
Ting..nung..ting..nung..
Suara bel tak berhenti disitu. Bel terus berbunyi keras. Louis segera bangkit dengan kesal.
"Biar aku cek sebentar.."
Ana segera duduk. Memperhatikan langkah Louis. Louis mengintip ke lubang pintu. Ia terperanjat kaget melihat sosok yang berdiri di daun pintu kamarnya.
"Siapa??" Tanya Ana yang ternyata kini tengah berdiri di belakang Louis.
"Ah.. anu.. i..itu.."
"Kekasih gelapmu?" Timpal Ana menyindir.
"Bukan !! Aku tidak punya kekasih selain kau !!" Tukas Louis tegas.
Ana tampak menyeringai dengan tatapan marah. Sadar jika situasi itu tidak baik Louis segera menjelaskan dengan tenang.
"Itu Hana.. jangan salah paham.. aku tidak berkencan atau selingkuh darimu.. aku hanya.."
"Buka pintunya.." perintah Ana memotong penjelasan Louis.
"Baiklah.." jawab Louis pasrah. Ia segera membuka pintu itu. Dan Hana tengah tegak berkacak pinggang disana.
"Aku rasa kita sudah sepakat agar kau terus menuruti mauku.. bahkan kau mengabaikan pesan dan teleponku selama 3 hari ini !!" Gerutunya kesal.
"Apa yang kau lakukan disini??" Tanya Louis ketus.
"Aku.." Hana menghentikan ucapannya ketika sadar dan mendapati Ana tengah berdiri di belakang Louis.
"Kesepakatan apa yang kau buat dengan kekasihku??" Seru Ana tegas dan dingin. Kata 'kekasih' membuat Louis luluh lantak. Ia tak menyangka Ana tidak menyangkal hubungan keduanya.
"Cih.. kau sudah berani terang-terangan rupanya.." ledek Hana.
Ana melangkah maju mendekati Hana.
"Apa yang kau inginkan dari Louis?? Bukankah sangat memalukan jika ada seorang wanita yang menginginkan pria milik orang lain?? Aku rasa itu sebuah aib besar apalagi jika menjadi selingkuhan.." Imbuh Ana sinis.
"Hahaha.. setidaknya aku akan menjadi kekasih yang mendapat dukungan penuh dari banyak orang.."
"Hahaha.. dasar wanita tidak tau malu.. silahkan mencari keuntungan darinya melalui media.. silahkan bersandiwara di media.." gelak Ana tak mau kalah. Lalu ia melangkah mendekati telinga Hana perlahan.
"Tapi.. hanya aku satu-satunya wanita yang dicintainya dan bisa menidurinya sepuas hatiku di balik layar.." bisik Ana mengejek lalu tersenyum puas.
"Huh !! Kau pikir orang-orang akan merestui hubungan kalian jika mereka tau siapa kau sebenarnya.."
"Siapa aku sebenarnya?? Memangnya siapa aku??"
"Kau pikir aku tidak tau?? Kau adalah seorang mafia.." jelas Hana menggeram.
"Cih.. dasar mafia sial*n.. kau harus tau diri.." umpat Hana kesal.
"Hei !! Jaga ucapanmu !!" Hardik Louis menimpali.
Ana menyeringai dingin. Ia kemudian tampak meraih dan menjambak rambut Hana keras hingga ia terpekik kesakitan.
__ADS_1
"Argh !!! Lepaskan aku !!!" Pekiknya kesakitan.
"Ana.. apa yang kau lakukan?? Lepaskan dia.." seru Louis berusaha melepaskan cengkraman erat Ana.
"Kau membelanya??" Tanya Ana sinis.
"Ti..tidak bukan begitu.. orang-orang akan melihatnya.."
"Aku tidak peduli pendapat orang-orang !!" Tukas Ana dingin.
Louis berusaha menarik tangan Ana keras hingga terlepas dari kepala Hana. Tampak banyak helaian rambut dalam genggaman tangan Ana yang masih mengepal.
"Tolong hentikan.." pinta Louis memohon. Ia segera mendekati Hana, memeriksa kepalanya yang tampak terluka. Sementara Hana meringis kesakitan memegangi kepalanya. Bahkan ia mencuri kesempatan memegangi tangan Louis sambil merengek.
"Kau takut aku membuatmu dalam masalah??" Tanya Ana datar.
"Tidak.. bukan begitu.. cctv ada dimana-mana.. siapa saja bisa melihat kejadian ini.. kau yang akan kena masalah.. aku tidak ingin kau terkena masalah.. aku sangat mengkhawatirkanmu.." jelas Louis panik.
Ana menatapi tangan Louis yang tak ia sadari tengah berpegangan dengan tangan Hana. Sadar akan tatapan marah Ana, Louis melirik ke arah tatapannya dan sadar jika ia tengah memegangi tangan Hana sejak tadi.
"Ternyata bukan aku yang kau khawatirkan.." gumam Ana segera pergi. Bahkan ia menabrak pundak Louis keras saat melaluinya.
"Ana !!" Pekik Louis berusaha menghentikan langkah Ana. Ia segera mengejar Ana dan menarik tangannya.
Ana menepis keras tangan itu.
"Ini pasti berat untukmu.. menjalani hubungan dengan mafia brengsek sepertiku.." gumam Ana dingin dengan tatapan mematikannya.
"Ana.. aku mohon jangan seperti ini.. mari kita selesaikan semuanya baik-baik.. mari kita selesaikan dengan kepala dingin.. aku tidak ingin kita bertengkar seperti ini.. aku mohon.. aku sangat mencintaimu.. aku tidak ingin kau menghindariku lagi.." pinta Louis memohon-mohon pada Ana yang tak menunjukkan ekspresi apapun padanya. Bahkan mata sendu Louis tampak berkaca-kaca.
Ana menoleh pada Hana yang tampak sangat kesal.
Ana menatap ke arah Louis yang tertegun.
"Aku tidak menghindarimu.. tapi aku harus pergi karena harus segera menyelesaikan masalah ini.."
"Masalah ini? Kau merencanakan sesuatu??" Tanya Louis kebingungan.
"Dia pasti akan membuat keributan.. dan aku harus segera memberikannya hadiah perpisahan untuknya.." bisik Ana tersenyum. Lalu mengecup pipi Louis lembut.
"Aku pergi dulu.. jangan coba-coba menyentuhnya.." ancam Ana dingin menarik kerah baju Louis.
"Aku janji.. aku tidak akan mendekatinya lagi.." sahut Louis tegas.
"Jangan kecewakan aku.." ujar Ana berlalu melambaikan tangannya.
"Kalian berdua akan bertekuk lutut memohon maaf padaku !!" Hardik Hana menggeram seraya memekik keras. Sementara Louis segera berjalan kembali masuk ke kamarnya.
"Kau akan menyesali ini.." geram Hana menarik lengan Louis.
"Tidak akan.. aku mempercayai kekasihku.. kau yang akan menyesal sudah membuatnya marah karena terus menggangguku.." tukas Louis segera masuk ke kamarnya.
Hana yang tampak murka segera pergi dengan sangat kesal.
*****
__ADS_1
6 jam perjalan bukan lah jarak yang singkat. Ana mengendarai mobilnya kencang selama perjalanan.
Sebelum tiba di apartment ia menerima telepon dari nomor yang di rahasiakan. Ia segera menerima panggilan itu.
"..."
"Ms.Grey.. ini aku.. Neo.. tolong aku.."
"Neo?? Kau ada dimana??" Sahut Ana kaget menerima panggilan darinya.
"A..aku ada di pelabuhan.. aku berencana kabur.. tapi mereka sedang mencariku.. aku tidak bisa kemanapun.." ujarnya bergetar.
"Pelabuhan mana?? Aku akan segera kesana.."
"Pelabuhan Deong-nam.."
"Deong-nam?? Baiklah aku akan segera kesana.." Ana segera memutar balik mobilnya menyusul Neo. Ia sudah sangat lama menunggu kabar pria itu.
Sebelumnya mereka berjanji untuk bertemu, namun setelah mendapat kabar kematian Leo yang misterius Neo pun menghilang. Ia memegang kunci Ana. Ia menyimpan potongan puzzle lain yang sedang Ana kumpulkan.
Butuh waktu 30 menit untuk tiba disana. Pelabuhan itu tampak cukup ramai. Siang itu penumpang kapal tampak berbondong-bondong menaiki kapal menuju pulau J.
Ana keluar dari mobilnya. Ia segera mencari wajah Neo di tengah keramaian.
Drrrtt...drrttt..
Ponselnya bergetar, ia segera menerima panggilan itu.
"Aku melihatmu.." ujar Neo berbisik.
"Liat arah jam 8, ada 2 orang pria memakai topi, mereka sedang mengawasiku.. lalu arah jam 2, arah jam 5, dan arah jam 11.."
Ana bergerak memperhatikan ke semua arah yang Neo sebutkan. Salah satunya ia mengenali wajah pria itu.
"B1.." gumamnya membatin.
"Bagaimana dia bisa ada disini?? Shitt..." umpat Ana membatin segera menyembunyikan wajahnya. Ia segera masuk ke dalam mobilnya. Disana ia lebih leluasa mengawasi karena kaca mobilnya yang sangat gelap.
"Aku mengenal salah satu dari mereka.." ujar Ana masih terhubung pada Neo.
"Ya.. mereka adalah mantan anak buahmu.." timpal Neo lirih.
"Apa yang terjadi??"
"Sepertinya kau telah di sadap.. mereka tau gerak gerikmu dan apa rencanamu.. aku berencana kabur keluar negeri dari pulau J.. tapi entah bagaimana mereka menemukan aku disini.. tolong aku.."
"Baiklah.. kau dimana??"
"Aku di pos tiket di arah jam 4.."
Ana kembali melihat sekitar. Ia menemukannya. Ana segera menyalakan mesin mobilnya, mengendarai mobilnya pelan mendekati pos tiket itu.
"Cepat.. masuk ke mobil !!" Seru Ana kemudian membukakan pintu mobilnya.
Ia dapat melihat Neo membungkuk seraya mengendap, lalu berlari kencang masuk ke dalam mobil. Ana segera mengunci pintu mobil lalu mengendarai mobilnya kencang menjauhi kerumunan.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan pernah bosan.. aku tidak akan berhenti menghasilkan yang terbaik untuk kalian semua.. saran dan masukkan dari kalian sangat berarti untukku.. (ig : tttaaa13)