
Louis segera menuju parkiran mobil. Ia sengaja menunggu Ana disana agar ia bisa mengiringi jalan Ana. Tak lama Ana muncul di basement. Ia tampak menerima telepon dari seseorang, lalu tampak celingak-celinguk dengan curiga. Ekspresinya berubah. Ia menjadi tampak khawatir dan cemas. Ia lalu segera masuk ke dalam mobilnya. Mengendarai mobil itu laju. Louis yang penasaran mengikuti mobil Ana dari belakang. Ternyata Ana menuju GC Hotel. Setibanya di lobi ia ternyata menemui Irene adik Louis.
Louis tampak tertegun. Ia berusaha membaca situasi di antara keduanya. Irene tampak menyodorkan sebuah kotak kecil yang terbungkus rapi. Ana segera meraihnya, lalu ia tampak mengusap punggung Irene lembut kemudian segera berpamitan satu sama lain. Ana kemudian masuk ke dalam mobilnya. Mobilnya berhenti cukup lama disana.
Drrt. Drrtt.
Ternyata Ana tengah meneleponnya.
"Kau dimana?" tanyanya lirih.
"A..aku baru mau jalan.."
"Aku akan ke toko Gucci.."
"Baiklah.. Aku juga akan kesana.."
"Apa menurutmu orang tidak akan curiga??"
"Tentu saja tidak.. mereka akan berpikir jika kita hanya kebetulan ketemu disana.."
"Bagaimanapun kita tetap harus hati-hati.."
"Baiklah.. Aku mengerti.."
Setelah mengkahiri panggilan dari Ana, Louis segera menghubungi adiknya.
I : "Halo kak. "
__ADS_1
L : "Kau dimana?"
I : "Aku?? Tentu saja sedang bekerja.. Ada apa??"
L : "Ah.. Tidak ada.. apa kau ada bertemu Ana hari ini??"
I : "Kak Ana??"
L : "Hmm.."
I : "Ada.. barusan aku bertemu dengannya.. Ada paket untuknya.. Namun paket itu tampak aneh dan mencurigakan.. Jadi aku segera menghubunginya.."
L : "Apa kau lihat isinya??"
I : "Tidak.. Mana mungkin aku memeriksanya begitu saja.."
I : "Apa kakak sedang menginterogasiku??" tanya Irene curiga.
L : "Tidak.. Jawab saja.. Aku hanya khawatir.." bantah Louis.
I : "Ada bercak darah di kotak itu.. Aku tidak tau apa isinya.. Kotak itu terasa cukup berat.. Aku pikir mungkin kurir yang mengantar tengah cedera sehingga menodai kotak itu.." jelas Irene tenang.
L : "Benarkah?? Baiklah kalau begitu.. Terima kasih infonya.. Kau jaga dirimu baik-baik.. Jaga kesehatanmu juga.."
I : "Hmm.. Kakak juga ya.."
L : "Iya.. Sampai nanti.."
__ADS_1
Louis segera mengakhiri obrolan itu.
Ia melihat Ana segera mengendarai mobilnya. Louis pun segera menyusul. Ia bahkan berjalan lebih lambat agar tiba belakangan.
Setibanya disana, Ana tampak segera masuk ke toko baju ternama. Ia tampak memilih sebuah dress keluaran terbaru, lalu memilih sebuah tas keluaran terbaru untuk kakak iparnya.
Tak lama Louis masuk ke dalam. Mereka tampak saling menyapa satu sama lain dengan santai, lalu kembali di sibukkan dengan melihat-lihat koleksi tas.
"Apa kau sedang berbelanja Ms.Grey??" tanya Louis canggung. Ana kaget mendengar itu.
"Hmm.. Aku ingin membeli hadiah untuk kakak iparku.."
"Oh.. Benarkah??" tanya Louis pura-pura kaget.
"Kau sedang berbelanja??" tanya Ana santai.
"Ya.. Aku ingin membeli hadiah.." Louis tercekat. Ia hampir mengatakan hal yang sama seperti Ana. Namun Ana segera memelototinya.
"Hadiah untuk ibu dan adikku.. Aku sangat beruntung dan berterima kasih pada keduanya.. Jadi aku ingin menghadiahi mereka setiap hari.."
"Kau pria yang baik hati.." puji Ana tersipu. Ia kemudian hendak meraih sepasang sepatu kets edisi terbatas. Namun seseorang tampak menyerobotnya.
Ana dan Louis menoleh bersamaan pada orang itu. Ternyata dia adalah Hana.
"Lou?? Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu disini.." serunya senang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Jangan pernah bosan.. aku tidak akan berhenti menghasilkan yang terbaik untuk kalian semua.. saran dan masukkan dari kalian sangat berarti untukku.. (ig : tttaaa13)