Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Part 114 : Kunjungan Mr.Zhou


__ADS_3

Pertama, hal yang di lakukan Louis adalah mencari tau tentang dirinya. Ia dengan penuh perjuangan berusaha mengetik di layar ponsel dengan sebelah tangannya, karena tangan sebelahnya yang patah masih di kruk, ia kemudian mencari tau tentang agensinya, lalu disana juga muncul beberapa nama perusahaan yang mensponsori agensinya, serta nama beserta foto pemegang saham resmi di agensinya.


Louis membuka perusahaan Grey World, karena berada di peringkat teratas sebagai sponsor terbesar. Dia melihat foto Pak Kim terpampang disana, namun ketika dia melihat masa jabatannya ia pun terkejut, ketika mengetahui bahwa dia baru beberapa waktu menjadi presdir di Grey World.


Kemudian dia membuka daftar pemegang saham di agensinya, pemegang saham terbesar kedua disitu tertulis nama Anavalia Grey setelah nama Simon selaku CEO agensinya, namun tak ada foto yang tertera disana, padahal semua nama memiliki foto diri mereka.


Louis yang penasaran ingin mencari nama Anavalia Grey di browser nya, namun ia dihentikan oleh ketukan pintu ruangannya. Sontak Louis segera keluar dari halaman browsernya.


Tok..tok..tok..


Wajah imut yang sangat asing bagi Louis tampak mengintip dari balik pintu sambil tersenyum manis padanya.


"Louis.. maaf aku baru sempat mengunjungimu.." seru wanita itu manja.


"Maaf.. kamu..??"


"Ah.. iya.. aku lupa kalau kamu mengalami amnesia.. aku Wendy.. kita partner di drama baru yang sekarang sedang kamu bintangi.." jelasnya ceria.


"Ohh.." angguk Louis tidak tau harus berkomentar apa.


"Aku benar-benar sangat mengkhawatirkanmu.. apa kepalamu masih sakit??"


"Sudah lebih baik kok.." ujar Louis canggung.


"Semoga kau lekas sembuh.. aku benar-benar rindu shooting bersamamu lagi.. sutradara bilang drama akan di lanjutkan untuk mengambil adegan lain tanpa dirimu, karena kau masih butuh waktu lama untuk sembuh dari tanganmu.." ujarnya menyemangati.


"I..iya.." Louis hanya terus mengangguk tanpa banyak berkomentar.


"Ruanganmu wangi sekali.. apa ini wangi parfum barumu?? Karena seingatku wangi parfummu tidak seperti ini.."


"Ah.. tidak.. ini wangi parfum ruangan.. parfum ini pemberian rekan kerjaku.. aku juga sangat menyukai wanginya.."


"Iya.. wanginya sangat khas dan unik.. aku belum pernah mencium wangi seperti ini.. tapi.. sepertinya wangi ini tidak asing.. aku seperti pernah menciumnya.." gumam Wendy mencoba mengingat-ingat dimana dia pernah mencium wangi parfum seperti itu, sambil terus menghirup dalam dalam aroma wangi itu.

__ADS_1


Ayah Louis yang khawatir jika mereka teringat dengan Ana segera menyela.


"Mungkin ini parfum terbaru.. jadi kalian pasti pernah mencium baunya baru-baru ini.." sela ayahnya canggung.


"Ah.. benar sekali Paman.. aku yakin parfum ini akan sangat laris di pasaran.." celetuk Wendy setuju.


Untung ayah Louis telah di beritahu semuanya oleh istrinya Eliza, bahkan parfum ruangan pemberian Pak Kim itu juga merupakan parfum limited yang dibuat khusus hanya untuk Ana seorang. Jadi siapapun yang pernah bertemu dengan Ana, pasti akan pernah mencium wangi itu.


****


Pak Kim termenung dalam diamnya. Dia terus memikirkan Ana. Ia mengirim banyak pesan ke email yang pernah Jane gunakan untuk mengirimkan foto Ana terakhir kali, tapi sekalipun tidak pernah di balas. Sesekali ia juga mengirim pesan bahkan menelepon nomor ponsel Ana, meski ia tau nomor ponsel itu telah mati. Hanya begitu caranya melepas rindu pada Ana.


"Pak Kim.. ada yang ingin menemui anda.." seru sekretaris baru Pak Kim menghampirinya di ruangan. Tentu saja kini ia menempati ruangan Ana. Tapi tidak satu pun barang atau benda yang ada di ruangan itu ia ganti, bahkan ia tidak menggesernya sedikitpun. Ia benar-benar berharap Ana bisa kembali kesana.


"Siapa?"


"Katanya dia rekan kerja Ms.Grey.." ujarnya menjelaskan.


Pak Kim berpikir keras, ia mengetahui semua rekan kerja Ana, karena apapun keperluannya pasti akan berhubungan dengannya.


Tak lama, pria tua itu tampak masuk, gayanya yang seperti bos mafia tampak sangat cocok dengan perawakannya yang sangar.


Pria itu mengenakan kemeja hitam bermotif harimau dengan kancing atas terbuka dua buah, lalu di padu dengan celana bahan berwarna hitam, serta sepatu mewah berwarna putih yang tampak mencolok.


"Aku cukup kecewa tidak bisa menemukan Ms.Grey disini.." ujarnya segera duduk di sofa.


Pak Kim yang tadinya menyambut pria itu ramah dengan menjabat tangan, ternyata di abaikan dengan angkuh olehnya.


"Maaf jika anda merasa kecewa.." ujarnya segera duduk di sebrang pria itu.


"Dimana dia??" Tanyanya tanpa basa-basi.


"Saya tidak tau keberadaannya saat ini.." geleng Pak Kim tetap tenang.

__ADS_1


"Jangan membodohiku.. aku tau kalau kau orang terakhir yang berkomunikasi dengannya.. aku sudah melacaknya dimana-mana, tapi aku tidak mendapat catatan perjalanannya dimanapun.."


Pak Kim tertegun, ternyata Jane menggunakan biodata palsu untuk Ana. Jane benar-benar teliti, pikirnya.


"Saya benar-benar tidak tau dimana dia Tuan.."


Pria itu memukul meja keras, menghampiri Pak Kim yang duduk di sebrangnya lalu menarik kerah kemejanya kasar.


"Cepat katakan dimana dia.. atau aku akan meratakan tempat ini !! Apa kau tau?? Dia benar-benar mengkhianatiku.. dia menghabisi nyawa anak buahku setelah aku menolong anak buahnya !!! Dia pikir dia bisa menyingkirkanku seperti apa yang dia lakukan pada Franz?? Dia benar-benar rubah yang licik.. berbuat sangat baik di awal dengan rekannya, lalu dia menelan habis semua orang demi kekuasaan.."


"Saya tidak mengerti apa yang anda katakan Tuan.."


"Kau ternyata benar-benar bodoh.. entah apa yang membuatmu bisa menjadi Presdir disini.." gumamnya mengejek.


"Aku butuh alasan darinya untuk menerima kekalahanku darinya.. aku memang berhutang budi padanya.. tapi bukan berarti dia bisa meremehkanku.." geramnya lagi.


"Orang yang anda ceritakan barusan, tidak terdengar seperti Ms.Grey yang aku kenal.."


"Karena kau tidak mengenal siapa dia sebenarnya.. kau hanya topeng untuknya di perusahaan ini.. kau pasti tidak tau apa yang dia rencanakan dan lakukan saat ini kan??" Geram pria itu terus meracau.


Pak Kim yang mendengar racauan pria itu dibuat naik pitam, karena dia tau apa yang sebenarnya terjadi pada Ana. Pak Kim menepis keras tangan pria itu.


"Jangan menyentuhku dengan tangan menjijikkanmu.." tukasnya berani.


"Kau pikir bisa menakut-nakutiku meski kau seorang penjahat??? Apapun yang kau lakukan disini tidak akan membuahkan apapun.. karena aku benar-benar tidak tau dimana dia berada.. jadi sebaiknya kau segera pergi.." timpak sinis Pak Kim dengan berani.


"Ternyata kau cukup bernyali juga.." gumamnya menyunggingkan senyum tipis.


"Baiklah.. aku anggap kau beruntung.." ujarnya lagi segera pergi.


Setelah pergi, Pak Kim terduduk di atas sofa, ia melonggarkan ikatan dasi di lehernya. Ia tampak terengah.


"Ada apa ini?? Siapa dia??" Pikir Pak Kim membatin, mencoba mengerti situasinya saat ini.

__ADS_1


"Apa dia membahas tentang B1? Apa B1 benar-benar mengkhianati Ms.Grey?? Apa yang sebenarnya terjadi??" Bertubi-tubi pertanyaan bersarang di kepalanya.


__ADS_2