Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 195


__ADS_3

Pagi itu Ana menjalani pemeriksaan dari kejaksaan tanpa di dampingi oleh pengacara. Ia menolak untuk di dampingi pengacara, bahkan ia mengakui semuanya dengan enteng sehingga jaksa tak bisa bertele-tele lagi. Ia pun akhirnya di tetapkan sebagai tersangka dan akan segera di pindahkan ke penjara di Utara hingga jadwal persidangannya tiba. Persidangan Ana akan berlangsung 1 bulan lagi. Kelala polisi sengaja menunda jadwal persidangan sesuai arahan Jane. Ana benar-benar tak bergeming. Ia terus bersikap tenang. Bahkan jaksa sudah berkali-kali memperingatinya jika ia tidak akan mendapat keringanan jika bersikap acuh tak acuh seperti itu.


...----------------...


Louis segera memeriksa ponselnya. Ia melihat berita Ana menjadi trending topik di negara K. Berbagai judul berita terdengar sangat menyakitkan.


"Malaikat Negara K ternyata Pembunuh Berdarah Dingin.."


"Iblis berkedok Bidadari.."


"Wajahmu Membunuhku.."

__ADS_1


Berbagai headline di tulis dengan sangat berlebihan, membuat Louis sangat murka. Bahkan pengadilan saja belum memutuskan apapun soal kasus Ana. Bisa-bisanya mereka membuat berita dan video vlog yang berlebihan.


Pak Kim tampak segera pergi dengan mobilnya yang telah stand by di lobi. Sementara Louis dan managernya segera melanjutkan meeting mereka. Setelah meeting Louis menemui tim hukumnya. Ia meminta mereka menuntut semua penulis artikel yang menyudutkan Ana. Bahkan sebelum mereka menemukan mebenaran perihal kasus ini. Louis bersikeras untuk memerintahkan semua tim menghapus berita-berita nyeleneh itu, dan menuntut semua orang yang memberikan komentar jahat.


Siang itu Ana segera di bawa ke penjara utara. Penjara dimana semua narapidananya telah mendapat putusan hukum mereka, dan di sana biasanya hanya untuk napi yang mendapat hukuman minimal 15 tahun penjara. Serta para terdakwa baru yang tengah menunggu putusan juga akan di bawa kesana hingga putusan dari pengadilan. Tentu saja hanya untuk terdakwa dengan kasus berat.


Ana dan beberapa terdakwa lainnya di bawa dengan bis khusus. Ia duduk di kursi paling belakang, seraya memejamkan matanya dengan tenang. Ia benar-benar terlihat sangat tenang sehingga justru mengundang suasana dingin dan sinis dari auranya.


...----------------...


Para napi wanita itu tampak memperhatikan Ana dengan seksama, karena Ana tampak yang paling menonjol di antara yang lainnya. Selain karna parasnya yang sangat cantik, tatapannya juga tampak sangat mengintimidasi sehingga membuat mereka merasa penasaran.

__ADS_1


Ana di giring melewati lorong yang berbau menyengat menuju selnya. Ia di tempat di dalam sel yang berisikan 5 orang. 2 di antaranya membunuh suami mereka, 3 lainnya merupakan pelaku dari kasus kekerasan dan pemerasan.


Ana melangkah masuk dengan santai. Ia tengah berganti pakaian dengan pakaian khusus terdakwa. Ia segera meletakkan box perlengkapan yang sejak tadi ia gendong dengan kedua tangannya ke atas rak yang telah di sediakan. Ana kemudian mengeluarkan sebuah buku yang ia pinjam dari sipir pemeriksaan di pintu masuk penjara. Sebuah buku tentang romance yang lebay.


5 orang itu menatap Ana dengan was was. Tak elak membuat mereka saling memberi kode satu sama lain untuk menggoda Ana.


"Hei anak baru.. Bukankah kau harus memperkenalkan dirimu??" seru seorang narapidana dengan nomor baju 2301.


Ana tak memperdulikannya. Ia hanya segera duduk di pojok ruangan seraya membuka bukunya. Ia benar-benar mengabaikan orang-orang itu.


...----------------...

__ADS_1


Hai aku kembali !!!!!!!!!!!! aku akan segera menyelesaikan novel ini dengan tuntas !! maafkan aku !!


__ADS_2