Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 157 : Jatuh Cinta Lagi


__ADS_3

Ibunya tengah duduk bersantai di teras setelah makan malam, Louis tampak segera keluar dengan membawa kopernya.


"Ibu.." sapa Louis lirih. "Apa aku boleh menanyakan sesuatu??"


"Kemarilah.. minumlah teh hangat ini sebelum kau pergi.." ujar ibunya menyodorkan secangkir teh hangat yang ada di meja.


Louis tampak menenggak teh itu dengan nikmat sebelum memulai percakapan mereka.


"Apa ibu tau soal Ana?" Tanya Louis memulai.


"Tentu saja.." jawab ibunya jujur. "Dia wanita yang sangat luar biasa.. ibu bahkan selalu terpesona dan tersentuh olehnya.." puji ibunya menerawang, ia selalu terbayang oleh sosok Ana.


"Aku berharap ingatanku dapat segera pulih, tapi di satu sisi aku ingin tidak mengingat apapun soal masa laluku.. aku ingin memulai semuanya dari awal lagi.."


"Kau jatuh cinta lagi padanya??" tebak ibunya.


"Hmm.." angguk Louis cepat.


"Ibu sudah duga, kau akan kembali jatuh cinta padanya, karena kalian memang saling mencintai.."


"Apa maksud ibu saat makan malam tadi??" timpal Louis penasaran.


"..." ibunya tampak tertegun. "Ibu tidak pernah sekalipun membencinya, bahkan saat kau terpuruk dan sangat menderita setelah dia meninggalkanmu.. Ibu tau dia wanita yang luar biasa, dia sangat baik, dan bahkan jika ia melakukan satu kesalahan, ibu rasa itu karena trauma di masa kecilnya.. dia pernah merasakan hidup yang berat dan sulit.. tapi dia selalu bangkit dari keterpurukan.." Ibu Louis menatap Louis hangat dan intens.


"Jika kau kembali bersamanya, ibu harap kalian akan terus bersama.. rangkul dia dengan erat.. jangan biarkan dia menangis dan kesepian.. ibu pernah salah menilainya.."


"Salah menilai?? Apa maksud ibu??"


"Hmm.. ibu pernah berpikir jika dia meninggalkan dirimu karena dia membencimu.. tapi dia meninggalkanmu, karena dia berusaha mengikhlaskanmu agar kau bisa hidup bahagia tanpanya Lou.." mata ibunya tampak berkaca-kaca.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?? Kenapa dia meninggalkanku..?" Louis tampak sangat penasaran.


"Dia mengidap kanker perut stadium akhir, lalu dia menghilang begitu saja.. Ibu sempat berpikir jika itu hanya akal-akalannya saja.. tetapi dia benar-benar menghilang, dia bahkan meninggalkan semuanya, perusahaan, jabatan, semua ia lepas begitu saja.. dan karena itu kau sangat menderita karenanya, bahkan ibu tidak sanggup menatap wajahmu karena ibu merasa sangat hancur melihat kau menderita seperti waktu itu Lou.. tetapi setelah ibu tau fakta kebenaran tentangnya, ibu benar-benar merasa bersalah sudah menilainya buruk.." jelas ibunya panjang lebar.


"Apa aku bisa memilikinya..?" Tanya Louis ragu.


"Tentu saja, karena kau memang pernah memilikinya, bahkan kau berhak memilikinya.. Kau putra ibu satu-satunya yang sangat baik.. Dan dia wanita yang baik.."


"Aku.. akan menikahinya, Bu.." timpal Louis tiba-tiba.


Ibunya kemudian teringat jika Ana tidak pernah ingin menikah. Ia merasa khawatir jika Louis akan kecewa.


"Apa kau sudah membahas hal itu padanya??" timpali ibunya.


"Belum.. aku akan mengenal dia perlahan, aku akan mendekatinya perlahan, aku akan meluluhkan hatinya perlahan.."


"Tentu saja, Bu.. aku akan membuat dia tidak lagi bisa menolakku.. aku akan menempel terus padanya.." ujar Louis mantap.


"Hahaha.. kau harus memahami karakternya yang unik dan tegas.." saran Ibunya terkekeh.


"Hmm.. dia sangat blak-blakkan.. tapi aku suka itu.." Louis tergelak, kemudian ia teringat jika kini Ana sedang terlibat masalah. Ia kembali murung teringat akan hal itu, ia mengkhawatirkan kondisi Ana.


"Lalu kenapa kau murung?" Tanya ibunya melihat perubahan ekspresi putra kesayangannya.


"Aku takut.." gumam Louis lirih.


"Apa yang kau takutkan?"


"Aku takut ingatanku kembali seutuhnya.. aku takut jika ada hal yang tak semestinya aku ingat.."

__ADS_1


"Jangan pernah takut pada apapun yang kau yakini, Lou.. dia bahkan sudah sangat dekat dengan keluarga kita.. kau sudah sangat lama mendambakan dia.. dia bahkan melakukan banyak hal untuk Irene.. Jika kau yakin, maka lindungi semua yang kau sayangi sekuat tenaga.. jangan pernah menyerah.. keberhasilan datang berkat perjuangan seseorang yang pantang menyerah.."


"Apa menurut ibu dia juga menyukaiku??"


Ibunya melelparkan senyuman lebar pada Louis, tatapannya bahkan tampak sangat hangat.


"Dia adalah menantu idaman ayahmu.. ayahmu selalu mengikuti perkembangan berita tentangnya selama ini.. dia bahkan menangis saat Ana menghilang.." ledek ibunya mengejek suaminya yang sangat peiba hati.


"Lalu, bagaimana dengan ibu? Apa arti Ana untukmu??"


"Dia sudah ku anggap seperti putriku sendiri.. itu artinya, ibu sangat menyayangi dia meski jika suatu saat nanti kalian tidak bersama dengannya lagi.."


Louis mengangguk mengerti, kini ia semakin yakin dan percaya diri dengan pilihan hatinya.


"Sebenarnya.. aku tidak tau apa hubungan ini akan berhasil atau tidak.. tapi hubungan kami sudah cukup jauh.." imbuh Louis dengan nada hati-hati.


"Apa kalian sudah kembali bersama??" Tebak ibunya tampak senang.


"Hmm.. kami belum sempat membahas hal itu.. karena waktu itu dia pergi begitu saja, dan bahkan sekarang ia sedang mengurus sesuatu.. tapi aku dan dia.. kami.. sudah.." mata Louis tampak berbinar-binar, wajahnya yang putih bersih tampak merah merona karena merasa malu. Ia pria yang polos dan pemalu.


"Apa maksudmu.. kalian?? Sudah.." ibunya mendekatkan wajahnya mendekat pada Louis.


"Kalian sudah tidur bersama??" Bisik ibunya menerka.


Louis mengatup rapat mulutnya, wajah dan telinganya memerah karena menahan malu. Louis mengangguk malu-malu.


Sontak ibunya tertawa terbahak-bahak.


"Benarkah?? Ternyata putra ibu sudah dewasa.. aku selalu mendukungmu Lou, siapapun wanita pilihanmu, wanita yang kau sukai, ibu dan ayah pasti akan selalu merestui kalian berdua dan mendoakan yang terbaik untuk kalian.." ujar ibunya bahagia mengusap-usap lembut kepala putranya.

__ADS_1


__ADS_2