Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 190


__ADS_3

Louis memeluk erat tubuh ramping nan kurus itu. Ana hanya diam membatu, ia menyentuh kedua lengan berotot Louis, mendorong pelan tubuh kekar itu menjauh darinya.


"Aku ingin istirahat.. aku sangat lelah.." imbuh Ana lirih.


"Istirahatlah di sini.." pinta Louis terdengar merengek dan penuh harap.


"Itu hanya akan membuat semua ini semakin sulit.." tolak Ana enggan. Ia segera bangkit dari duduknya. Ia segera berlalu menuju pintu apartment Louis. Louis duduk diam tak bergeming, menatap pilu kepergian Ana. Ana cinta pertamanya, Ana akan menjadi cinta terakhirnya. Ia tak yakin apakah bisa mencintai wanita lain selain Ana. Karena cinta yang ia berikan pada Ana begitu besar dan dalam.


...****************...


Pagi itu managernya datang membangunkan Louis yang tengah tertidur lemas di atas sofa.


"Hei kenapa kau tidur di sini??" gerutu Pak Dong.


"..." Louis mengerang, meregangkan otot tubugnya yang kaku. Ia segera duduk, mengusap wajahnya kasar. Matanya tampak bengkak dan wajahnya turut terlihat bengkak.


"Kenapa wajahmu bengkak seperti ini?? Apa kau habis menangis semalaman??" gerutu Pak Dong mengomentari.


"Aku siap-siap dulu.." tukas Louis mengabaikan ocehan Pak Dong.


"Kau baik-baik saja?? Kau harus selalu jaga staminamu.. Bagaimana bisa kau bekerja jika kondisimu selalu seperti ini.." gerutu Pak Dong.


Louis hanya diam seribu bahasa. Hatinya sedang sangat kalut dan bersedih. Meski ia berpisah secara baik-baik, namun itu tetap menyakiti hatinya.


Setelah bersiap, ia segera pergi bekerja di dampingi Pak Dong. Ia tak banyak bercerita. Ia hanya diam sepanjang hari.


Hari-hari Louis ia lewati dengan sepi. Ia tak pernah bertemu Ana meski mereka tinggal di satu gedung yang sama. Entah apa yang membuat ia sulit menemui Ana. Bahkan ia sudah lama tak melihat kendaraan Ana sejak 3 hari yang lalu. Kini Louis berdiri di depan pintu apartment Ana yang berada tepat di depan pintu kamarnya. Ia sudah cukup lama berdiri di sana. Namun ia mengurungkan niatnya untuk mengetuk ataupun membuka pintu itu.


"Permisi.." seru seseorang dari arah belakang, menyadarkannya.


Louis menatap ke arah pria muda itu dengan tatapan bingung.

__ADS_1


"Permisi, saya mau masuk.." ujarnya lagi membuat Louis mundur dari depan pintu.


"Kenapa kau mau masuk ke dalam sini? Siapa kau?" tanya Louis curiga.


"Ahh.. A.. Aku teman Ms.Grey.. Bahkan ia memberikan kunci apartmentnya padaku.. Ia memintaku untuk mengambil barang-barangnya.." jelas Neo gugup.


Louis meraih kunci aaprtment Ana, memperhatikan dengan seksama, dan itu benar kunci miliknya.


"Kenapa Ana tidak pulang kemari dan mengambil sendiri barang-barangnya?" tanya Louis penasaran.


"Dia sangat sibuk.. Jadi aku membantunya.."


"Apa yang dia lakukan? Sesibuk apa dia? Apa dia baik-baik saja??" Louis menghujani Neo dengan berbagai pertanyaan.


"Ah.. Apa aku harus menjawab semua pertanyaanmu? Aku sedikit terburu-buru sekarang.." ujarnya kebingungan.


"Ah.. Tidak perlu.." geleng Louis malu.


"Tidak.." geleng Louis cepat.


"Baiklah kalau begitu.. Aku masuk dulu.." ujar Neo sopan.


"Hmm.. Apa dia baik-baik saja?" tanya Louis lagi.


"Tentu.. Dia baik-baik saja.." angguk Neo tersenyum kecil.


"Kau pasti kekasihnya.." gumam Neo menimpali.


"Hah?" Louis tercekat.


"Sebenarnya akhir-akhir ini dia mengalami banyak kesulitan.. Tapi dia terus berusaha terlihat baik-baik saja.. Dan juga dia sangat berhati-hati saat dia menyuruhku untuk datang kemari mengambil barangnya.. Sekarang aku mengerti.. Dia tak ingin kau salah paham padanya.. Hmm.. Maaf.. Aku hanya menyimpulkan situasi ini.." jelas Neo panjang lebar.

__ADS_1


"Dimana dia sekarang??" tanya Louis kemudian.


"Kau tidak akan bisa menemuinya sekarang.." geleng Neo pelan.


"Kenapa?"


"Dia berada di tempat dimana dia tidak bisa di temui oleh siapapun.."


Louis termenung. "Apa maksudmu??" tanya Louis kebingungan.


"Lou !!" seru Pak Dong keluar dari pintu lift yang baru saja terbuka. Sontak Neo segera membuka pintu apartment Ana dan segera masuk ke dalam sana.


"Kenapa kau berdiam diri di sana? Cepat kemari.. Kita sedang buru-buru.." seru Pak dong tak sabaran.


"I..Iya.." angguk Louis cepat segera pergi.


Pagi itu mereka akan ada rapat dengan tim Promosi di Grey World Company. Selain untuk memperbaharui kontrak, mereka juga akan mengerjakan project baru untuk promosi.


Saat tiba di gedung Grey World, suasana riuh di timbulkan oleh para reporter yang berkerumun. Mereka memenuhi depan pintu masuk gedung Grey World. Louis tampak kebingungan memutuskan untuk lewat dari basement. Setibanya di lantai satu, ia melihat Pak Kim tengah berjalan menghampiri kerumunan itu.


"Ada apa??" tanya Louis pada salah seorang karyawan yang tengah menonton keributan itu.


"Mereka meminta klarifikasi dari Presdir Kim terkait Ms.Grey.." jawabnya lirih.


"Memangnya ada apa dengan Ms.Grey??" tanya Louis bingung.


"Anda tidak melihat berita? Ms. Grey menyerahkan diri tadi malam atas tuduhan penyerangan dan pembunuhan yang viral di rumah sakit milik ayahnya.. Kini dia sedang di periksa.."


Deg !!!


Louis tercekat. Nafasnya seakan terhenti. Bahkan detak jantungnya seakan berhenti berdetak. Matanya membelalak kaget mendengar ucapan gadis itu.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2