
Ana melajukan kencang mobilnya di tengah kerumunan saat ia sadar mereka telah ketahuan. Ana melaju tak peduli di tengah keramaian, bahkan mobilnya sempat menabrak booth makanan, saat hendak melewati gerbang keluar Pelabuhan, mobilnya di hantam keras dari arah kanan, dimana Neo duduk.
Brakkk..
“Kau baik-baik saja?”seru Ana khawatir.
“Aku baik-baik saja”, angguknya shock.
Ana memundurkan mobilnya, memutar stirnya cepat menghindari mobil yang ada di sisi kanan mereka. Ia Kembali melaju di jalanan, dari spion Ana dapat melihat ada 3 mobil lainnya yang mengejar mereka. Ana terus fokus ke depan, ia bahkan tak sempat melihat ke arah Neo yang tampak ketakutan.
“Apa kita akan selamat??” tanya Neo bergetar ketakutan.
“Kau tidak tau siapa aku?? Kita akan baik-baik saja, bahkan aku akan mengorbankan nyawaku untuk menyelamatkanmu..” ujar Ana menyeringai penuh percaya diri.
“Mereka benar-benar membuatku takut..” imbuhnya lirih.
“Pegangan saja yang erat !! Jangan merusak mood-ku..” tukas Ana tegas terus tancap gas. Bahkan ia tampak sangat tenang di tengah aksi kejar-kejaran itu.
Ana meraih ponselnya, ia segera menghubungi Jane.
J : Halo..
A : Lacak nomor teleponku.. tolong carikan jalan keluar..
J : Sekarang apa lagi?? (gerutu Jane kesal)
A : Aku menemukan Neo..
J : Neo?? Bocah hacker itu?? Bagaimana kau menemukannya?? (Jane terdengar sangat terkejut)
__ADS_1
A : Apa sekarang waktu yang tepat untuk menginterogasiku?? (timpal Ana kesal)
J : Maaf ! Tunggu sebentar, jangan matikan teleponnya.
A : Cepatlah.. (desak Ana)
Kini mereka memasuki jalanan tengah kota yang sangat padat. Kecepatan Ana mulai menurun, ia tak lagi bisa melaju cepat di tengah keramaian jalanan pusat kota yang sering macet itu.
“Ambil ini..” seru Neo memasukkan sesuatu ke dalam saku jaket Ana.
“Apa ini??” tanya Ana bingung.
“Itu akan membantumu menyelesaikan puzzle-mu..” ujarnya lirih. Neo tampak sangat pucat dan keringat dingin.
Ana tertegun. Ia berharap pemberian Neo benar-benar akan sangat membantunya.
J : Persimpangan kau belok kanan !! (seru Jane kemudian dari loudspeaker ponsel Ana)
J : Apa 3 mobil van hitam itu yang mengejarmu??
A : Hmm.. lacak plat nomor mereka.
J : Itu plat palsu..
A : ****.. (umpat Ana kesal)
J : Lambatkan laju mobilmu, belok kiri setelah 300 meter..
A : Beri aku aba-aba.. (Ana terus memperhatikan lajur kirinya yang ramai.
__ADS_1
J : 250 meter.. 180 meter.. 100 meter.. 20 meter.. sekarang !! (seru Jane)
Ana Kembali berbelok tajam setelah memotong sebuah bus yang berjalan lambat di jalur kiri. Mobil belakang yang mengikuti mereka terhalang dengan jalan bus tersebut, bahkan mereka mendapat makian serta di hujani bunyi klakson yang nyaring karena berhenti di tengah jalan secara mendadak.
Ana berjalan pelan dalam gang sempit itu. Ia melihat sekeliling gang itu mencari celah bersembunyi.
J : 30 meter belok kanan..
Ana berbelok ke kanan perlahan.
J : Belok kiri..
Ana berbelok ke kiri..
J : 25 meter sebelah kanan ada sebuah gudang kosong.. masuklah kesana.. tinggalkan mobilmu disana, anak buahku akan segera menjemput kalian disana..
Ana melihat ke arah kanan dan menemukan Gudang itu, ia segera masuk ke dalam sana, ia memarkirkan mobilnya di sana. Mereka segera turun dari mobil, Ana mengambil simpanan pistolnya dari bawah jok kursinya.
Mereka berjalan kaki memasuki gudang tua itu, di ujung bangunan terdapat sebuah pintu, Ana membuka pintu itu dan mendapati sebuah pintu dapur sebuah restoran. Mereka berjalan masuk ke sana. Ana terus menggandeng Neo. Menjaganya dengan baik. Para staff restoran itu tampak terkejut dengan kehadiran keduanya.
“Maaf, kami tersesat.. jangan hiraukan kami.. kami hanya numpang lewat.. permisi..” Ana sengaja menggunakan Bahasa asing saat berbicara dengan mereka, berlagak seperti sepasang turis yang salah jalan.
Mereka melewati dapur dan segera keluar dari pintu luar, baru saja keluar Ana langsung menemukan mobil Jane yang baru saja tiba menjemput mereka.
“Cepat masuk Ms.Grey..” seru supir Jane mengenali Ana.
Ana dan Neo segera masuk ke dalam mobil tanpa berpikir panjang.
Kini mereka dapat bernafas lega disana.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...