
Layla duduk di pojokan sebuah kedai mi rebus di pinggir desa. Ia tampak sesekali celingukan kiri kanan dengan gelisah. Dari kejauhan anak buah Albert masih memantaunya sejak beberapa hari ini.
Layla tampak mengenakan pakaian sederhana dan sedikit riasan.
Lalu dari arah pintu masuk kedai tampak pria paruh baya mengenakan stelan jaket hitam dan topi hitam mendekat ke arah Layla, lalu ia duduk di seberangnya.
"Maaf aku terlambat.." seru pria itu lirih segera duduk di sebrang Layla.
"Sudah ku katakan bertemu saat malam hari saja.. bagaimana jika Nyonya besar Jane membuntutimu.." timpal Layla gusar celingukan.
"Tidak akan.. bahkan ia tidak tau aku masih di negara ini.." tukas Dominic santai. "Bagaimana kabar Ana dan Lucas??" Tanya nya pelan.
"Nyonya besar Jane tampak sedang menyulitkannya.. untung Lucas sedikit banyak membantu Ana saat ini.. apa kau tidak bisa menghentikannya?" Tanya Layla khawatir.
"Kau tau bagaimana Jane.. tidak ada yang bisa menghentikan obsesinya.." geleng Dominic pelan.
"Terima kasih sekali lagi sudah mempertemukan Aku, Ana dan Lucas..hmm.. maksudku Albert.."
"Aku sangat mengkhawatirkanmu.. aku tau kau membutuhkan Ana dan Albert.." Dominic menangkup kedua tangan Layla.
"Lindungi Ana.. fokus pada Ana.. aku yakin Jane tidak akan melepaskan Ana begitu saja.. cuma Ana yang bisa kita andalkan untuk menyingkirkan Jane.. jadi sebisa mungkin kita harus bisa melindunginya.." ujar Dominic bersungguh-sungguh.
Ternyata kepindahan Albert ke kota S adalah berkat campur tangan Dominic, dan ia juga yang membuat Albert menjadi detektif yang menangani kasus penyerangan Ana waktu itu. Dan Dominic jugalah yang ternyata memberikan informasi tentang keberadaan Layla pada anak buah Ana.
Beberapa foto berhasil di abadikan anak buah Albert, lalu ia segera mengirimnya ke email Albert.
Tak lama menerima pesan itu Albert yang kaget segera mengirimkan juga foto-foto itu ke Ana. Ana yang tidak juga merespon pesannya membuat Albert semakin gusar.
***
Setelah selesai rapat Ana segera berjalan menuju ruangannya sambil memeriksa ponselnya. Ada 3 pesan yang ia terima dari Louis, Albert dan Jane.
Ana tersenyum hangat melihat foto selfie yang di kirim Louis padanya. Dan ia pun juga tampak memilih sebuah foto di galeri ponselnya dan mengirim kembali pada Louis.
Saat membuka pesan Jane, Ana hanya memasang wajah datar "jangan lupa dinner malam ini dengan franz.." pesan singkat itu membuatnya risih.
Hari harinya selalu buruk karena Jane, ia juga mendapat banyak masalah demi masalah setiap harinya karena ulah Jane.
Lalu ia segera membuka pesan dari Albert dan langkah kakinya terhenti seketika. Ia tertegun melihat beberapa foto Bibi Layla dan Dominic. Ana tertegun menatap satu persatu layar ponselnya. Pak Kim yang berdiri di belakang Ana tampak bingung.
"Ada masalah Ms.Grey?" Tanyanya lirih.
"Tidak.." jawab Ana singkat masih sambil melihat foto-foto itu.
__ADS_1
Ana segera menyimpan ponselnya di saku celana, dan melanjutkan langkahnya lebih cepat menuju ruangannya.
"Apa anda membutuhkan sesuatu Ms.Grey?" Tanya Pak Kim sebelum meninggalkan ruang kerja Ana.
"Siapkan semua yang aku butuhkan, rencana kita malam ini tidak boleh gagal Pak Kim.." jawab Ana datar.
"Baik Ms.Grey.." angguk Pak Kim mengerti.
Ana segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Albert.
"Apa yang terjadi?" Tanya Ana panik.
"Entahlah.. tapi mereka tampak akrab.."
"Kabari aku bila ada hal lainnya kak.. aku rasa yang kau katakan waktu itu tentang huhungan mereka bertiga benar kak.."
"Tentu..aku akan segera memberitahumu kabar lainnya.." Albert masih di panggilan itu terdiam sejenak. "Aku membaca berita soal kau dan saudara Dominic.." ia tampak ragu untuk membahas hal itu pada adiknya.
"Kau sudah melihatnya??"
"Apa ini ulah Nyonya Jane??"
"Tentu saja.. siapa lagi kalau bukan dia.. tapi tenang saja.. aku punya rencana lain untuk itu kak.. percaya padaku.." ujar Ana tenang.
"Kau juga kak.. sampaikan salamku untuk kakak ipar dan keponakanku.. maaf aku belum bisa mengunjungi mereka.."
"Tidak masalah Ana.. jangan terbeban dengan itu.."
"Baiklah kalau begitu.. sampai jumpa lagi.." Ana segera memutus panggilannya dengan Albert.
Ia tampak berpikir keras, ada apa antara Bibi Layla dan Dominic. Ia bahkan tidak tau bahwa mereka dekat. Ana memijat dahinya keras. Tiba-tiba ia merasa migrain berat. Ana meneguk sebotol air mineral berukuran sedang di mejanya hingga habis.
Pola makan, waktu tidur, hingga jadwal olahraga rutinnya kini berantakan. Ana yang terkenal sangat menata gaya hidup sehatnya kini rutinitas wajibnya kacau balau karena banyak masalah yang kini ia hadapi. Sebelumnya hanya masalah Jane, lalu anak buahnya B1 dan kini Bibi Layla dengan Dominic.
***
Louis tersipu malu selama di ruang make up. Para staff di ruangan itu pun ikut tersenyum senyum melihat tingkah Louis yang terpesona dengan foto yang Ana kirim untuknya. Siang ini ia ada acara talkshow di sebuah stasiun televisi, untuk membahas drama barunya dan juga rencana ia untuk debut sebagai penyanyi akhir pekan ini.
Pak Dong menghampirinya dan segera merampas ponsel Louis yang sejak tadi menjadi penyebab tingkah lucu artisnya itu. Ia terbengong melihat foto Ana menjadi wallpaper ponselnya.
"Kau sudah gila??" seru Pak Dong terlonjak kaget.
Louis terkekeh geli dengan senyum imut di wajahnya.
__ADS_1
"Hei !! kau harus ganti wallpaper-mu ini.. jangan menimbulkan masalah.." bisik Pak Dong menyodorkan ponsel Louis dengan keras.
"lagipula siapa yang akan melihat ponselku.. siapa yang berani???" tukasnya cuek.
"Astaga Lou !! kau benar-benar sudah gila.. dimana kau dapat foto itu.. apa kata Ms.Grey nanti jika ia tau kau mencuri fotonya dan menjadikannya wallpaper ponselmu.." geleng Pak Dong tak habis pikir.
"Aku tidak mencurinya.. dia yang mengirimkannya padaku.." Louis melihatkan isi pesan nya bersama Ana. Dan benar saja foto itu langsung di kirimkan oleh Ana.
"Kalian benar-benar sudah gila.." timpalnya menghela nafas.
***
Saat acara talkshow telah dimulai Louis kini berada di studio bersama seorang wanita pembawa acara. Tentu saja wajah sumringah Louis membuat para penonton di studio maupun kru acara tersebut terpesona melihatnya.
"Anda tampak sedang sangat bahagia sekali.." seru wanita itu lagi di tengah-tengah acara setelah menangkap sinyal bahwa Louis sedang dalam mood yang sangat bagus.
"Aku selalu bahagia.. karena aku dikelilingi orang-orang yang aku sayang dan tentunya juga menyayangiku.." jawabnya lagi lagi tersenyum manis.
"Ah.. kali ini aku akan bertanya sedikit serius tentang rumor anda kemarin yang masih menjadi misteri.." seru wanita itu dengan nada hati-hati.
"Ah.. tentang aku dan Ms.Grey??" tanya Louis menebak.
"Iya.. benar sekali.. kalian terlihat sangat akrab.." angguk wanita itu lega mendapat respon baik dari Louis. "Semua orang menjadi sangat penasaran dengan berita itu dan tentang hubungan anda yang sebenarnya dengan Ms.Grey, karena tiba-tiba saja berita itu pun segera menghilang, lalu tiba-tiba pagi ini justru muncul rumor kencan lain tentang Ms.Grey dengan pria lain.. Itu sungguh mengejutkan kami semua.." jelas wanita itu santai.
Namun kata-kata terakhir wanita itu merubah raut wajah Louis.
"Aku sangat mengagumi Ms.Grey.. menurutku dia wanita yang sangat luar biasa.." jawab Louis dengan pikiran bercabang.
"Lalu bagaimana tanggapan anda tentang kabar rencana pernikahan Ms.Grey itu?? Apa anda juga mengenal baik sosok pria yang dekat dengannya?" tanya wanita itu lagi, lalu ditampilkan beberapa berita kutipan dari pengakuan Jane soal hubungan Ana dan franz yang bahkan belum bisa dikatakan disebut sebagai pasangan, dan juga beberapa foto kemesraan Ana dan Franz yang memberikan Ana sebuket bunga pagi tadi di lobi kantornya.
Louis tertegun melihat foto-foto itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa.
"Bagaimana tanggapan anda?" tanya wanita itu mengulang pertanyaanya.
"A..aku juga tidak mengenal pria itu.. Ms.Grey tidak pernah menceritakan soal dia.." geleng Louis terbata dengan raut wajah lesu.
"Kalian benar-benar punya hubungan pertemanan yang sangat baik, saling menjaga privasi masing-masing kan.." imbuh wanita itu setelah menangkap sinyal dari raut wajah Louis yang tampak tidak senang.
"Baiklah.. sekarang kita akan membahas tentang persiapan album baru anda yang akan rilis akhir pekan ini.." tambah wanita itu lagi, mencoba mengalihkan pembicaraan mereka tentang Ana.
Sejak foto itu ditampilkan Louis berubah menjadi pendiam dan tidak bersemangat hingga akhir acara. Ia hanya menjawab sepatah dua patah kata seadanya sesuai pertanyaan pembawa acara itu.
-->> foto Ana yang ia kirim ke Louis.
__ADS_1