Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 188


__ADS_3

Ana mengendarai mobilnya keluar basement apartment-nya. Ia segera menghubungi Jane. Namun


ponsel Jane telah di matikan. Ana juga sempat menghubungi Lucas namun tak


kunjung di angkat. Ana mencoba menghubungi kakak iparnya juga tak mendapat respon


apapun.


Ana semakin gusar. Ia menginjak gas mobilnya tanpa ragu. Mobilnya melaju kencang menuju


keramaian. Satu jam perjalanan membawanya menemui Neo di villa. Ia mendapati


Neo tengah duduk bersantai di kamar villanya.


“Ada apa??


Kemana polisi itu pergi??”tanya Ana terengah, karena ia langsung berlari ke


dalam setelah tiba di sana.


“Ah.. aku


berusaha menghubungimu lagi, tapi..”


“Apa


maksudmu??”


“Saat aku


merokok keluar, aku melihat polisi mengarah kemari.. aku berusaha bersembunyi


dan berlari menuju telepon umum yang kau katakan.. Tapi.. ternyata polisi yang


datang tadi adalah menantu pemilik villa ini.. ia datang hanya untuk


mengantarkan oleh-oleh dari orang tuanya di desa..”


“Apa?? Kau


bercanda?? Kau tau betapa cemasnnya aku??” seru Ana marah.


“Maafkan


aku Ms.Grey.. aku sudah berusaha menghubungimu lagi tapi..”


“Sudahlah..


yang penting kau aman dan baik-baik saja..” tukas Ana gusar.


“Ah.. lacakkan aku nomor ini..” Ana menyodorkan ponselnya pada Neo. Ia


menunjukkan nomor Lucas dan Jane.


“Bukankah


ini nomor Nyonya Jane??” tanya Neo meyakinkan.


“Hmm.. kau


mengenalnya??”


“Tentu


saja.. aku yang memasang sistem keamanan dan cctv di grey hospital..”


Ana hanya


mengangguk mengerti. Jane memang pernah membahas soal hacker kenalannya, hanya


saja ia tak menyangka jika hacker itu adalah Neo.


“Tunggu..”


seru Ana menghentikan Neo.

__ADS_1


“Siapa saja yang memiliki akses ke cctv disana??” tanya Ana teringat sesuatu.


“Setauku hanya Nyonya Jane.. karena ia membuat sandi khusus untuk mengaksesnya..” jawab Neo tenang.


Ana tertegun.


Neo kembali melanjutkan pelacakannya.


“Ketemu !! Ponsel itu di matikan 2 jam yang lalu.. Dan posisi terakhirnya..” Neo menghentikan ucapannya, ia tampak bingung.


“Ada apa?? Dimana dia??” tanya Ana penasaran.


“Di Grey World Company.. lokasi terakhirnya ada disana..” ujar Neo dengan ekspresi bingung.


Ana lagi-lagi di buat tertegun. Ia tampak berpikir keras.


“Lalu dimana lokasi nomor ponsel yang satu lagi??” ujar Ana lagi.


“2 jam yang lalu.. sinyalnya ada di..” Neo tak berani melanjutkan.


Ana melihat Neo intens.


"Katakan saja.."


“Di kantor stasiun berita OPN..” jawabnya dengan nada hati-hati.


Deggg !!


Ana terdiam, mematung. Bak di sambar petir di siang bolong. Ia tak sanggup bergeming. Itu adalah stasiun berita yang tadi menyiarkan berita tentangnya. Ana segera merampas ponselnya dari Neo, lalu segera bersiap untuk pergi.


“Kunci selalu pintu kamarmu !!” seru Ana segera berlari pergi. Neo di buat gelisah dan khawatir. Ia tak tau apa yang sebenarnya terjadi.


Sepanjang jalan Ana memikirkan situasinya. Pikirannya benar-benar kacau.


“Lihat saja jika mereka berani mengkhianatiku !! akan aku habisi kalian semua !!”geram Ana meremas stir kemudinya dengan kesal.


...****************...


Irene baru saja keluar dari hotel, ia harus lembur malam ini karena 2 minggu lagi akan melaksanakan perayaan besar anniversary Grey Hotel. Irene selaku Manager disana bekerja keras untuk menyiapkan yang terbaik.


Saat hendak menunggu taksi, ia mendapati sebuah mobil sedan hitam mewah menghampirinya. Ia tertegun. Kaca mobil itu tampak di turunkan, ternyata itu adalah Louis, kakaknya.


“Hmm.. kakak mau kemana malam-malam begini??” tanya Irene melirik jam tangannya menunjukkan pukul 12 malam.


“Aku ingin berkeliling menghirup udara segar.. naiklah.. aku akan mengantarmu pulang..” seru Louis kemudian.


Irene segera masuk ke dalam mobil kakak laki-lakinya dengan semangat.


“Kau pasti di bayar mahal untuk pulang selarut ini..” timpal Louis meledek.


“Tentu saja,, perusahaan ini sangat menghargai jerih payah setiap detik karyawannya..” bela Irene bangga.


“Kau senang bekerja disana?”


“Ya pastilah !! Perusahaan ini pantas di anggap sebagai perusahaan terbaik.. mereka mengayomi karyawannya dengan sangat baik.. bukankah keluarga Kak Ana sangat hebat?? Mereka bisa membangun dan terus menjaga kualitas perusahaan sebaik ini.. Meskipun ia tak lagi menjabat di sana.. Tapi aku dengar mereka tetap menjalani dan mematuhi semua perintah dan aturan yang ia buat..” puji Irene kagum.


Louis hanya tersenyum simpul. Ia bahkan kini telah patah hati oleh wanita yang di kagumi adiknya.


Louis mengendarai mobilnya pelan.


“Kau sudah makan malam??” tanyanya basa-basi.


“Tentu.. Ini sudah dini hari.. apa kakak belum makan malam??”


“Sudah..” angguk Louis cepat, tadi ia hanya memakan 3 potong ayam dan meminum 1 kaleng bir.


“Bagaimana kabar kak Ana?? Sudah lama aku tidak melihatnya..” ujar Irene kemudian.


“Ah.. dia baik-baik saja.. tadi aku bertemu dengannya..” timpal Louis lesu.


“Syukurlah.. aku sangat kasihan padanya.. aku tidak mengerti kehidupan seperti apa yang ia jalani.. tapi aku selalu merasa jika ia sangat kesepian.. tatapan matanya yang sendu.. ia selalu berusaha untuk terlihat baik-baik saja.. padahal ia mengalami banyak ujian dan cobaan dalam hidupnya..”


“…” Louis tak bergeming.


“Ah.. aku dengar Kak Ana akan kembali ke negara E.. apa kau sudah dengar tentang itu?? Ia mewarisi semua kekayaan Nyonya Jane,, dia akan mengelola perusahaan Nyonya Jane disana..” ujar Irene lagi.

__ADS_1


“Darimana kau dengar kabar itu??”


“Nyonya Jane yang memberitahu aku..”


“Nyonya Jane??”


“Hmm.. dia memberitahu aku 2 hari yang lalu.. dia berkata jika Ana akan ia bawa kembali ke negara E.. negara K tidak cocok untuknya.. Apa jangan-jangan kak Ana belum memberitahumu??” tanya Irene, ia merasa jika Louis tidak tau perihal ini.


“Belum.. mungkin dia belum sempat memberitahukannya padaku..” geleng Louis cepat.


“Benarkah?? Maaf kak, seharusnya aku tidak memberitahumu.. aku rasa ia punya alasan untuk belum memberitahumu..”


“Tidak apa-apa.. kami juga sama-sama sibuk,, saat bertemu kami bahkan jarang ngobrol panjang lebar..”


“Benarkah? Setidaknya aku senang kalian bisa bersama.. aku senang kakak merasa sangat bahagia dengan Kak Ana..” tutur Irene tersenyum hangat.


“Irene..”


“Ya??”


“Hmm.. misalnya.. jika seseorang yang kau sukai adalah orang yang tidak biasa, apa yang akan kau lakukan??”


“Tidak biasa?? Apa maksud kakak??”


“Maksudku pekerjaan dan kepribadiannya.. bagaimana jika ternyata orang yang sangat kau suka punya kepribadian yang dingin, bahkan pekerjaannya sangat sulit untuk kau terima..”


“Apa ini tentang kak Ana??”


“Bukan.. ini tentang temanku??”


“Teman?? Aku bahkan tidak tau kakak punya teman..” ledek Irene bercanda.


“Aku sedang serius.. kali ini saja.. jawab aku dengan serius..” timpal Louis sinis. Ia tampak benar-benar sangat serius.


“Baiklah.. maaf..” sahut Irene lirih. “Hmm.. kalau menurutku.. aku akan terus


merangkulnya.. kita ini sudah dewasa, kita tau mana yang baik dan buruk untuk kita.. bagiku jika dia bisa membuatku bahagia, aku akan terus berada di sisinya tak peduli bagaimana sikap ataupun apa yang ia kerjakan, selagi itu tidak merugikan orang lain.. tapi jika ia hanya terus membuatku terluka dan kecewa, bukankah sudah sepantasnya kita melepaskannya?? Kita menjalin hubungan untuk menyempurnakan hidup kita agar lebih bahagia.. jika hubungan itu hanya menyiksa sebaiknya di relakan saja..” ujar Irene.


“Bagaimana jika kau merasakan keduanya.. kau sangat bahagia bersamanya, kau tak bisa hidup tanpanya, dia bisa membuatmu bahagia namun ia juga bisa membuatmu sangat kecewa??”


“Bukankah itu sudah jelas?? Buat dia tidak bisa hidup tanpamu.. buat dia sadar jika hanya kau satu-satunya yang bisa membuat dia merasa bahagia di dunia ini.. sehingga ia bisa meniggalkan dunianya hanya untukmu..”


“Bagaimana jika gagal?? Dan dia yang justru meninggalkanku??”


“Maka relakanlah.. meski sakit, setidaknya kakak sudah berusaha memperjuangkannya..”


Louis kembali terdiam.


“Sepertinya kak Ana sangat menyiksamu..” tebak Irene.


“Bukan begitu.. aku hanya sedang bimbang..” kilah Louis tak sadar dengan jebakan Irene.


“Sudah ku duga ini tentang dirimu..” timpal Irene menyadarkan Louis.


“Shit..” gumam Louis mengumpat.


“Kak.. apa kau tidak penasaran dengan kehidupan lain kak Ana??” tanya Irene penasaran.


“Kehidupan lain??”


“Hmm.. aku merasa dia punya pekerjaan lain.. bahkan 2 minggu lalu..” Irene menghentikan ucapannya. Ia hampir saja keceplosan.


“2 minggu yang lalu?? Ada apa??”


“Ah.. tidak bukan apa-apa??”


Citttt…


Louis


menginjak remnya keras, ia menghentikan mobil itu seketika.


“Jujurlah padaku.. apa yang kau tau??” tanya Louis intens.


“….” Irene

__ADS_1


menceritakan kejadian dimana Ana datang ke rumah mereka dan di temui oleh pengawas lingkungan dengan kondisi luka parah. Louis semakin yakin jika berita yang tadi ia lihat adalah Ana. Ia mendengar cerita Irene dengan seksama.


Namun kemudian ia menjelaskan jika Ana hanya mengalami kecelakaan ringan. Louis berusaha menutupi fakta jika Ana seorang bos mafia.


__ADS_2