Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Part 136 : Kecurigaan Louis


__ADS_3

Selama meeting Louis hanya berdiam diri. Ia tak mengatakan sepatah katapun. Pak Kim yang memperhatikan sifat janggal Louis pun mendekatinya dengan ramah.


"Bagaimana kabarmu?" tanyanya ramah.


"Ah.. kabarku baik-baik saja.." angguk Louis tersenyum hangat.


"Aku sangat berterima kasih waktu itu kaliansudah menyelamatkan Ms.Grey.. aku akan membalas kebaikan kalian dengan pantas.."


"Dia memanggil putrinya dengan sebutan Ms.Grey?" batin Louis merasa janggal.


"Ah.. itu bukan apa-apa.. kami kebetulan berada disana, tentu saja kami harus menolongnya meski dia bukan putri anda.."


"Yaa.. aku tau.. sekali lagi terima kasih.."


"Kalau begitu.. undang kami makan malam bersama.." usul Louis tiba-tiba mengejutkan Pak Kim.


"Ma..makan malam?"


"Iya.. cukup ajak kami makan malam bersama.. bukankah kita sebelumnya juga pernah makan malam bersama?"


"Ya.. tentu saja pernah.." angguk Pak Kim salah tingkah.


"Tapi tentu itu adalah makan malam untuk bisnis.."


"Kalau begitu mari kita makan malam untuk acara kekeluargaan, dengan suasana santai.. bukankah kita perlu bersanyai untuk sesekali?? Aku sudha bekerja sangat keras untuk perusahaan ini.." jelas Louis membuat Pak Kim semakin bingung. Ia tidak yakin Ana akan setuju soal itu.


"Baiklah.. Aku akan membahas hal ini pada Ms.Grey terlebih dahulu.." angguk Pak Kim mengangguk pelan.


"Bahkan anda sangat formal sekali dengan putri anda.. apa anda memang selalu memanggil namanya seperti itu?" celetuk Louis dengan tatapan memojokkan.


"Ah.. itu karena dia sudah sangat lama tinggal diluar negeri, aku jadi terbiasa memanggilnya seperti itu.." jawab Pak Kim gagu dan terkekeh canggung.


"Benarkah? Kalian terdengar seperti bukan keluarga.." gumam Louis lirih.


"Baiklah kalau begitu.. aku akan tunggu kabarnya.." Louis segera bangkit dari duduknya.


"Baiklah.. aku akan segera mengabari anda.."


"Oke.. terima kasih Pak Kim.. sampai jumpa.."


Louis segera bangkit dari duduknya, ia segera berlalu keluar dari ruang meeting, diikuti Pak Dong yang tampak tengah menerima panggilan masuk.


Pak Kim tertegun, ia menyadari keanehan sifat Louis,ia khawatir jika ternyata ingatannya sudah kembali. Ia segera keluar dari ruang meeting, menghubungi sekretarisnya untuk memanggil Ana ke ruangannya.


Selang beberapa belas menit Ana tampak masuk menemui Pak Kim di ruangannya.


"Kau mencariku?" tanya Ana santai segera duduk di sofa tamu.


"Iya.. apa anda bertemu dengan Louis?" angguk Pak Kim segera duduk di samping Ana.


"Hmm.." angguk Ana cepat.


"Dia menyapaku di lobi bawah.. tapi aku segera mengabaikannya.. sekarang aku harus belajar akting untuk pura-pura tidak mengenalnya.." keluh Ana kesal.


"Aku rasa ingatannya sudah kembali.." seru Pak Kim lirih.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Ana menatap Pak Kim intens.


"Dia mencurigai kita.. bahkan dia mengatakan bahwa kita tidak seperti keluarga.."


"Mengapa dia berpikir seperti itu? Pasti ada pemicunya.." tebak Ana mencirigai Pak Kim.


"Kesalahan apa yang kau perbuat?" hardik Ana dingin.


"A.. aku menyebut nama anda dengan panggilan Ms.Grey.." tebak Pak Kim.


"**** !! Kan sudah aku bilang.. berhenti memanggilku seperti itu.. lalu bagaimana sekarang??" umpat Ana panik memukul-mukul keras pundak Pak Kim kesal.


"Tapi bukan itu masalah sebenarnya.." gumam Pak Kim membela diri.


"Jadi.. apa masalahnya?" Ana tampak semakin gusar.


"Dia meminta kita untuk mengundangnya makan malam bersama.." jawab Pak Kim lirih.


"..." Ana ternganga lebar.


"Tenang saja.. aku belum menjawabnya.."


"Kenapa masalahku tidak ada habisnya.." geram Ana mengusap wajahnya kasar.


"Maafkan aku Ms.Grey.." lirih Pak Kim tertunduk.


"Lihatlah.. bahkan kau masih memanggilku Ms.Grey.." gerutu Ana melotot dengan nada sinis.


"Ma..maafkan aku.." Pak Kim tertunduk menyesal.


"Aku yakin ingatannya belum kembali.. dia akan sangat agresif jika ingatannya benar-benar sudah kembali.."


"Aku harap juga begitu.."


"Baiklah.. undang dia makan malam dirumahmu besok malam.."


"Dirumahku?" tanya Pak Kim kaget.


"Lalu apa harus di undang ke mansion ku? atau ke apartment lama ku? agar ingatannya kembali detik itu juga?" murka Ana bertambah kesal.


"Ba..baiklah.. aku akan segera memberitahunya.." angguk Pak Kim sadar akan situasinya.


"Sudah? Masih ada lagi? Aku sedang sibuk di taman.." tanya Ana segera bangkit dari duduknya.


"Apa yang sedang anda lakukan di taman?"


Ana menunjukkan kedua tangannya yang tengah di selimuti sarung tangan khusus berlumurkan tanah sejak tadi.


"Aku sedang menanam beberapa bunga dan membersihkan hama disana.." jawab Ana santai.


"Ah.. ba.. baiklah.."


"Sampai jumpa.. kabari aku terus.." ujar Ana melambaikan tangannya.


Pak Kim duduk terkulai di kursinya.

__ADS_1


"Dia tampak menikmati pekerjaannya.." gumam Pak Kim lirih menghela nafas berat.


***


Sore itu Ana segera kembali ke kamar hotel, ia berencana untuk mengganti pakaian lalu perginke ruang gym untuk olahraga sebentar.


Setibanya di hotel langkahnya terhenti oleh Jane yang tengah menunggunya di ruang tunggu lobi.


Ana menatap Jane sinis, lalu berusaha menggindarinya, sayang langkah cepatnya terhenti oleh kesigapan Jane.


"Mari kita bicara.." pintanya memohon.


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan.." jawabnya ketus membuang muka.


"Aku akan mengatakan semua yang ingin kau ketahui.."


"Aku sudah tau semuanya.." tukas Ana berusaha melangkah ke arah kanan, namun lagi-lagi Jane menghentikannya. Jane merangkul tangan kanan Ana dengan kedua tangannya.


Ana menepis keras tangan jane.


"Jangan buat keributan disini.." geram Ana lirih.


"Ms.Grey.." seru seseorang yang terdengar tidak asing oleh Ana. Ana menoleh ke arah belakang Jane.


"..." matanya membelalak.


"Kenapa dia harus ada disini.." gerutu Ana membatin.


Jane menoleh ke asal suara itu.


"Oh.. Lou.. apa kabar?" sapa Jane canggung.


"Anda mengenalku?" tanya Louis sontak menyadarkan Jane dengan situasi sebenarnya. Dia lupa jika Louis mengalami amnesia.


"Ah.. tentu saja.. kau bekerja di perusahaan kami.. siapa yang tidak kenal artis populer sepertimu.." jawabnya gelagapan salah tingkah.


Merasa mendapat momen yang pas, Ana segera kabur dan segera berlari menuju lift yang kebetulan telah terbuka di lobi.


Jane berusaha mengejar namun kalah cepat dengan kesigapan Ana.


"Apa kau ibunya Ms.Grey?" tanya Louis berusaha mencairkan suasana canggung itu.


"Hahaha bukan.. aku neneknya.." geleng Jane cepat.


"Ah.. berarti anda ibunya Pak Kim?" tebak Louis lagi membuat Jane semakin bingung.


Jane hanya ternganga, ia bingung harus menjelaskan situasi itu, ia harus segera menemui Pak Kim untuk meluruskan kesalahpahaman itu.


"Hahaha.. ya ya ya.."


"Begitu rupanya.. salam kenal.. kalau begitu aku pamit dulu.."


"Salam kenal kembali.. baiklah.. sampai jumpa.." Jane masih terkekeh bingung dengan situasinya.


"Apa yang sudah terjadi? Bagaimana bisa aku menjadi ibu Pak Kim?" ujar Jane membatin, ia segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Pak Kim.

__ADS_1


^^^


__ADS_2