
Pak Kim pulang ke rumahnya hanya untuk mandi dan berganti pakaian, ia bahkan sudah mengemas beberapa stel baju gantinya untuk di bawa kerumah sakit.
Setibanya di kantor ia disambut oleh Louis yang telah menunggunya di ruang tunggu lobi bersama Pak Dong.
"Pak Kim.." seru Louis memanggil Pak Kim yang baru saja tiba.
"Tuan Louis.. ada apa pagi pagi anda kemari??"
"Ah.. ini.. maaf aku lupa memberikannya padamu waktu itu.. aku sudah mencoba meneleponmu beberapa kali tapi tidak ada jawaban.." jelas Louis menyodorkan totebag kecil berisi dompet dan ponsel Ana.
"Bagaimana ini bisa ada pada anda??" Tanya Pak Kim kaget.
"Ah.. waktu itu aku menemukan ini di lantai apartmentnya.. aku berniat menyimpannya lalu mengembalikannya pada Ana segera setelahnya.. namun anda katakan waktu itu jika Ana tengah keluar negeri.. jadi aku akan memberikannya padamu.. maaf.. aku tidak bermaksud menyimpannya.."
"Ah.. tidak apa apa Tuan.. Baiklah kalau begitu.. nanti akan segera saya berikan pada Ms.Grey.. terima kasih Tuan Louis.."
"Anda tampak pucat Pak Kim.. dan mata anda sangat sembab.. apa anda baik-baik saja??" Tanya Louis khawatir melihat wajah lesu Pak Kim.
"Ah.. ia.. saya begadang semalaman karena ada hal yang mendesak.."
"Oh begitu.. baiklah.. sampaikan salamku pada Ana.. dan.. bisakah anda katakan padanya untuk segera meneleponku.. karena aku sangat mengkhawatirkannya.." pinta Louis penuh harap.
"Baiklah.. nanti saya akan segera memberitahunya Tuan.. saya masuk ke dalam dulu Tuan.. sampai jumpa.." pamit Pak Kim segera pergi.
Pak Dong yang sedang memperhatikan Pak Kim sejak awal tampak heran.
"Bukankah ia tampak seperti habis nangis semalaman?? Apa dia habis putus cinta??' Sahut Pak Dong dari arah belakang Louis.
"Setauku dia tidak pernah punya pacar.." ujar Louis yakin.
"Benarkah??"
"Hmm.." angguk Louis pasti.
"Baiklah.. ayo kita berangkat.. kau benar benar menyulitkanku akhir akhir ini.. kau harus kembali profesional.." gerutu Pak Dong menyeret Louis segera keluar dari gedung perusahaan Ana.
__ADS_1
***
Pak Kim tengah di sibukkan dengan semua meeting dan jumpa klien mewakili Ana. Satu hari itu ia menghadiri 2 jadwal meeting dan 2 jadwal ketemu klien. Ditambah materi yang di bahas juga berat dan beresiko.
Namun, karena keuletan dan kemampuan Pak Kim ia melakukan semuanya dengan sangat baik dan memberi hasil yang memuaskan. Setelah 1tahun bekerja dengan Thommas, ia di paksa Thommas untuk kuliah mengambil jurusan akuntansi agar ia lihai dan jago dalam urusan keuangan, lalu s2 ia mengambil 2 jurusan sekaligus yaitu bisnis dan akuntansi lagi. Itu kenapa meskipun ia hanya seorang sekretaris, tapi kemampuannya bisa menandingi kemampuan Mr.Lee.
Itulah alasan ia disebut orang nomor 2 di perusahaan Grey World, bukan Mr.Lee.
Di tengah kesibukannya Mr.Lee menemui Pak Kim di ruangannya.
"Pak Kim.." seru Mr.Lee menyapa.
"Iya Mr.Lee.. ada yang bisa saya bantu??"
"Apa Ms.Grey sudah menghubungi anda?? Dia belum membalas pesan dan teleponku sejak kemarin.."
"Ah.. saya juga belum mendapat kabar apapun dari Ms.Grey.." ujar Pak Kim berbohong.
"Aneh sekali.. dia tidak biasanya seperti ini.. apalagi jika soal pekerjaan, ia akan sangat cepat tanggap meski di tengah malam sekalipun.." ujar Mr.Lee curiga.
"Pak Kim.." seru Mr.Lee lagi menyadarkannya yang tengah melamun.
"Ah.. i.. iya Mr.Lee.."
"Apa anda mendengarku??"
"Ma..maaf.. apa yang anda katakan??"
"Klien dari negara C akan mengundang perwakilan perusahaan untuk makan malam bersama.. saya tidak bisa hadir karena masih ada meeting dengan tim produksi.. jadi sebaiknya anda hadir untuk mewakili Ms.Grey.." jelasnya mengulang perkataannya yang tadi tak di dengar Pak Kim.
"Baiklah.. saya akan menghadirinya Mr.Lee.. terima kasih informasinya.."
Ana dan Mr.Lee membagi tugas bersama, meski tanggung jawab Ana tentu jauh lebih berat dan besar. Mr.Lee bertugas memimpin beberapa tim penting seperti Tim Produksi, Tim Media, Tim Pengelolaan Eksport dan Import, juga tim pendamping lainnya.
Sementara Ana memimpin beberapa tim inti, seperti Tim Keuangan, Tim Pemasaran, Tim Periklanan, Tim Partner (mengurus semua kontrak kerja sama antar pemegang saham atau klien).
__ADS_1
Namun terkadang mereka juga saling membantu satu sama lain demi kelancaraan bersama. Ana meski masih baru memimpin di Grey World, namun ia sudah menguasai banyak hal, itu sebabnya ia benar benar bisa di andalkan di semua tim, begitu juga dengan Pak Kim. Ia adalah satu satunya orang dengan jabatan sekretaris Presdir namun memiliki kemampuan yang seimbang dengan seorang Presdir. Namun kepribadian Pak Kim yang lemah lembut, penyabar, jujur, loyal dan bertanggunh jawab membuat ia sering di sebut sebagai reinkarnasi dari Thommas Grey.
****
Sesuai undangan makan malam dari klien, Pak Kim segera menuju alamat restaurant yang telah di kirim Mr.Lee. Pak Kim datang sedikit terlambat karena ia harus mengerjakan banyak hal, selain mengerjakan pekerjaannya sendiri, ia juga harus mengerjakan pekerjaan Ana.
Makan malam itu tak di sangka berlangsung cukup lama. Mereka membicarakan banyak hal, mulai dari rencana proyek baru hingga hal hal yang tidak penting. Pak Kim juga banyak terdiam, ditambah mereka menggunakan bahasa asli mereka yang sebenarnya di pahami oleh Pak Kim, namun ia tetap banyak diam tak menanggapi hal hal menurutnya tidak penting.
Hingga akhirnya mereka membahas hal yang tidak pantas tentang Ana dengan bahasa mereka.
"Ah.. aku tadinya sangat berharap Ms.Grey benar benar hadir malam ini.." seru pria paruh baya yang merupakan seorang penanggung jawab sekaligus kepala divisi produksi di proyek kerjasama perusahaan yang sedang berlangsung.
"Aku juga berpikir begitu.. ternyata dia justru mengirim sekretarisnya yang tol*l dan lugu ini.." sahut pria tua lainnya yang merupakan Wakil CEO di perusahaan tersebut.
"Meski ia punya wajah yang dingin dan ketus, tapi dia sangat cantik.. bahkan melihat lekuk tubuhnya saja sudah membuatku sangat bergair*h.. aku benar benar sangat ingin menyetubuh*nya.." lanjut kepala divisi itu.
"Dia terlihat sangat jual mahal.. tapi aku yakin dia pasti jago di ranjang.." tambah Wakil CEO itu
"Aku juga terkadang membayangkan tengah mencumbunya saat sedang bercint* dengan istriku.." timpal manager perusahaan itu ikut ikutan.
Sementara yang lain hanya ikut tertawa menikmati obrolan kotor itu.
Prang !!!
Sebuah piring berisi dessert pecah tepat di atas meja. Semua mata tertuju pada Pak Kim, karena Pak Kim menancapkan garpunya ke atas piring itu dengan keras hingga piring itu pecah terbelah dua. Pak Kim benar benar telah habis kesabaran.
"Tutup mulut busuk kalian atau aku akan menuntut kalian atas semua ucapan kotor kalian tentang Ms.Grey !!" Celetuk Pak Kim sinis dengan bahasa mereka.
Semua orang tercengang tak sanggup berkata kata, mereka tidak menyangka jika Pak Kim jago menggunakan bahasa mereka, karena sejak awal bertemu Pak Kim selalu menggunakan bahasa inggris dengan mereka.
"Aku pulang.. karena aku rasa makan malam ini tidak memberi keuntungan apapun untuk perusahaan kami.. makan malam ini hanya berisi perkataan kotor kalian yang melecehkan Ms.Grey.. aku akan menganggap bahwa aku tidak mendengar apapun malam ini.. jadi sebaiknya kalian lebih berhati hati lagi dalam berucap.." ancam Pak Kim segera bangkit dari kursinya, ia segera pergi meninggalkan rombongan itu.
"Berani sekali dia !!" Seru Wakil CEO itu kaget mendengar apa yang di katakan oleh Pak Kim.
Ia benar benar merasa tersinggung dengan ancaman Pak Kim.
__ADS_1
Di negara C, perusahaan mereka memang terkenal sebagai perusahaan yang selalu bermasalah dengan kliennya, mereka suka melecehkan karyawan mereka sendiri atau para sekretaris klien mereka. Itu sebabnya mereka hampir bangkrut karena banyak perusahaan yang menarik saham mereka, mereka saat ini beruntung karena membuat proyek pembangunan pusat perbelanjaan dengan keunggulan smart mall, dimana mall itu akan memiliki tingkat kecanggihan tanpa batas, dan semua pelayanan akan menggunakan cara serba digital. Proyek itu benar benar akan memberi keuntungan besar, namun kali ini mereka justru membuat kesalahan fatal, mereka dengan berani melecehkan Ana yang merupakan seorang Presdir dan di saksikan langsung oleh Pak Kim.