kakek berusaha untuk menenangkan Nenek.
“Apa yang terjadi?” tanyaku bingung. “Bagaimana bisa Grandpa dan Grandma masih ada di sini?”
“Kita akan bicarakan itu nanti. Apa kamu lapar? Haus? Ada yang kamu butuhkan?” tanya Grandma. Ah, benar juga. Mendengar kata lapar dan haus, aku merasakannya. Aku terakhir kali menyantap makanan saat sarapan. Sayangnya, semua makanan itu aku muntahkan.
Aku tidak diberikan makanan rumah sakit. Syukurlah. Mereka membawa makanan dari rumah yang dimasak oleh koki kami. Itu jauh lebih baik karena aku suka dengan masakannya. Aku makan dengan lahap, tidak peduli dengan ejekan mereka yang meminta aku menjaga etika. Tidak ada orang asing di kamar, hanya ada keluargaku. Untuk apa aku menjaga sikap?
Wyatt adalah satu-satunya orang yang terasa aneh berada di ruangan ini bersamaku. Bukankah dia adalah musuh kami dan tidak diterima lagi di sini. Lalu mengapa kedua kakek dan kedua nenekku membiarkan dia berada di kamar ini bersama kami? Charlotte juga kelihatannya tidak nyaman dengan kehadiran pemuda itu.
“Untuk menjawab pertanyaan kamu, kami memang berniat pergi. Lalu Wyatt teringat sesuatu, jadi kami membatalkan kepulangan kami. Tanpa memberi tahu kalian semua, kami mencari orang yang bisa mengikuti kamu ke mana pun kamu pergi. Dan kekhawatiran kami terbukti saat kecelakaan itu terjadi dan kamu dibawa begitu saja.” Grandpa memulai ceritanya.
“Alat pelacak dari kalungmu menunjukkan bahwa kamu berada di sebuah rumah, tetapi mereka sudah bergerak dari rumah itu, membawa kamu yang dalam keadaan pingsan. Orang bayaranku ini mengikuti kamu sampai rumah di mana kamu disekap.
“Finley membantu kami dengan memaksa kamu untuk menikah dengannya. Sekarang kita punya banyak bukti untuk menjebloskan dia di penjara dalam waktu yang lama.” Grandpa tersenyum puas.
“Bagaimana dengan pengakuannya yang menculik aku saat aku masih kecil, Grandpa? Bagaimana dengan kecelakaan yang dialami oleh Papa dan Mama?” tanyaku setengah menuntut.
“Kecelakaan yang dialami oleh orang tuamu sudah melalui proses hukum, sayang. Pelakunya sudah menjalani hukuman dan dia mengakui bahwa itu adalah keteledorannya sendiri. Tidak ada orang yang menyuruh atau membayarnya. Sedangkan untuk kasus penculikan yang kamu alami, itu sudah kedaluwarsa. Kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi.”
“Tetapi itu tidak adil,” protesku. Aku tidak percaya bahwa laki-laki itu tidak terlibat dalam kecelakaan yang dialami oleh orang tuaku. Aku tidak terima dia lolos begitu saja dari jerat hukum. Dia bahkan tidak bisa dituntut atas perbuatannya menculik aku dan memisahkan aku dari keluargaku?
__ADS_1
“Aku tahu ini tidak adil. Tetapi aku akan memastikan bahwa dia akan mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya atas perbuatannya padamu dan Hadi,” janji Grandpa. “Aku juga akan membuat perusahaan miliknya bangkrut sampai tidak ada hartanya yang tersisa.”
“Dia bilang dia sudah memberikan segalanya kepada Mama, karena itu dia melakukan semua ini kepada kita. Apa maksud Grandpa dengan membuat perusahaannya bangkrut?” tanyaku heran.
“Memberikan segalanya? Dia hanya memberi apa yang biasa dihadiahkan oleh seorang pria kepada wanita yang dia sukai. Perhatian, bunga, perhiasan, dan hal terbesar yang dia berikan kepada Abby adalah rumah dan apartemen. Ayolah. Itu hanya hal kecil bila dibandingkan dengan semua kekayaan yang dia miliki.” Grandpa memutar bola matanya.
“Wyatt juga ditipunya. Dia mengaku perusahaan keluarganya hampir bangkrut karena perbuatan keluarga kita dan Wyatt percaya. Aku mengerti karena dia masih muda, jadi dia tidak tahu siapa yang jujur dan siapa yang berbohong.” Grandpa menepuk lembut punggung Wyatt.
Aku menoleh ke arah Charlotte yang masih terlihat tidak nyaman dengan kehadiran Wyatt. Aku tidak bisa membayangkan apa yang dia rasakan berada di sini dan menyaksikan mantannya mendapat dukungan dari kakek kami. Dia tersenyum kepadaku, lalu duduk di tepi ranjang, di sebelah kiriku.
“Cepat sembuh, Clarissa. Aku kesepian tidur sendiri tanpa kamu.” Dia meletakkan kepalanya di bahuku. “Kakek dan nenek kita tidak mengizinkan aku tidur di sini untuk menemani kamu selama kamu dalam keadaan tidak sadar.”
“Bukankah beberapa hari ini kamu tidur sendiri?” goda Nenek yang melirik ke arah Wyatt. “Mengapa kamu mendadak ingin tidur dengan kakakmu?”
“Kamu lihat sendiri, ‘kan? Mereka terus menggoda aku sejak kamu tidak berada di rumah,” ucapnya setengah merajuk. Aku hanya tertawa kecil.
Mereka berempat menggoda adikku karena dia telah lebih dahulu memancing mereka. Aku hanya tertawa mendengar kedua kakek dan kedua nenek kami bergantian melaporkan kepadaku apa saja yang Charlotte lakukan di rumah selama aku tidak ada.
Walaupun Wyatt bukan bagian dari keluarga kami lagi, sepertinya hubungan yang terjalin antara dia dan Charlotte dahulu membuat Grandpa dan Grandma tidak segan membuka kelakuan cucu mereka di depannya. Lagi pula aku tahu bahwa dia penyimpan rahasia yang baik. Aku belum pernah mendengar dia mengatakan hal yang buruk mengenai adikku atau membuka rahasianya.
Ada yang terasa aneh dengan suasana di kamar ini. Aku melihat ke sekelilingku. Seluruh keluargaku ditambah Wyatt di sini bersamaku, tetapi di mana Hadi? Oh, iya! Hadi juga berada di dalam mobil saat kecelakaan itu terjadi.
__ADS_1
“Bagaimana dengan Hadi?” tanyaku kepada keluargaku. “Apa dia baik-baik saja? Di mana dia?”