
"Anda sudah makan malam?" Tanya Franz sangat formal.
"Berbicara santai saja denganku.. Grandma bilang usia kita tidak jauh beda.. lagipula kita bukan rekan bisnis kan??" Imbuh Ana canggung debgan obrolan itu.
"Baiklah.. aku sudah mendengar banyak tentangmu dari Nyonya Jane.. kau wanita yang sangat luar biasa.. itu sebabnya aku rela jauh-jauh datang kemari untuk langsung menemuimu.." seru Franz dengan gombalannya.
Lalu seorang pelayan datang membawakan menu yang sudah di pesan Franz. "Ah..aku tidak memesan wine karena Nyonya Jane bilang kau tidak suka minum.. jadi aku memesankan hot lime untukmu.. tidak apa-apa kan??" Tanya Franz lagi.
"Hmm.. tidak apa-apa.." angguk Ana pelan. "Sepertinya aku tidak perlu lagi menceritakan soal diriku.. karena kau sudah tau banyak.." tambah Ana menyeruput hot lime nya.
"Hahaha iya.. sudah seminggu belakangan kami selalu menceritakanmu di telepon.." Franz terkekeh malu.
"Maaf aku tidak tau apa-apa soal dirimu.." timpal Ana enggan.
"Tidak masalah.. lagipula kau pasti sedang sangat sibuk.. kau harus mengurus banyak bisnis seorang diri kan?? Sementara aku punya banyak asisten untuk membantu pekerjaanku..jadi aku bisa sedikit luang.." dia terus berceloteh membanggakan dirinya.
Ana lagi-lagi kembali hanya tersenyum.
"Apa besok kau luang? Aku ingin berkeliling kota.." tanya Franz sungkan.
"Aku akan ada meeting penting hingga sore hari.." ujar Ana berbohong.
"Ah..baiklah.. aku akan menunggumu selesai bekerja.."
"Mungkin aku akan selesai malam hari seperti saat ini.." elak Ana lagi.
"Kau ternyata benar-benar sangat sibuk.. baiklah aku akan pergi berkeliling sendirian.. kita bisa makan malam saja setelahnya.." pria ini memang sedang berusaha keras untuk meluluhkan Ana.
"Baiklah aku akan menghubungimu jika besok malam sudah selesai.." angguk Ana mengiyakan.
Ana menatap Franz intens. Ia mencoba memahami gerak-gerik pria itu. Ia berusaha tampak polos dan lugu di depan Ana.
"Jangan menatapku seperti itu.. kau membuatku gugup.." seru Franz gelisah.
"Ah.. maaf.." gumam Ana lirih tanpa mengalihkan pandangannya.
"Kenapa kau masih menatapku seperti itu?? Aku canggung sekali.."
"Aku hanya ingin memperhatikan wajahmu setiap inchi nya.." jawab Ana memancing Franz untuk melihat sifat aslinya.
"Ah.. kau ini.." ia tampak tersipu malu.
"Kau akan menginap malam ini??" Tanya Franz tiba-tiba.
"Aku akan pulang.. aku lebih nyaman tidur di kamarku sendiri.." jawab Ana meneguk hot lime nya.
"Apa aku boleh ikut ke mansionmu??" Tanyanya lagi.
__ADS_1
Ana menaikkan sebelah alisnya. "bajing*n ini benar benar sangat berani.." gumam Ana dalam hati.
"Mungkin kau bisa datang lain kali.." angguk Ana pelan.
"Baiklah.. aku akan senang bisa ke mansionmu nanti.." ujarnya tersenyum picik.
***
Pagi itu pukul 6.05 Albert menghubungi Ana. Ana terbangun dari tidurnya yang cukup pulas.
Setelah berbincang beberapa saat, Ana memutuskan segera membuat sarapan lalu bersiap siap untuk berangkat ke kantor.
Ia mendapat kabar bahwa saat tengah malam Bibi Layla menemui seseorang. Pria itu tampak mengenakan pakaian yang sangat tertutup dan sulit untuk di kenali. Di sisi lain ia mendapat beberapa pesan singkat dari Louis yang menanyakan kabarnya. Namun Ana hanya membalasnya dengan mengirimkan gambar secangkir teh hijau hangat dan sepiring salad buah atas meja makannya tanpa sepatah katapun.
Saat menikmati sarapannya Ana melihat-lihat bursa sahamnya yang sedikit mengalami kenaikan. Lalu segera mengecek beberapa berita online di media.
Alangkah terkejutnya Ana saat melihat beberapa berita yang menyangkut namanya. Berita itu bersumberkan dari pengakuan Grandma Jane.
Ia mengatakan tentang ketidak benaran rumor kencan Ana dan Louis, namun menyebutkan tentang rumor kencannya dengan Franz dan berencana akan menikah.
Isu itu mendapat respon sangat baik. Karena banyak pihak tau bahwa Franz orang yang sangat berpengaruh di negaranya. Dari segi usaha, hingga financial nya. Seketika rumor Ana dan Louis benar-benar terlupakan.
"Ck ! Nenek sihir sial*n.." umpat Ana berdecak kesal dalam hatinya.
Tak lama ponselnya bergetar. Lagi-lagi paginya rusak berkat ulah Jane.
Ana hanya diam. "Baiklah.. tapi aku mau pastikan B1 kembali ke mansion Mr.Zhou.. atau aku akan menyulitkanmu.." Ana segera memutus panggilan teleponnya.
Kali ini dia punya rencana khusus untuk ini. Ia tidak akan gegabah dan harus menjalankan misi ini dengan berhasil. Ana menghabiskan teh hijaunya. Lalu segera beranjak berangkat kerja.
***
Ana dikagetkan ketika melihat sosok yang masih asing berdiri di lobi kantor memegang sebuket bunga mawar merah yang tampak sangat segar. Ana melangkah pelan mendekati pria itu dengan sangat malas. Semua pasang mata memperhatikan mereka.
"Morning.." sapa Franz hangat menyodorkan buket bunga itu.
"Morning.." Ana segera meraih buket itu dengan senyum tipisnya.
"Maaf aku pagi-pagi kesini, aku hanya ingin menyapamu.. hari ini aku akan pergi berkeliling dengan Nyonya Jane.."
"Hmm.. baiklah.. sampaikan salamku untuknya.." angguk Ana pelan. "Terima kasih bunganya.." tambah Ana dengan senyuman sandiwaranya.
"Sampai jumpa nanti malam.." Franz melambaikan tangannya lalu segera berlalu keluar gedung kantor.
Ana hanya menghela nafas panjang. Pak Kim yang melihatnya tampak melihatnya dengan wajah bingung. Ana menyodorkan bunga itu pada Pak Kim.
"Tolong buang bunga ini Pak Kim.." timpalnya datar.
__ADS_1
***
Pak Kim menyodorkan segelas air hangat dan beberapa butir vitamin. "ini vitamin yang anda minta kemarin Ms.Grey.."
"Terima kasih Pak Kim.." Ana segera menenggaknya.
"Anda baik-baik saja?? Beberapa hari belakang ini anda terlihat pucat sekali.. apa perlu saya panggilkan dokter pribadi anda??" tanya Pak Kim khawatir.
"Tidak perlu Pak Kim.. aku hanya kelelahan saja.." Ana memijat pelan dahinya.
"Apa ada yang bisa saya lakukan untuk anda Ms.Grey??" tanya nya lagi memastikan.
Ana berfikir sejenak lalu seakan mendapat ide cemerlang ia tersenyum sumringah.
"Aku ingin minta tolong sesuatu padamu Pak Kim.." seru Ana semangat.
"Baik Ms.Grey.. akan saya lakukan yang anda butuhkan.." angguk Pak Kim tersenyum hangat.
***
Louis yang pagi itu sedang dalam perjalan menuju lokasi shooting sedang melihat foto yang dikirim Ana pagi ini dengan wajah sumringah.
"Tampaknya kau sedang sangat bahagia pagi ini.." Tanya Pak Dong heran.
"Hmm.. aku rasa begitu.."
"Oh iya.. apa kau sudah baca berita pagi ini??" imbuh Pak Dong keceplosan. Karena ia yakin setelah ini Louis pasti akan jadi badmood.
"Berita apa lagi??" tanya Louis malas.
"Tidak ada apa-apa.. hanya berita biasa.." elak Pak Dong berbohong takut Louis akan kembali badmood.
"Aku tidak peduli berita apapun jika itu bukan tentang aku atau tentang Ana.." tukas Louis masih memperhatikan foto dari Ana.
Lalu Louis pun memutuskan mengirimkan foto selfie miliknya dari galeri ponsel untuk Ana, dengan caption "Kau sedang apa??"
☝️ foto yang dikirim Louis.
--->>> dibawah ini fotonya Franz gaess.. semangattt haluuu..
Franz
Franz
__ADS_1