Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 144 : Teka-Teki


__ADS_3

Saat Ana dan Louis sudah tiba di persimpangan dekat restoran Louis, Ana memutuskan untuk pergi menggunakan taksi. Ia kembali ke hotel. Ia membuka lebar pintu balkonnya. Ia membawa sebotol wiskey ke atas meja. Entah kenapa ia merasa sangat hampa. Ia merasa telah mengalami kegagalan terbesar dalam hidupnya.


Ia kehilangan pistol kesayangannya, Ana berhadapan langsung dengan Layla tapi ia lagi-lagi berhasil kabur, lalu tentang apa yang ada di rumah sakit ayahnya, ia melewatkan banyak hal penting begitu saja.


Ana memutuskan untuk memulai semuanya dari awal. Jauh dari awal ia berakhir di panti asuhan. Keterlibatan Jane, Layla dan Dominic


Lalu kepindahannya ke negara K, ia mencari Layla dan kakak angkatnya Lucas, setelah itu ia terjebak dengan perjodohan konyol bersama Franz yang ternyata putra kandung Layla. Setelah itu terbongkarnya kebusukan Layla yang tidak pernah di sadari Ana. Mr.Zhou terlibat saat di mintai bantuan oleh Ana. Ana memburu Franz dan Dominic ke negara E, menghabisi mereka disana. Kemudian Ana mengalami sakit parah dan harus menghilang cukup lama ke negara Sw. Ia mencoba mengingat-ingat point penting nya.


Siapa sebenarnya orang-orang ini. Apa lagi yang tidak ia ketahui?


...----------------...


Keesokan paginya Ana memutuskan untuk menemui seorang haceker yang pernah beberapa kali bekerja dengannya. Ia juga membeli ponsel baru lagi setelah kehilangan ponselnya.


Mereka bertemu di sebuah kedai sarapan tua di pinggir kota. Pria itu meminta Ana untuk menemuinya disana, karena disana adalah wilayahnya yang paling aman.


"Anda mencariku Ms.Grey?" tanyanya penasaran sesaat setelah bertemu Ana.


"Hmm.. Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku.. Aku akan membayar 2x lipat dari biasanya.."


"Baiklah.. Aku tidak pernah meragukan anda soal uang.. Katakan saja apa yang anda butuhkan dan inginkan.." seru Pria itu lugas.


"Aku ingin kau masuk ke akses rumah sakit milik ayahku.."


"Grey hospital??" tebaknya.


"Hmm.. Aku ingin mengumpulkan bukti kejahatan Layla.."


"Apa anda bicara tentang gedung VIP di grey hospital??" tanya pria itu seakan ia tau sesuatu.


"Bagaimana kau tau?"


"Aku pernah memasang sistem pengamanan disana.."


"Apa?? Siapa yang mempekerjakanmu??"


"Nyonya besar Jane.."


Deg !!!


Ana terdiam, otaknya berputar keras.


"Untuk apa??"


"Ah.. Waktu itu aku dengar tentang kondisimu yang tidak sehat.. ia ingin pengamanan di tingkatkan.."

__ADS_1


Ana menghela nafas lega, itu tidak seperti yang dia kira.


"Apa hanya itu?"


"Iya.."


"Aku ingin kau mencari tau ruang rahasia di lantai VIP.." gumam Ana berbisik.


"Ruang rahasia?"


"Ada ruang rahasia disana.. Aku mau kau mendapatkan semua akses informasi disana.."


"Baiklah.. Aku akan melakukan yang terbaik.."


"Kapan aku akan mendapatkan jawabannya??"


"Tengah malam nanti.. Aku akan mengirimkanmu alamat titik pertemuan kita.." jelasnya tegas.


"Baiklah.. Aku akan menunggu kabar darimu.."


Neo sangat ketat tentang informasi dan keamanannya. Ia pernah menjadi buron karena meng-hack sistem keamanan bank besar di negara K. Ia pernah di penjara selama 2 minggu, ia kemudian di bebaskan dengan alasan jika ia tidak mencuri apapun dari bank tersebut. Ia membobol keamanannya untuk mengetes sistem pengaman barunya. Akhirnya, kini ia justru bekerja lepas untuk agen-agen besar di negara K dengan bayaran yang fantastis. Waktu itu Ana mengenalnya atas rekomendasi Pak Kim.


...****************...


Ana menuju kantor dengan mobil barunya. Ia memasuki basement seperti biasa untuk memarkirkan mobilnya disana. Saat hendak menaiki lift ia menerima sebuah pesan.


Ternyata pesan itu dari Leo,ia mengirim pesan dengan nomor yang berbeda, entah bagaimana ia bisa menemukan nomor ponsel baru Ana. Tapi yang pasti, ia harus segera menemui Leo.


"Kirim aku alamatnya, aku akan kesana.." balas Ana lalu menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku.


Ia segera menaiki lift menuju lantai atas untuk bersiap-siap mulai bekerja.


...****************...


Di tempat shooting terakhirnya Louis hanya terfokus pada Ana, meski Wendy sejak tadi terus menempel padanya dan berusaha menarik perhatiannya, tapi itu tidak mempengaruhinya.


"Kau mengabaikanku akhir-akhir ini.." gerutu Wendy menepuk pundak Louis keras.


"Akh.. Ma.. Maaf.. Aku sedang banyak pikiran.." ujar Louis salah tingkah.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Wendy penasaran.


"Suatu hal.."


"Apa itu tentang ingatanmu??" tebaknya ragu.

__ADS_1


"Hmm.." angguk Lou gusar.


"Apa itu tentang gadis yang ada di ingatanmu??" tiba-tiba Wendy menyinggung tentang hal itu.


"Darimana kau tau soal itu??" tanya Louis kaget.


"Jadi benar??" tukas Wendy. "Semua orang tau soal itu.. Bahkan mereka membuat rumor jika aku hanya memanfaatkan amnesia-mu itu untuk mendekatimu.."


"Lalu kenapa kau masih menempel padaku seperti ini??" celetuk Louis sinis.


"Apa?? Kau juga berpikir seperti itu tentang aku?!!" hardik Wendy kesal.


"Bukan begitu.. Maksudku bukankah sebaiknya kau menjaga jarak dariku agar kau tidak di rumorkan yang bukan-bukan.."


"Tidak.. Aku akan terus menempel seperti ini dan menentang rumor buruk itu.. Kita dekat bukan karena aku memanfaatkanmu.. Tapi karena kita punya hubungan.."


Louis hanya memasang muka aneh menanggapi kepercayaan diri Wendy yang tinggi itu. Bahkan Louis saja tidak memiliki satu kenangan maupun ingatan tentang dirinya dan Wendy.


"Wah.. Kalian berdua memang pasangan serasi.. Hanya duduk berdampingan seperti itu saja, kalian terlihat seperti sepasang berlian yang sangat berkilau.." seru sutradara drama itu memuji.


"Benarkah?? Terima kasih Pak Sutradara.."


"Drama ini akan sangat laris dan populer berkat kalian berdua.."


"Kami berharap juga begitu.. Terima kasih untuk kerja keras kita semua.." seru Wendy basa-basi.


Louis hanya tampak malas-malasan. Pak Dong tampak memberi kode pada Louis dari kejauhan untuk mengikutinya.


Louis bergegas mengikuti Pak Dong masuk ke dalam mobil van nya.


"Rumor kencanmu sudah beredar.." seru Pak Dong menunjukkan beberapa artikel di ponselnya.


"Bantah semuanya.." jawab Louis tenang.


"Apa? Tidak bisakah kita menunggu sampai drama ini selesai tayang??"


"Kenapa aku harus menunggu?" tanya Louis menatap Pak dong intens.


"Rumor kencan kalian memberi rating yang bagus.. bahkan kau sudah mendapatkan 2 tawaran iklan berpasangan dengan Wendy.. Salah satunya dari brand LV.. Bukankah kau sudah sangat lama mengincar brand ini?? Ini kesempatan emasmu.." Pak dong tampak sangat memelas pada Louis.


"Tolak saja.."


"Hei !! Apa kau sudah gila??! Ini iklan yang sangat kau ingin-inginkan sejak lama.. Bagaimana kita bisa menolaknya begitu saja !! Kau tau kesempatan tidak datang dua kali.. kau akan sangat menyesal menolaknya sekarang.." bantah Pak dong tidak terima.


Louis menghela nafas berat. Ia tidak ingin rumor itu membuatnya menjadi jauh dari Ana, karena ia masih belum bisa menyusun puzzle ingatannya dengan lengkap.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan pernah bosan.. aku tidak akan berhenti menghasilkan yang terbaik untuk kalian semua.. saran dan masukkan dari kalian sangat berarti untukku.. (ig : tttaaa13)


__ADS_2