Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 174


__ADS_3

Setibanya di perusahaan, Ana segera menuju kantin di lantai 7, semua orang menyapanya ramah. Bahkan ia bertemu dengan Mr.Lee sang wakil Pimpinan.


"Ms.Grey.." sapanya ramah memberi salam.


"Oh.. Mr.Lee.. Halo.."


"Anda makan siang sendirian??" tanyanya baru selesai makan siang.


"Tidak.. Aku sedang menunggu Pak Kim.."


"Ah.. Dia masih rapat di atas.."


"Hmm.. aku tau.." angguk Ana tersenyum. "Bagaimana kabar istrimu??"


"Berkat bantuan anda, istriku sekarang sudah sangat sehat, ia sudah pulih total.. Saya benar-benar berhutang budi pada anda Ms.Grey.." ujarnya sungkan. 1 bulan yang lalu istrinya mengalami koma karena kanker payudara. Ana dan Jane mengirim istrinya untuk berobat di Swiss tempat Ana berobat dulu, bahkan mereka membantu semua biaya berobatnya.


"Syukurlah jika istri anda sudah pulih.."


"Sampaikan salamku untuk Nyonya Jane.."


"Baiklah.. Nanti aku sampaikan.." ujar Ana mengangguk setuju.


"Ohiya, kapan anda luang?? Ada beberapa hal yang ingin saya diskusikan dengan anda.." ujarnya berbisik.


"Ada apa??"

__ADS_1


Mr.Lee tampak celingak celinguk melihat sekeliling. "Ini hal yang sangat penting.." bisiknya lagi.


"Ana.." seru Pak Kim keras dari arah lift. Sontak membuat Mr.Lee kalang kabut. Ia segera pamit pada Ana tanpa ba bi bu.


Ana menatap kepergian Mr.Lee curiga. Pak Kim bahkan melemparkan tatapan aneh padanya.


"Kau sudah selesai rapat??"


"Tentu saja.. Aku langsung turun kesini setelah selesai.."


Mereka segera mengambil makan siang mereka, lalu duduk di pojok ruangan.


"Bagaimana perusahaan belakangan ini?? Semua baik-baik saja??" tanya Ana memulai percakapan.


"Hmm.. Semua baik-baik saja.. Harga saham terus meningkat.." angguk Pak Kim menikmati makan siangnya.


Pak Kim tertegun. Makannya melambat.


"Hmm.. Akan ada project untuk promosi mobil listrik.. serta project sebelumnya juga baru selesai 2 minggu lalu.."


"Mobil listrik??" Berkas yang ia baca pagi tadi bukanlah tentang mobil listrik.


"Ya.. kerja sama dengan brand mobil eropa.. Aku sudah mengirim email padamu perihal itu 5 hari yang lalu.."


"Hmm.." angguk Ana mengerti. "Apa hanya itu??"

__ADS_1


"Tentu saja.. Aku pasti akan terus melaporkannya padamu seperti biasa.. Jangan khawatir.."


Ana menatap Pak Kim intens. Pak Kim tampak menyantap makan siangnya dengan lahap. Ana tak tau apa yang pak kim rencanakan tentang project di hongkong itu. Bahkan tadi Mr.Lee tampak ingin menyampaikannya sesuatu, namun karena Pak Kim sudah datang, ia tak jadi memberitahukannya pada Ana.


"Bagaimana hubungan anda dengan Louis??" tanya Pak Kim kemudian.


"Biasa saja.."


"Benarkah?? Bukankah kalian sudah berkencan??"


"Siapa yang bilang??" tanya Ana curiga, karena yang tau perihal hubungan mereka baru Jane, Lucas dan keluarga Louis.


"Oh.. Siapa yang bilang ya? Ah.. Pak Dong yang mengatakannya padaku.." ujar Pak Kim mengingat-ingat.


Deg !!


Bahkan Pak Dong tidak tau perihal hubungan mereka. Gelagat Pak Kim membuat Ana sangat curiga.


"Oh.. Dari Pak Kim.." sahut Ana berpura-pura.


"Kau tidak ikut dengannya?? Mereka akan shooting keluar kota hari ini.. Tadi pagi Pak dong singgah kesini meminjam mobil perusahaan dan 2 orang pengawal.." jelas Pak Kim.


Ana tertegun. "Aku pikir Louis tidak akan pergi.. Dia sedang sakit.."


"Benarkah?? Kau yakin?? Aku rasa mereka tetap pergi.. Semua staff sudah tiba disana.. Pak Dong dan Louis datang belakangan.."

__ADS_1


"Biarkan saja.. bagaimanapun dia juga harus bekerja.." gumam Ana mengakhiri pembahasan itu. Tentu saja ia kesal jika Louis benar-benar pergi dalam kondisi sakit.


...----------------...


__ADS_2