Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Part 127 : Pertemuan yang Mengejutkan


__ADS_3

Selama di pesawat, Ana tidak merasa tenang sedikitpun. Ia terbayang-bayang dengan wajah Layla dan Louis. Orang yang kini ia benci, lalu di sisi lain ada orang lain yang ia rindukan.


Sesaat setelah Ana berangkat, Jane pun segera mengemas barang-barangnya, ternyata ia pun memutuskan untuk segera kembali ke negara L. Ia ingin mengurus banyak berkas warisan dan wasiat untuk di alihkan pada Ana. Ia juga berencana menutup beberapa panti asuhan yang ia jadikan kedok untuk perdagangan manusianya.


Louis pagi ini tengah berkemas untuk keberangkatan pertamanya setelah kecelakaan yang menimpanya, ia akan ke pulau J selama 3 hari untuk photoshoot sebuah produk kecantikan yang tengah naik daun. Sebelumnya ia mendapat tawaran untuk menjadi BA sebuah hotel ternama disana, namun Pak Dong menolak keras karena Louis merupakan BA exclusive Grey Cloud Hotel milik Ana sejak awal, yang artinya sampai hotel itu tutup atau bangkrut, barulah Louis akan berhenti menjadi BA disana, dan itu suatu ketidak mungkinan, karena GC Hotel sangat terkenal dan ramai pengunjung.


"Kenapa tidak di tunda dulu keberangkatanmu Lou?" tanya ibunya khawatir yang tengah membantu Louis berkemas.


"Pekerjaan ini sudah sangat lama tertunda Bu.. bahkan mereka ternyata sudah membayar 50% di muka.. aku bisa saja mengembalikan uang mereka, tapi aku tidak mau mengecewakan klien ku.. lagipula aku baik-baik saja sekarang.. hanya butuh sedikit latihan saja sampai benar-benar pulih.."


"Baiklah.. selalu kabari ibu selama disana.. oke?"


"Oke bu.. ibu tenang saja.." ujar Louis hangat mengusap punggung ibunya.


"Oh iya.. ibu mau ambilkan surat rekap perawatan dan resep obatmu dulu.. Pak Dong bilang itu perlu di bawa untuk berjaga-jaga.."


"Biar aku saja yang ambil Bu.. dimana ibu letakkan??"


"Ah.. di dalam laci meja rias ibu.."


"Baiklah.." Louis segera bergegas menuju kamar ibunya. Ia kemudian bingung ketika melihat ada laci disana, kemudian ia membuka laci pertama, itu laci saat ia mencari alat pemotong kuku milik ibunya, disana ia kembali melihat kotak itu, kemudian memeriksanya, ternyata ponsel dan gelang itu masih ada disana.


"Kenapa ini masih disini? Apa ibu lupa memberikannya pada Irene?" batinnya segera mengambil ponsel dan gelang itu, berniat ingin memberikannya pada Irene yang masih tengah sarapan bersama ayahnya. Ia kemudian mencari di laci sebelahnya, lalu baru menemukannya.


Louis segera keluar dari kamar ibunya, saat menuju kamarnya ia melewati ruang makan dan melihat Irene disana.


"Irene.. sepertinya ibu lupa memberikan ini padamu.." ujar Louis menunjukkan ponsel dan gelang itu.


Uhuk !! Uhuk !!


Sontak Irene tersedak makanannya.


"Dimana kakak menemukannya?" tanya Irene shock.


"Di laci ibu.. aku pikir dia pasti lupa memberikannya padamu.. apa temanmu tidak membutuhkan ini? bahkan ini ponsel mahal.."


"I..ia..itu milik temanku.." ujar Irene segera menghampiri Louis berusaha merampas ponsel dan gelang itu darinya, namun Louis menahannya.


Louis menatapnya dingin. "Apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu?" tanyanya datar.

__ADS_1


"A..apa maksud kakak? Memangnya apa yang harus aku katakan?" gerutu Irene gugup. Ia masih memegang ponsel itu hingga tanpa ia sadara tombol power-nya tertekan hingga akhirnya ponsel itu justru menyala.


"Bukankah kau harus mentraktirku makanan enak sambil berterima kasih?" imbuh Louis datar.


"Hahahaha.. tentu saja.. aku akan mentraktir kakak makanan enak setelah kakak pulang dari pulau J.." gelak Irene canggung.


Louis membatu, matanya berkaca-kaca, bahkan raut wajahnya berubah seketika. Irene yang menyadari itu melihat arah mata Louis yang menatap layar ponsel yang telah menyala, disana terpampang foto cantik Ana sebagai wallpapernya. Irene segera menarik keras ponsel dan gelang itu dari tangan Louis.


"Terima kasih kak.." ujarnya gugup segera berlalu masuk ke kamarny.


Louis masih saja membatu. Ia tertegun melihat wajah wanita yang ada di ponsel itu. Sama persis dengan wanita yang selalu hadir di mimpi dan potongan ingatannya.


"Louis.." panggil ibunya dari arah pintu kamarnya.


"I..iya Bu.." sahut Louis tersadar.


"Kau menemukannya?"


"Hmm.. ini.." angguknya cepat menunjukkan amplop putih itu.


Selama di perjalanan menuju bandara, Louis hanya termenung. Ia selama berpikir jika wanita yang selalu ia mimpikan hanya imajinasinya saja, namun pagi ini ia melihat foto wajah wanita yang sama persis dengan yang ada di mimpinya.


"Tapi kenapa dia selalu ada dalam mimpiku? Apa aku menyukainya? Atau aku menjalin hubungan dengannya? Bagaimana ibu bisa menyimpan ponselnya terlalu lama?"


Banyak pertanyaan yang melintas di benakknya, hingga ia tidak sadar jika sudah tiba di bandara.


"Bersiaplah Lou.. kita sudah tiba di bandara.." ujar Pak dong mengingatkan.


Louis melihat ke arah luar mobilnya, tampak banyak reporter dan fans yang menunggu kedatangannya.


"A.. apa memang selalu seramai ini?" tanya Louis kaget.


"Ini belum seberapa.. bahkan biasanya lebih parah dari ini.." ujarnya terkekeh. Pak Dong menyodorkan kacamata hitam, masker dan topi pada Louis.


"Untuk apa ini?"


"Pakai saja.. nanti kau juga akan tau fungsinya.."


Louis segera mengenakan kacamata hitam, topi dan maskernya, lalu segera turun dari van nya. Baru saja pintu van itu terbuka, kilatan demi kilatan cahaya kamera mengejutkannya. Semua orang berebut menghujani nya dengan flash kamera. Louis yang mengenakan kacamata hitam tebal, cukup menyelamatkan matanya dari silaunya flash kamera yang tiada hentinya.

__ADS_1


Para pengawal beserta Pak Dong menggiring Louis menuju ruang tunggu VIP sesaat setelah melakukan check-in.


"Duduklah disini.. apa kau baik-baik saja?" tanya Pak Dong khawatir.


Louis segera membuka kacamata dan maskernya.


"Aku kaget sekali melihat mereka tidak berhenti memfotomu seperti itu.."


"Tentu saja.. kau sudah cukup lama tak tampak.. tentu saja ini menjadi berita besar.."


"Menakutkan sekali.." geleng Louis ngeri.


"Biasanya kau sangat menyukai ini.. karena kau selalu bilang kalau kau merasa sangat di cintai.."


"Benarkah?"


"Tentu saja.." angguk Pak Dong yakin.


Deg !!!


Louis tertegun, ia mencium aroma parfum yang kini sangat ia sukai itu.


"Wangi ini.." gumamnya segera celingak-celinguk, hingga matanya tertuju pada sosok wanita bertubuh tinggi nan ramping dengan potongan rambut sepundak tengah berjalan melewatinya, berjalan menjauh menuju pintu keluar ruang tunggu VIP sambil menarik koper besar berwarna abu-abu tuanya.


Cara jalannya yang anggun, dari belakang saja tampak memukau.


"Pak Kim !!" serunya terdengar bahagia.


Tak jauh dari pintu keluar ruang tunggu itu, ia juga dapat melihat Pak Kim sang presdir Grey World yang tampak menyambut hangat wanita itu. Mereka tampak bercengkrama dengan sangat akrab satu sama lain.


Louis kesulitan melihat wanita itu dengan jelas, karena ia kini tengah berdiri menyamping, Louis tak dapat melihatnya dengan jelas. Ia sangat penasaran dengan wangi parfum yang di kenakan wanita itu, karena kini ia juga mengenakannya atas pemberian Pak Kim.


Ia sebelumnya berusaha mencari parfum itu, tapi tak satupun toko parfum ternama di negara K maupun toko parfum online di seluruh dunia yang mengetahui merk parfum itu, dari segi botol berwarna abu-abu yang transparan serta terdapat merk bertuliskan "AG" ditengah botol parfum itu, membuat orang meyakini jika parfum itu limited edition dan hanya di produksi khusus.


-->>


Foto wallpaper hp Louis


__ADS_1


__ADS_2