Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 194


__ADS_3

Lucas segera keluar dari ruang interogasi setelah berhadapan di sana tidak sampai satu jam. Ia tak sanggup berkata-kata. Ana mengakui dan menyetujui semua tuduhan yang di lontarkan. Bahkan ia membuat skenario jika ia melakukan hal itu karena di bawah pengaruh obat-obatan, alias sedang teler. Padahal Ana sama sekali tidak pernah menggunakan nark*ba, meski ia menjualnya.


Ana melahap makanannya dengan nikmat dan santai. Lucas segera menemui kepala polisi yang juga di buat kebingungan. Pria paruh baya itu kemudian segera menyuruh anggota lainnya keluar, sesaat setelah Lucas masuk ke dalam ruang kontrol. Kini hanya ada mereka berdua.


"Ini semua di luar rencana.." gumamnya tiba-tiba mengagetkan Lucas. Lucas menatap kepala polisi dengan kebingungan.


"Kita berada di tim yang sama.." ujarnya lagi menjelaskan. Kini Lucas mengangguk mengerti.


"Nyonya Jane memberitahuku jika kita hanya perlu menahannya sementara.. Tapi jika Ms.Grey mengakui semuanya dan bertingkah seperti ini.. Dia akan di pidana dan di pindahkan ke penjara di Utara.." pria itu tampak gusar.


"Lalu apa yang harus kita lakukan.. Para reporter sudah mengetahui tentang ini.. Mereka akan segera mendesak kita untuk merilis hasil interogasi saat ini.." ujar Lucas khawatir.

__ADS_1


"Apa yang sedang di pikirkan wanita ini.. Apa yang dia rencanakan??" imbuh Pria itu bergumam seraya menatap Ana intens dari balik kaca jendela di depannya.


"Dia bahkan mengakui jika tengah mengenakan nark*ba.. Tapi hasil tes darah mengatakan jika ia sangat bersih.. Dan aku sangat yakin jika ia tak akan pernah menggunakan barang haram itu.." jelas Lucas kebingungan dengan sikap dan sifat adiknya.


"Baiklah.. Aku akan membuat rilis untuk pers.. Kau awasi saja dia terus.." ujar kepala polisi itu segera keluar dari sana.


...****************...


Ana menghabiskan malamnya di ruang interogasi, ia melipat kedua tangannya, meletakkan kepalanya disana seraya bersenandung dengan santai. Ia menyanyikan berbagai lagu dengan arti penuh kesedihan.


Ia merasa bersalah karena pernah menjadi pengecut. Ia pernah meninggalkan Ana demi melindungi keluarganya. Namun ia benar-benar tak punya pilihan lain, dan Ana dengan sangat lapang dada mengerti kondisinya sehingga Ana tetap berbuat baik kepadanya serta keluarganya.

__ADS_1


Drrtt.. Drrtt..


Ponsel Lucas bergetar. Ia menerima pesan dari nomor tak di kenal.


"Pastikan Ana tetap berada di sana hingga semuanya aman terkendali.. Dia akan baik-baik saja di dalam sana.." isi pesan itu.


Lucas tertegun membaca isi pesan itu. tak lama kemudian, ia menerima pesan lainnya.


"Aku akan segera kembali.. Aku akan membebaskan Ana.. Dan aku akan membebaskan kalian berdua dari kejamnya permainan masa lalu ini.." tulisnya lagi. Dan kini Lucas yakin jika pesan itu dari Jane. Ia mencoba membalas pesan itu, namun pesan itu tertolak otomatis. Nomor itu tak bisa menerima pesan masuk maupun panggilan masuk.


Lucas hanya berusaha percaya dengan rencana Jane. Ia juga tau jika Jane cukup berkuasa sehingga ia pasti akan membantu Ana dengan mudah.

__ADS_1


...----------------...


Hai aku kembali !!!!!!!!!!!! aku akan segera menyelesaikan novel ini dengan tuntas !! maafkan aku !!


__ADS_2