
Setelah jalan cukup jauh dari tempat tadi, Ana meminta supir Jane untuk menepikan mobilnya.
“Turunlah.. aku pinjam mobil ini.. tolong jemput mobilku di tempat tadi..” pinta Ana lirih. Supir itu yang tampak bingung hanya menuruti perintah Ana. Ia segera turun dari kursi kemudi, sementara Ana segera duduk disana menggantikannya.
Ana membawa Neo pergi menjauh.
“Kita mau kemana??” tanya Neo khawatir.
“Aku akan membawamu ke tempat aman..”
Ana mengendarai mobilnya melewati jalan tol keluar dari pusat kota, keluar dari gerbang tol, Ana segera berhenti di pom bensin. Ana memarkirkan mobil di tempat pemberhentian sementara para pengemudi.
“Ayo turun..” seru Ana lirih.
Neo yang tampak bingung hanya menuruti Ana. Ia hanya bisa mempercayai Ana seorang.
Ana tampak menghentikan sebuah taksi. Mereka segera menaiki taksi itu menuju luar kota. Bahkan ia mematikan ponselnya, begitu juga dengan Neo. Ana tak ingin ada yang bisa melacak mereka. Selama 1 jam perjalanan keduanya tak bergeming, bahkan Ana hanya berbicara menggunakan Bahasa asing pada sang supir, ia sengaja menyamar menjadi seorang turis dan berkata jika tengah berlibur kesana bersama sang adik. Ia tak ingin orang lain bertanya terlalu banyak padanya.
Ana meminta berhenti di sebuah villa di pinggiran kota, villa itu tampak cukup terpelosok dan jauh dari jalan utama jalan raya. Disana ia memesan sebuah kamar untuk Neo.
__ADS_1
****
Ana tampak tengah melihat sebuah tayangan video di laptop milik Neo yang ia bawa sejak tadi dalam ransel besarnya. Ana tampak menggeram. Bahkan ia mengepalkan kedua tangannya selama menonton video itu.
“Darimana kau mendapatkan video ini??”
“Salah satunya dari Leo..”
“Leo?? Kau mengenalnya??” tanya Ana kaget saat mendengar nama itu di sebut.
“Sebenarnya, aku adalah kekasih adiknya..” jawabnya tertunduk.
“A..apa?? Bagaimana kau bisa mengenal mereka??”
Ana hanya terdiam.
“Satu setengah tahun yang lalu Wanita memberikan sebuah fd pada kekasihku, dan memintanya menjaganya dengan baik.. dia sadar jika nyawanya telah terancam.. beberapa hari setelahnya Wanita itu menghilang.. tidak ada yang bisa menemukannya sampai saat ini.. aku dengar bahkan kakak laki-lakinya masih mencari adik perempuannya itu..”
“Siapa nama mereka??”tanya Ana penasaran.
__ADS_1
“Patricia dan Barrack..”
Degg !!
Ana tercekat. Barrack adalah nama asli B1 dan Patricia adalah nama adiknya. Ana mengusap wajahnya kasar. Selama ini B1 dan adiknya telah menyimpan video penting itu.
“Banyak nyawa yang terkorbankan hanya karena video ini.. dan kau pasti tau itu..” imbuh Neo lirih.
“Maafkan aku atas kematian kekasihmu dan Leo..” seru Ana tertunduk menyesal.
“Kau harus membuat mereka membayar semuanya.. aku tidak peduli jika aku harus mengorbankan nyawaku.. kau harus membuat mereka sangat menderita.. namun kini aku belum ingin mati sebelum melihat mereka merasakan penderitaan yang kami rasakan..”
Ana mengangguk pelan. “Aku pasti akan membuat mereka membayar semuanya.. aku akan membalaskan dendam kalian..”ujar Ana setuju.
“Lihat file itu..”seru Neo menunjukkan sebuha file di dalam fd itu.
Ana membuka file itu, disana ada 3 buah video rekaman cctv. Ana membuka satu persatu video itu. Ia terbelalak kaget. Bahkan ia kesulitan bernafas. Ia merasa terkena serangan panik. Nafasnya terasa sesak dan sakit.
“Ka..kau baik-baik saja Ms.Grey??”tanya Neo khawatir.
__ADS_1
Ana mengangguk cepat. Ana kemudian berlari menuju kamar mandi. Ia menyalakan air di westafel, menutup saluran airnya, lalu membenamkan wajahnya disana. Ia membenamkan kepalanya di dalam air cukup lama, hingga ia merasa cukup tenang. Metode ini pernah ia lakukan saat kematian ayahnya. Dan cukup berhasil menenangkannya.
Ana terengah. Air matanya mengalir. Namun ia juga tertawa terbahak-bahak setelahnya. Ia benar-benar telah hilang akal. Ia benar-benar telah di permainkan selama ini dalam hidupnya.