Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 166


__ADS_3

Louis memeluk hangat tubuh ramping Ana dari arah belakang. Ana tidur menyamping sambil meringkuk.


"Kau kedinginan?" tanya Louis mengecup hangat pundak Ana lembut.


"Hmm.." gumam Ana pelan.


Louis menarik selimut itu hingga ke bawah dagu Ana, lalu ia memeluk erat tubuh itu.


"Kau tidak akan berubah pikirankan??" tanya Louis lagi.


"Tidak akan.."


"Syukurlah.." ujar Louis lega mengecup kepala belakang Ana lembut. Ia kemudian tampak tertarik dengan tato-tato di tubuhnya.


"Apa yang kau sembunyikan di balik tato ini??" tanya Louis menyentuh tato bergambar kepala singa yang di kelilingi bunga mawar dan tengkorak.


"Cih.. Kau dulu juga tertarik dengan tato itu.."


"Benarkah??"


"Hmm.."


"Apa maknanya??"


"Singa melambangkan sebagai kekuatan, penguasa dan pemimpin, mawar melambangkan keindahan yang bisa melukai seseorang, dan tengkorak melambangkan kematian.. Jadi.. Artinya.. Aku akan membalas semua orang yang pernah menyakiti keluargaku tanpa terkecuali.."


"Ah.. Makna itu tampaknya sedikit berbeda dari tiap lambangnya.."


"Anggap saja sama.." bantah Ana malas menjelaskan detailnya.


"Apa kau harus melakukannya??"


"Tentu saja.."

__ADS_1


"Tidak bisakah kau memaafkan mereka??"


"Memaafkan?? Cih.. Aku tidak sebaik itu.." tukas Ana dingin.


"Aku selalu mengkhawatirkanmu.. Bahkan aku merasa jika hidupku hanya untuk mengkhawatirkanmu.."


"Ternyata kau sangat menyukaiku.." gumam Ana lega menggenggam tangan Louis yang memeluknya hangat.


"Tentu saja !!"


Ting nung.. Ting nung..


Suara bel menyaring keras.


Louis dan Ana sontak terkejut.


"Kau menunggu seseorang??" tanya Ana panik segera duduk.


"Ti..tidak.. hari ini aku libur.. Aku sudah mengosongkan jadwalku.." geleng Louis ikut duduk.


"Aku rasa bukan.. Dia tidak akan pernah datang apapun yang terjadi untuk menemuiku saat aku bilang akan istirahat.." jelas Louis yakin.


"Cepat lihat sana !!" seru Ana mendorong keras badan Louis hingga ia terjatuh dari tempat tidur.


"Argh !!" erang Louis kesakitan.


"Oh !! Maaf.. Aku benar-benar panik !!" seru Ana kasihan pada Louis.


Louis segera mengenakan pakaiannya, lalu bergegas memeriksa keluar. Sementara Ana juga segera mengenakan pakaiannya dengan sangat panik. Kemudian ia segera menyusul Louis keluar kamar.


Tiba-tiba langkahnya terhenti saat ia samar-samar mendengar suara Ibu Louis yang tampak sudah masuk ke dalam. Ia segera balik badan berusaha kabur masuk ke kamar, tapi sudah terlambat.


"Siapa kau??" seru ibu Louis kaget.

__ADS_1


Ana tercekat. Langkahny terhenti. Ia menunduk hilang akal, lalu berusaha menghindar.


"I..ibu.. Aku bisa jelaskan.." seru Louis panik.


"Ana??" tebak ibunya sontak membuat Ana tak berkutik. Ia telah tertangkap basah. Ana membalikkan tubuhnya dengan canggung.


"Halo Bu.." sapa Ana canggung.


"Ini benar-benar kau?? Sudah sangat lama kita tidak bertemu.." seru Ibu Louis terharu.


Ana hanya tampak malu dan salah tingkah.


Kini mereka duduk bertiga di meja makan. Louis dan Ana duduk bersebelahan sementara ibunya duduk di seberang mereka. Ibunya membawakan beragam lauk pauk yang kini telah di hidang di atas meja. Louis dan Ana tertunduk malu satu sama lain.


"Kenapa situasinya sangat canggung seperti ini.. bukankah kita semua keluarga??" seru ibunya mencairkan suasana.


"Aku merasa sangat sungkan.. Aku sudah lama kembali, tapi belum mengunjungimu secara resmi. " ujar Ana lirih.


"Kau tidak perlu bersikap seperti itu Ana.. Kau sudah ku anggap seperti putriku sendiri.." ujar Ibu Louis hangat.


"Bagaimana kabarmu??"


"Aku sangat sehat dan baik-baik saja sekarang.." seru Ana tegas.


"Tapi.. Ada apa dengan wajahmu?? Apa Louis yang.."


"Ah.. Tidak.. Dia tidak melakukan apa-apa padaku.. Maksduku.. Dia tidak menyakitiku.. Aku.. Aku.." Ana tak sanggup melanjuti kata-katanya. Ia tak sanggup berbohong lagi.


"Dia terjatuh di tangga, Bu.." sambung Louis cepat. Louis menggenggam tangan Ana hangat di bawah meja. Ia berusaha menenangkan Ana yang tampak tegang dan cemas.


"Kau harus lebih berhati-hati.. Kalau begitu cepat makan.. nanti keburu dingin.." seru ibunya segera menaruh berbagai lauk ke piring mereka berdua. Ia tampak tersenyum lega melihat Louis dan Ana tengah bersama seperti saat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Jangan pernah bosan.. aku tidak akan berhenti menghasilkan yang terbaik untuk kalian semua.. saran dan masukkan dari kalian sangat berarti untukku.. (ig : tttaaa13)


__ADS_2