
Louis dan temannya di larikan ke rumah sakit terdekat, jarak lokasi shooting mereka sangat jauh dari kota, sehingga mereka sementara waktu hanya bisa di bawa ke rumah sakit terdekat saja untuk mendapatkan pertolongan pertama.
"Sudah aku bilang ini hal yang buruk !!" Gerutu sutradara itu panik.
"Tapi tetap saja ini kesalahan dari pemain lawan itu.. jika dia berlari sesuai jalur.. ini tidak akan terjadi !!" Bentak Pak Dong lebih panik.
"Sial !!!" Umpat sutradara itu terus gelisah di depan ruang IGD.
Tak lama dokter keluar di penuhi darah di baju prakteknya.
"Mereka harus di bawa ke rumah sakit besar.. pria itu mengalami shock dan luka dalam cukup parah di kepalanya.." jelas dokter itu menunjuk ke arah Louis. "Dan pria ini mengalami pendarahan hebat, kami sudah menangani semua lukanya, namun ia harus segera mendapat transfusi darah.. stok darah kami sedang kosong.." jelas dokter itu lagi menunjuk ke arah pria satunya.
"**** !!!!!!" Umpat Pak Dong.
"Tunggu apa lagi?? Cepat masukkan mereka ke ambulance !!!" Pekik Pak Dong kesal.
Sontak semua dokter dan perawat yang ada memasukkan Louis dan temannya ke dalam ambulance yang berbeda. Mereka segera melaju menuju rumah sakit di kota dengan penanganan seadanya. Louis tampak pucat dsn tak sadarkan diri, telinga dan hidungnya mengeluarkan sedikit darah.
"Louis bertahanlah !!" Gumam Pak Dong lirih mengusap pundak kiri Louis.
****
Sementara Ana telah menjalani operasi selama 8 jam. Belum ada tanda-tanda jika operasi itu akan segera selesai. Jane terus gelisah dan tidak berhenti mondar-mandir di depan ruang tunggu operasi. Ia terus *******-***** tangannya. Ia hanya menenggak beberapa botol air mineral dan kopi panas pemberian perawat yang melihatnya gusar dan menolak untuk istirahat terlebih dahulu.
Operasi itu berjalan lebih lama dari prediksi dokter yang katanya hanya akan memakan waktu 6 jam. Hal ini membuat Jane semakin gelisah.
Jane melihat jam tangannya, sudah pukul 9 malam, sudah 10 jam berlalu. Lampu merah bulat di pojok pintu ruang operasi yang sejak tadi menyala kini telah mati, hal itu dibarengi dengan pintu ruang operasi yang telah terbuka.
Dokter yang tampak tertekan dan perawat yang tampak sangat lelah segera keluar sambil mendorong tempat tidur Ana masuk ke dalam ruangan yang berada di sebelah ruang operasi.
Dokter pun menghampiri Jane sambil membuka maskernya.
"Bagaimana dok??" Seru Jane cemas.
__ADS_1
"Operasinya berjalan lancar.. Ms.Grey akan berada di ruang observasi selama satu jam ke depan.. sebaiknya anda beristirahat dulu Nyonya.. dia akan segera di pindahkan ke ruang rawat setelahnya.." jelas dokter itu membuat Jane bisa bernafas lega.
"Terima kasih banyak dokter.." ujarnya lirih penuh rasa terima kasih yang mendalam.
Seketika tangis Jane pecah, dia merasa sangat lega dan bersyukur akan hal itu. Dia tidak menyangka jika semua berjalan mulus setelah banyak drama yang mereka lalui selama dua minggu ini. Mereka kesulitan mencari donor yang benar-benar sesuai dan sehat.
Berita terkait kecelakaan saat shooting Louis tersebar dimana-mana setelah dia di larikan ke rumah sakit besar di kota.
Rumah sakit itu sontak di penuhi dengan para reporter yang ingin mewawancarai Pak Dong managernya atau bahkan staff yang berada di lokasi shooting saat itu.
Pak Dong telah memanggil polisi untuk meminta pengamanan ketat untuk di rumah sakit.
Setelah di lakukan pemeriksaan menyeluruh, ternyata Louis mengalami patah tulang di bagian siku tangan kirinya, serta ada terjadi pembengkakan serta penyumbatan pembuluh darah akibat benturan keras di kepala Louis. Dokter segera melakukan operasi pada Louis.
Pak Dong telah memberi tahu keluarga Louis. Ibu dan ayahnya segera tiba di rumah sakit sambil menangis histeris. Sementara Irene adiknya segera menyusul setelah meminta izin di GC hotel untuk ke rumah sakit.
"Apa yang terjadi Pak Dong?? Bagaimana ini bisa terjadi??" Tanya ibunya histeris.
"Bagaimana ini bisa terjadi Pak Dong??"
"Ada kesalahan saat di lokasi shooting Nyonya.. tim hukum kami akan segera mengurusnya.."
"Di berita menyebutkan jika dia dalam kondisi mabuk saat melakukan shooting.. apa dia masih sering melakukannya??" Gumam ibunya terisak lirih.
"Reporter sial*n itu benar-benar menyebalkan.." gerutu Pak Dong.
"Bahkan dia tidak bisa minum alkohol.. bagaimana dia selalu mabuk-mabukkan seperti ini.. anakku yang malang.." isaknya memeluk erat suaminya, sementara Irene terus mengusap punggung ibunya.
"Permisi.." seru Pak Kim lirih, ia tampak baru saja tiba dan menghampiri keluarga Louis dan Pak Dong.
"Saya turut sedih mendengar berita soal Louis.. saya harap dia segera baik-baik saja.." ujarnya menunduk.
"Apa kau sudah memberitahu Ana soal ini?? Bukankah dia harus tau kondisi putraku??" Gumam ibunya sinis.
__ADS_1
"Bisakah saya berbicara empat mada dengan anda Nyonya.." pinta Pak Kim lirih.
****
Kini Pak Kim dan Eliza ibu Louis tengah duduk di ruang tunggu tak jauh dari ruang operasi.
"Saya minta maaf atas apa yang menimpa Tuan Louis, Nyonya.."
"Apa yang ingin kau katakan padaku??"
Pak Kim menyodorkan ponselnya pada Eliza. Eliza kemudian meraih ponsel itu melihat sebuah foto yang membuatnya tertegun. Matanya mulai kembali berkaca-kaca.
"Apa dia.."
"Dia adalah Ms.Grey.." sambung Pak Kim lirih.
"Apa yang terjadi padanya?? Dimana dia sekarang??"
"Dia mengalami infeksi dan komplikasi parah pada organ di perutnya, serta dia terjangkut kanker hati stadium 3.. kini dia sedang berada di rumah sakit Swiss bersama Nyonya Jane.."
Ibu Louis menutup kedua mulutnya yang ternganga karena tak percaya melihat kondisi Ana.
Foto itu di kirim Jane melalui email rahasianya sesaat sebelum operasi. Jane belum memberitahu Pak Kim kondisi terbaru Ana dan tentang kesalahan diagnosa kanker hatinya.
"Itu sebabnya dia menghilang begitu saja??" Tebak Eliza merasa sedih.
"Terakhir saya melihatnya, dia dalam kondisi koma Nyonya.. foto ini saya terima tadi malam.. hari ini adalah jadwal operasinya.. sudah sangat lama dia terbaring koma.." jelas Pak Kim lagi.
"Kenapa hal menyedihkan seperti ini menimpa mereka Pak Kim.." gumamnya. "Betapa menyedihkan mereka.. aku bahkan sudah menyalahkan Ana atas apa yang menimpa Louis.. padahal dia pun sedang berjuang untuk bertahan hidup.." isaknya.
"Nyonya Jane meminta saya menyembunyikan ini dari Tuan Louis.. kami takut jika hal buruk terjadi pada Ms.Grey, dan itu justru menjadi hal lebih buruk untuk Tuan Louis.. jadi kami berpikir untuk membuat Tuan Louis benci padanya.. maaf jika hal ini justru membuat hal buruk menimpa Tuan Louis.."
"Tidak Pak Kim.. aku mengerti.. aku percaya kalian melakukan ini demi kebaikan Louis.." imbuhnya pasrah.
__ADS_1