Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 131 : Seperti Melihat Hantu


__ADS_3

Irene hanya mengangguk pelan. Lalu matanya tertuju pada pergelangan tangan Ana. Ternyata Ana masih mengenakan gelang couplenya. Irene yakin jika Ana menyukai Louis, namun ia masih tampak ragu dengan perasaannya. Bagaimanapun ia tetap harus menghargai keputusan yang dibuat Ana.


"Dia sangat menyukaimu.. sedetikpun dia tidak pernah berhenti memikirkanmu, sampai akhirnya kecelakaan itu terjadi.." gumam Irene lirih menatap Ana lekat-lekat.


"Maafkan aku.. kau pasti kecewa padaku.."


"Ah.. aku.. hanya ingin kakak tau ketulusan kak Louis.. lagipula kakak tidak perlu minta maaf padaku.. tentu itu privasi kalian berdua.. aku hanya berharap kalian bisa selalu bahagia.."


"Terima kasih Irene.. aku pun berharap begitu.. Louis bisa hidup bahagia.. bahagia tanpa ada aku di hidupnya.."


***


Ana dan Pak Kim menyempatkan waktu untuk makan malam bersama lebih awal, Pak Kim bercerita tentang Mr.Zhou yang mendatangi perusahaan, lalu ada gangster yang terus parkir di depan perusahaan seolah sedang memata-matai tempat itu.


"Setelah ini anda mau kemana?" Tanya Pak Kim ketika melihat Ana yang tampak gelisah.


"Pulang.. aku lelah sekali.." ujar Ana yang juga sudah mulai tampak lesu.


"Anda baik-baik saja kan?" Tanyanya khawatir.


"Tentu saja.. aku hanya kelelahan karena banyak berlatih hari ini.."


"Jangan terlalu memaksakan dirimu.."


"Aku tidak memaksa apapun.. tenang saja.."


"Pak Kim.." sapa seseorang dari arah belakang.


Sontak Ana dan Pak Kim menoleh ke arah belakang Ana dimana asal suara itu datang. Pak Kim tampak tersenyum lebar, sementara Ana yang tidak mengenali wanita itu hanya menatap dengan bengong.


"Kau sudah datang?" Seru Pak Kim segera bangkit dari duduknya menghampiri wanita muda cantik itu.


"Dia berbicara santai dengan wanita itu.." batin Ana penasaran.


"Ayo duduk.." ajaknya memegang lembut pundak wanita itu, Ana melihatnya dengan seksama segera mendapat ide usilnya.


"Ayah.. apa dia wanita yang kau ceritakan waktu itu padaku??" Seru Ana tiba-tiba dengan gaya santainya.


Sontak Pak Kim dan wanita itu tercekat, mereka saling melotot dan menatap satu sama lain.


"Ms.Grey.. apa yang anda katakan?" Tanya Pak Kim panik.


Sementara wanita itu tampak melihat Pak Kim dengan tatapan bingung bercampur marah.


"Aku bisa jelasin.. ini cuma salah paham.." jelas Pak Kim salah tingkah dengan situasi canggung karena ulah Ana.


Tak tahan melihat wajah panik Pak Kim, membuat Ana terbahak-bahak.

__ADS_1


"Hahaha.. maaf aku hanya bercanda.." tawa Ana pecah seketika.


"Maafkan aku.. perkenalkan.. namaku Ana.. Pak Kim orang kepercayaan ayahku.. dan dia juga sudah seperti ayahku.."


"Anda mengagetkan saja.." gerutu Pak Kim lega.


"Maaf Pak Kim.." ujar Ana tersenyum sambil menghampiri wanita itu.


"Pak Kim sudah seperti keluarga bagiku.. setelah ayahku meninggal Pak Kim lah yang mengurusku dengan sangat baik, dia menjaga dan memperhatikan aku seperti yang dilakukan mendiang ayahku dulu, itu sebabnya dia juga sudah seperti seorang ayah bagiku.." jelas Ana membungkuk menyapa dengan sopan di depan Dita, calon kekasih Pak Kim. Ia segera membuat lega Pak Kim dan Dita yang daritadi tampak akan segera bertengkar hebat, jika Ana tidak segera meluruskan situasinya.


"Aku jamin kau akan bahagia bersamanya.." bisik Ana lagi sambil tersenyum pada Dita.


"Anda benar-benar mengagetkanku.." gumam Pak Kim menyeka dahinya yang dipenuhi keringat dingin.


"Perkenalkan nama saya Dita.." sahut Dita segera mengacungkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Ana.


"Saya juga yang merawat anda selama anda koma di rumah sakit.. bagaimana keadaan anda saat ini?"


"Benarkah?? Aku sudah baik-baik saja sekarang.."


Ana pun segera menyambut hangat jabatan tangan Dita.


"Jaga dia dengan baik.. dia bahkan belum pernah berkencan sekalipun.." bisik Ana lagi menggoda.


Dita dan Pak Kim tampak tersipu malu satu sama lain.


"Anda mau pergi sekarang?" Tanya Pak Kim lagi.


"Tentu.. aku ingin segera pulang.. apa kau ingin aku terus disini mengganggu kencan kalian berdua?" Gertak Ana dengan mimik wajah usilnya.


"Ah.. tidak.. maksudku.. anda bisa menggunakan mobilku untuk pulang ke mansion.." geleng Pak Kim cepat.


"Tidak perlu.. aku akan panggil taksi.. antar saja dia pulang ke rumah dengan aman.. jadilah pria sejati Pak Kim.. berhentilah mencemaskanku.. aku ini sudah dewasa.. jangan khawatirkan aku.."


"A..ana.." Pak Kim tercekat tak tau harus berkata apa.


"Ayah !! Kau harus hidup bahagia mulai sekarang !!" Pekik Ana tiba-tiba mencuri perhatian sekitar restoran steak tempat mereka makan.


Pak Kim sontak segera berlari kecil menghampiri Ana lalu membungkam mulutnya dengan telapak tangannya yang besar, Ana pun segera menyikut keras pinggang Pak Kim hingga ia merintih kesakitan, Dita hanya tertawa cekikikan melihat tingkah konyol keduanya.


"Ayah.. apa kau malu punya anak sepertiku?!! Berhenti membungkam mulutku !! Kau bisa meremukkan tubuh kurusku !!" Teriak Ana bercanda lagi, terus menggoda Pak Kim dengan berusaha mempermalukannya di depan umum.


"Ana !! Hentikan.. maafkan saya.. saya mohon hentikan.." bisiknya menarik-narik lengan Ana untuk berhenti berteriak.


"Baiklah.. aku berhenti sekarang.." tukas Ana menepis tangan Pak Kim yang terus menarik-narik lengannya.


"Kalau begitu aku pulang dulu.." timpal Ana masih terkekeh geli.

__ADS_1


"Hati-hati di jalan.. kabari saya selalu.."


"Baik Ayah !! Selamat bersenang-senang.." seru Ana lagi dengan lantang segera berlari berlalu keluar dari restoran.


Pak Kim yang tampak malu segera menghampiri Dita dengan raut wajah kewalahan.


"Dia tidak pernah bersikap seperti itu sebelumnya.. maafkan aku.." gumam Pak Kim malu pada Dita.


"Tidak apa-apa.. dia benar-benar sangat lucu dan menggemaskan.." geleng Dita tersenyum.


"Ya.. tapi.. itu yang justru membuatku merasa khawatir.." Pak Kim masih tampak sangat khawatir.


"Memangnya ada apa?"


"Dia bertingkah sangat berbeda, tidak seperti biasanya.."


Dita tertegun melihat kekhawatiran Pak Kim yang terlukis di wajahnya.


"Dia membuatku semakin takut.."


"Mungkin karena sekarang dia benar-benar sudah baik-baik saja.." ujar Dita menenangkan kekhawatiran Pak Kim.


"Bahkan dokter mengatakan kankernya tidak akan bisa di sembuhkan.." gumamnya lirih.


Pak Kim masih belum tahu tentang kesalahan diagnosa penyakit Ana. Ia masih berpikir jika Ana masih mengidap sakit parah.


***


Saat Ana tengah menunggu taksi, mobil van milik Louis tak sengaja melewati restoran itu, Pak Dong yang melihat Ana tengah berdiri menunggu taksi di depan restoran itu sontak kaget seakan-akan tengah melihat hantu.


"Ms.Grey !!" Serunya terpekik.


"Ha?? Siapa?" Sahut Louis kaget, karena sejak dari bandara suasana dalam mobil sangat hening karena Louis ingin beristirahat.


"Sepertinya aku melihat Ms.Grey !! Ta.. tapi apa itu benar-benar dia? Dia tampak sangat berbeda.. apa aku salah lihat??" Imbuhnya bicara sendiri.


"Ms.Grey?? Siapa dia?" Timpal Louis penasaran.


Pak Dong yang tersadar kalau Louis tengah hilang ingatan segera mengalihkan.


"Ah.. ti..tidak.. maksudku mobil van grey.. itu jenis mobil terbaru, aku sangat memimpikan mobil itu siang malam.."


"Mobil?? Memangnya mobil seperti apa?" Tanya Louis semakin penasaran.


"Aku akan menunjukkannya lain kali.." jelasnya segera mengakhiri pembicaraan mereka. Dan sesekali Pak Dong masih melihat-lihat ke arah belakang dengan sangat penasaran.


***

__ADS_1


__ADS_2