
Srrrrrr !!
Air dingin itu mengguyur kepala Ana yang tertunduk. Ana mendapati kepalanya terasa dingin dan basah kuyup. Ia membuka matanya perlahan. Ia mendapati dirinya tengah duduh bersimpuh di atas lantai. Tangannya di ikat ke belakang dengan sangat erat. Ia mengadah melihat ke depan. Ia menelan salivanya.
Layla duduk seraya tersenyum padanya. Bahkan Mr. Lee tampak ada di sisinya seraya menertawakannya. Ana melihat sekeliling. Di pojok ruangan ia melihat Neo tengah meringkuk di atas lantai. Matanya terpejam. Wajahnya penuh luka dan memar. Ia tampak tak sadarkan diri.
"Apa dia sudah sadar?" Tanya Layla pada anak buahnya.
Pria yang berdiri di belakang Ana kembali mengguyurnya dengan segelas air berisi es batu. Ana terengah. Ia semakin merasa kedinginan.
"Apa kabar, Ana?" Tanya Layla mendekati Ana.
"Apa yang kau lakukan?? Kenapa kau melakukan ini padaku??"
"Hahahaha.. kenapa kau bertanya begitu?? Kau membuatku seolah aku ini seorang penjahat !!" Gelak Layla mencemooh.
"Seharusnya kau bunuh saja aku !! Kau tak perlu melakukan hal ini..." geram Ana putus asa.
"Membunuhmu?? Awalnya itu memang akan terasa menyenangkan... tapi kini... semuanya sudah berbeda... aku ingin kau hidup lebih menderita dengan melihat bagaimana aku menghabisi semua orang yang kau sayangi dan lindungi satu persatu..." ujarnya enteng.
"Apa sebenarnya yang kau inginkan dariku?"
Layla tertegun.
"Jangan lihat aku dengan tatapan seperti itu... kau membuatku merasa iba..." timpalnya ketus.
Mata Ana berkaca-kaca. Ia berusaha menahan isak tangisnya.
"Mari kita akhiri saja semua ini... aku sudah lelah dengan semuanya..."
"Ada apa denganmu?? Ini tidak terdengar seperti dirimu?? Apa kau sakit parah?? Apa kau sedang kritis??" Celetuk Layla meledek.
"Bibi... aku mohon... hentikan saja semuanya sekarang..." imbuh Ana lirih penuh rasa putus asa.
"Diam kau !!! Jangan panggil aku seperti itu lagi !!! Aku muak mendengarnya !!! Ayolah !!! Bertingkahlah seperti biasa !! Aku tidak suka kau lemah seperti ini !!" Seru Layla marah.
Ana tertunduk lesu.
"Tidak bisakah kau membiarkan aku kali ini saja?? Tidak bisakah kau lupakan semuanya dan maafkan aku??" Imbuh Ana terisak.
__ADS_1
"Aku sangat lelah... aku ingin menghentikan semua ini... aku mohon... biarkan aku kali ini saja..." mohon Ana terisak.
Layla tertegun. Ia bergegas menghampiri Ana.
Plakkkkk !!
Ia menampar keras Ana.
"Sadarlah !!! Apa yang kau katakan?? Kenapa kau seperti ini?? Ayo, lawan aku !!!! Serang aku !!!" Hardiknya murka.
"Lakukanlah apapun yang kau inginkan... aku tidak akan melawanmu lagi... aku akan memaafkanmu... dan aku akan melupakan semuanya... jadi, lakukanlah apapun yang kau inginkan... tapi berjanjilah untuk mengakhiri ini setelahnya..." pinta Ana bersungguh-sungguh.
Plakkkk.. plakkkk.. plakkkk....
Layla menampar Ana keras berkali-kali.
"Dasar ****** gila !!!!!" Pekiknya kesal.
"Tidak seharusnya kau bersikap seperti ini !!! Kau membuatku kesal !!!"
Layla tampak tak suka melihat Ana yang melunak padanya. Ia tak suka dengan perasaan iba yang muncul di lubuk hatinya. Ia tak suka harus merasa kasihan pada Ana. Anak dari wanita yang menghancurkan rumah tangga serta hidupnya.
Pada pukulan terakhir, tangan Layla tertahan. Jane mencengkram tangan itu erat. Layla tampak tersenyum melihat kejadiran Jane.
"Singkirkan tangan kotormu dari cucuku !!" Geram Jane menepis keras tangan Layla.
"Aku sudah menyepakati semua keinginanmu... aku sudah menyerahkan semuanya padamu... berani-beraninya kau menyentuh cucuku !!!" Hardik Jane murka.
"Dia yang menggangguku !! Dia datang kemari mengacaukan semuanya..." seru Layla membantah.
Ana menatapnya sinis.
"Ah.. maksudku... aku hanya sedikit memancingnya untuk datang kemari.." imbuhnya lagi terkekeh.
"****** sialan !! Seharunya kau berhenti saat aku menyuruhmu untuk berhenti !!" Geram Jane.
"Maaf, Jane... tapi... aku sangat tidak senang jika dia masih hidup dan bernafas di dunia yang sama denganku !!! Ibunya menghancurkan rumah tanggaku !! Lalu dia membunuh anakku !!!! Bagaimana bisa aku melupakan semuanya !!!!" Teriak Layla kehilangan akalnya.
"Itu urusanmu !!! Lagipula kau juga tidak hidup dengan baik... kau juga menduakan suamimu... bahkan aku ragu jika putramu adalah anak kandung dari suamimu..." timpal Jane dingin.
__ADS_1
Layla terkekeh.
"Ah.. jadi... kau juga tau??" Ujarnya santai.
"Anggap saja hidupmu hancur karena karmamu !! Kau tidak berhak menghukum Ana atas dosamu sendiri !!!"
"Aku selalu penasaran dengan hal ini... kenapa kau selalu melindunginya??? Bahkan kau selalu menjaganya... aku tau selama ini kau pura-pura membencinya... tapi sebenarnya kaulah yang selalu menjaga dan melindunginya... bahkan kau membuang anak buah terbaikmu agar mereka semua mengikuti Ana dan melindunginya... aku tau jika kau sengaja membuang B1 dan timnya agar mereka bergabung dengan Ana..." Layla berkacak pinggang angkuh.
Ana tertegun. Ia segera menoleh melihat ke arah Jane yang berdiri tegap tanpa bergeming.
"Kau membesarkannya seolah kau memang nenek kandungnya... apa jangan-jangan kalian benar-benar punya hubungan keluarga??" Layla terus berlagak memancing Jane.
Jane menyeringai. "Tentu saja, karena dia memang cucuku... aku membesarkannya... dan tentu aku harus melindunginya..."
"Aku tau kau ****** seperti apa, Jane... kau tidak sebaik ini meski kau berhutang budi padanya..."
"Sebaiknya kita sudahi saja hari ini... polisi sepertinya butuh keterangan dari pimpinan perusahaan ini... seharusnya aku membawakan bunga ucapan selamat, tapi... aku terlalu sayang menggunakan uangku untuk memberimu selamat..." imbuh Jane segera membuka ikatan tangan Ana.
Ia segera merangkul Ana membantunya berdiri.
"Ayo, Ana..." ajak Jane keluar dari sana.
****
Setelah Jane dan Ana keluar. Lucas dan puluhan anggota kepolisian tampak segera masuk ke dalam gedung. Sebenarnya Jane juga datang bersama anggota kepolisian lainnya. Ia melaporkan segala kejahatan Layla. Ia juga menyerahkan segala bukti kejahatan yang pernah di lakukan Tom di masa lalu. Pencucian uang, penggelapan pajak, pengedar narkoba dll. Ia juga melaporkan semua mitranya sebagai antek yang terlibat dalam semua kejahatan yang ada di balik Grey World.
Jane dan Pak Kim telah melimpahkan semuanya pada kepolisian. Jane menyerahkan kasus itu pada Lucas, sehingga ia langsung yang akan menangani kasus ini, karena Lucas juga tau bagaimana penderitaan mereka dulu di panti asuhan. Mereka menyertakan semua bukti kejahatan yang ada dan membuatnya seolah semua itu dilakukan oleh Layla dan Mr.Lee saja. Bahkan project pencucian uang di negara H yang di rencanakan Pak Kim baru-baru ini, sengaja di buat untuk momen ini seperti ini.
Saat Jane ke luar negeri baru-baru ini, karena ia tengah mengumpulkan bukti-bukti kejahatan mereka bertiga, beserta Dominic di masa lampau. Namun, ia telah menghapus namanya. Ia hanya melibatkan Layla dan Dominic.
Ia juga telah menghapus nama Ana dari segala macam keterlibatan. Sehingga mereka akan aman dan terbebas dari jeratan hukum apapun.
Tak lupa, jane telah melaporkan semua kejahatan yang Layla lakukan selama di negara K. Ia meminta bantuan Neo untuk meretas semua bukti cctv dari segala aksi Layla.
Layla akan segera di hukum atas segalanya. Ia akan di hukum mati atas semua kejahatan itu. Sejak awal, Jane memang berniat untuk menghukum Layla secara legal. Agar Ana terbebas dan tak terlibat dengan semuanya. Agar Ana dapat hidup aman dan nyaman tanpa mengotori tangannya lagi untuk menghabisi Layla dan antek-anteknya.
Saat itu Jane mengetahui semuanya karena Neo mengirimkan kode darurat pada Jane, tepat sesaat sebelum ia di tangkap Layla di tempat persembunyiannya yang Ana sediakan.
****
__ADS_1