Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 203


__ADS_3

Ana duduk di sana dengan tatapan lurus ke depan. Ia tak menoleh ke arah lain. Ia hanya duduk diam termenung. Selama proses berlangsung Ana hanya berdiam diri. bahkan ia duduk di sisi seorang pengacara yang tak pernah ia kenal sama sekali. Tak lama sang pengacara itu pun mulai dengan pembelaannya. Ia mengajukan banyak bukti baru dan menghadirkan seorang saksi.


Saat pintu masuk ruang sidang di buka. Ana tertegun dan membelalak kaget. Jane berjalan masuk ruang sidang. Mata Ana berkaca-kaca. Ia bahkan terasa tak percaya Jane akan hadir di sana dengan keadaan sehat. Jane menatap ke arah Ana dengan tatapan marah. Ia tampak menggeram dan melemparkan tatapan sinis ke arah kepala polisi yang juga hadir di persidangan.


Ia segera duduk di kursi saksi. Ia mengucap sumpah. Lalu bersaksi atas segala bukti yang ternyata selama ini ia siapkan. Ia juga berhasil membongkar ruang rahasia di rumah sakit grey hospital. Bahkan ia membawa rekaman cctv dimana Ana di serang oleh banyak pria. Kasusnya di putuskan sebagai pembelaan diri atas pengeroyokan dan penyerangan secara brutal. Namun ia tetap mendapat hukuman atas kematian beberapa penyerang yang ia sebabkan. Ia mendapat hukuman 3 tahun penjara. Tetapi, ia hanya akan mendapatkan 1 tahun masa percobaan, membayar denda 10 milyar serta melakukan kerja sosial selama 1 tahun penuh di sebuah panti asuhan yang akan di tunjuk pengadilan.


Sidang segera di akhiri. Semua orang di minta segera keluar. Petugas tampak melepaskan borgol Ana. Jane menghampiri Ana. Memeluknya erat. Tangisnya pecah tak tertahan.


"Apa yang terjadi padamu !!!" gerutunya terisak. Ia memeluk Ana erat. Ana hanya memeluk Jane dengan haru.


"Ternyata aku punya banyak haters di dalam sana.." gumam Ana terkekeh.


"Kau masih bisa tertawa dengan wajah seperti ini??" tukasnya kesal dengan wajah lega Ana yang tampak sangat menyedihkan.


Kepala polisi datang mendekati mereka. Jane segera melepas pelukannya pada Ana lalu menendang keras tulang kering kaki pria itu hingga ia kesakitan.


"Sudah aku katakan untuk menjaganya !! Kau lihat apa yang dia alami??" hardik Jane marah.


"Maafkan aku Nyonya Jane.. Aku tidak menyangka ia akan terus di serang seperti ini.." mohon Kepala polisi itu.


"Aku baik-baik saja.. Dia memperlakukanku sangat baik.." timpal ana membela.


"Lihatlah wajah cantikmu ini !!" seru Jane tak terima.


"Aku mohon.. Maafkan aku.." ujarnya memohon.


Jane hendak memukul wajah pria itu, namun Ana lekas menahannya. "Sudahlah.. Hentikan.." pinta Ana lirih.


Jane menggeram kesal.


"Ana.. Aku sangat bersyukur kau bisa bertahan dan melewati semua ini dengan baik.." seru Pak Kim mengusap lengan Ana hangat.


"Terima kasih Pak Kim.." angguk Ana pelan.


Lucas pun tak mau kalah. Ia segera memeluk Ana erat. "Maaf aku tidak bisa membantumu.. Maaf aku tak bisa melakukan apapun untukmu.." ujarnya merasa bersalah.


"Ini bukan salahmu.. Kakak sudah melakukan yang terbaik untukku.." imbuh Ana segera melepaskan pelukan itu perlahan.

__ADS_1


Ana kemudian menoleh ke arah kursi penonton. Di sana ia melihat Louis berdiri seorang diri dengan wajah sangat sedih. Ana memberi isyarat padanya untuk keluar dari sana dan berbicara empat mata.


"Ada apa dengan wajahmu?? Apa kau sangat terluka??" tanya louis khawatir.


"Di sana semua orang sangat membenciku.. Kau tau kan bagaimana jahatnya aku?? Tentu saja mereka akan melakukan hal seperti ini.." jawab Ana santai.


"Bagaimana bisa kau meninggalkanku untuk mengalami kesulitan seperti ini.." isak Louis pecah. Ia kembali menangis tertahan.


"Kau menangis?? Berapa kali kau menangis selama ini? Aku pasti benar benar sudah menyusahkanmu dan membuatmu kesulitan.. Maafkan aku.. Itu sebabnya kita tidak bisa bersama.. Aku akan selalu membuatmu seperti ini.." imbuh Ana blak-blakkan.


"Apa ini mudah untukmu??" tukas Louis kesal.


Ana menghela nafas panjang.


"Hei.. Ayo kita makan bersama.." seru Jane tiba-tiba menghampiri keduanya.


Louis lekas menyeka wajahnya.


"Aku ingin istirahat.." timpal Ana datar.


"Kita harus makan dan merayakan ini.." ujar Jane menyemangati.


Jane tampak mengerti dengan suasana hati Ana. "Baiklah.. Silahkan istirahat hari ini.. Dan mari kita berpesta besok malam.. Aku akan menyiapkannya.."


"Apa kau tidak ingin memberitahu aku??" imbuh Ana kemudian dengan rasa penasarannya selama ini.


"Memberitahu apa??" tanya Jane.


"Kemana saja kau selama ini?? Kau menghilang begitu saja !!" bentak Ana marah.


"Aku mencari semua bukti.. Aku harus berburu kesana kemari.." sahut Jane lebih keras lagi.


"Bagaimana kau mendapatkan cctv itu?? Bahkan Neo tidak bisa menemukannya.." tanya ana penasaran.


"Tentu saja aku harus mengeluarkan banyak uang untuk itu.. Aku harus membayar banyak hacker untuk mencari dan memburu semuanya.." jelas Jane ambigu.


Ana merasa jika Jane menyembunyikan sesuatu. Namun ia tak tau apa itu.

__ADS_1


...****************...


Pak Kim dan Jane singgah ke sebuah restoran sushi. Ana memilih untuk menginap di hotel sementara waktu, karena apartmentnya telah di segel. Ia perlu membersihkan apartmentnya terlebih dahulu.


"Kau sudah melakukan semuanya??" ujar Jane tanpa basa-basi.


"Sudah Nyonya.." angguk pak Kim.


"Pastikan ana tidak mengetahui soal ini.." ujar Jane khawatir.


"Apa anda yakin?? Bagaimana jika ia mengetahuinya?? Bahkan ia mulai mencurigai proyek gelap kita di luar negeri Nyonya.."


"Akhiri saja.. Cepat bereskan.. Aku sedang menyiapkan sesuatu untuk Ana di luar negeri.. Setelah aku berhasil menyingkirkan Layla dan membereskan semua kekacauan ini.. Aku akan membawa Ana pergi dari negara ini.. Kami akan menghilang bersama.. Saat itulah kau lakukan tugas terakhirmu.." jelas Jane tegas.


"Lalu bagaimana dengan Grey World, Nyonya??"


"Tentu aku akan membuangnya bersama wanita sialan itu.." imbuh Jane yakin.


"Nyonya.."


"Ana.. Jauh lebih berarti bagiku daripada Perusahaan ini.. ini bahkan tidak berarti apa-apa untukku.." tukas Jane tegas.


"Tapi ini adalah mimpi Tuan Thommas, Nyonya.." bantah Pak Kim keberatan.


"Tidak.. Kau salah.. Ini bukan keinginan Thommas.." geleng Jane cepat. "Ini hanya cangkang kosong yang ia bangun.. Kau dan Ana salah memahaminya sejak awal.. Jadi.. Lebih baik aku melepaskan grey world ini segera sebelum semuanya semakin hancur.."


"Jadi anda akan menghancurkannya??"


"Hmm.." angguk Jane yakin.


Pak kim hanya mengangguk mengerti. "Aku akan segera membereskannya.."


"Ah.. Dan untuk agensi Louis.. Akhiri kontrak mereka.. Pindahkan mereka ke agensi milik MS Ent.. Aku sudah membeli saham di sana.. Dan berikan ia loyalti ganti rugi yang sangat besar sehingga mereka tidak akan bisa menolaknya.."


"Ana akan membunuhku karena yang satu ini.."


"Cih.. Dia tidak akan berani menyentuhmu.. Kau sudah seperti keluarga baginya.. Itu tidak akan mudah untuknya.. Dia mungkin akan memakimu atau sedikit memukulmu.. Bertahan lah.. Semua akan baik-baik saja.."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2